Daerah Rawan Konflik, TNI AD Kerahkan Prajurit Yonif Mekanis 741 Jembrana Untuk Mengajar Pendidikan di Perbatasan RI

Ket poto : Waaster Kasad Bid Ren dan Puanter Brigjen TNI Sugiyono didampingi Bupati Jembrana I Nengah Tamba serta Forkopimda Jembrana

Baliberkarya.com – Jembrana, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI bersinergi dengan TNI. TNI AD mengerahkan Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara Jembrana untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak yang berada di daerah perbatasan RI dan juga daerah yang tidak bisa dijangkau serta rawan konplik. TNI AD

Untuk persiapan tersebut, hari ini Waaster Kasad Bid Ren dan Puanter Brigjen TNI Sugiyono beserta rombongan datang berkunjung ke Yonif Mekanis 741/GN Jembrana dalam rangka menghadiri Upacara Bimtek Mengajar Prajurit Satgas Pamtas di Batalyon Mekanis 741/Garuda Nusantara, Kab. Jembrana.

Bertempat di Mako Yonif Mekanis 741/GN Jembrana Lingkungan Tinyeb, Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Jembrana, Waaster Kasad Bid Ren dan Puanter Brigjen TNI Sugiyono di terima langsung oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba didampingi Danyon Inf Mekanis 741/GN Letkol Inf Riza Taufiq Hasan, S.I.P beserta Forkopimda Kabupaten Jembrana. Selasa (23/11/2021)

Saat dikonfirmasi awak sehabis acara tersebut, Waaster Kasad Bid Ren dan Puanter Brigjen TNI Sugiyono mengatakan, pihaknya berkunjung ke Kabupaten Jembrana khususnya ke Yonif Mekanis 741/GN dalam rangka menindaklanjuti kerjasama antara TNI AD dengan Kementrian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) yang sudah berjalan sekian tahun. dalam hal ini pihaknya mengecek sampai sejauh mana program TNI mengajar kedua institusi ini antara TNI AD dengan Kemendikbud RI.

“Hari ini saya mengecek kesiapan prajurit batalion dalam rangka untuk persiapan berangkat tugas sebagai satuan tugas Satgas Pengamanan Perbatasan RI-RDTL Republik Demokratik Timor Leste. Penugasan akan dimulai diawal tahun depan. TNI dilibatkan dengan bekerjasama dengan kementrian pendidikan, hal itu untuk serta merta TNI ikut mengajar di perbatasan, seperti didaerah pegunungan dan perbatasan. Disitu kemetrian pendidikan melihat bahwa ada salah satu institusi yang bisa menyentuh sampai ditingkat perbatasan yaitu TNI yang bertugas sebagai pengamanan perbatasan,” terangnya.

Sambil mengamankan wilayah perbatasan, lanjut Sugiyono, anggota TNI ikut memberikan pembelajaran kepada anak-anak yang ada di perbatasan dan pegunungan sebagai panjang tangan dari kemendikbud untk menindaklanjuti proses belajar mengajar. Sepanjang ini masih belum terpenuhi untuk mewujudkan 100 persen Indonesia bebas dari buta huruf dan buta angka, kami bersama kementrian akan terus berlanjut. Setiap perbatasan kita juga bekerjsama dengan kemendikbud,” tegasnya.

Lebih jelasnya Sugiyono mengatakan, untuk SDM dari perajurut Yonif 741 Jembrana ini yang akan diberangkatkan ke perbatasan mereka rata-rata sudah memiliki tingkat pendidikan yang cukup sehingga tidak sulit menerima bagaimana proses belajar mengajar terkait dengan pendidikan dasar. “Pihaknya selalu sabar untuk memberikan belajar mengajar kepada anak-anak yang terletak di daerah perbatasan dan pengunungan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Jembrana beserta seluruh Forkopimda Jembrana sudah ikut hadir dalan kegiatan kami. Saya sudah berpuluh kali mengunjungi satuan dan tidak seperti yang terjadi di Kabupaten Jembrana, beliau sudah ikut hadir dan memberi semangat kepada anggota batalion awal tahun depan akan bertugas berjaga perbatasan dan juga memberikan pendidikan kepada anak-anak di tempat yang tidak bisa dijangkau,” ujarnya.

Dalam hal ini, imbuh Sugiyono, TNI bertugas membantu pemerintah pusat di daerah, dan dalam rangka ikut membangun di daerah. “Kepada bapak bupati silahkan pergunakan anggota TNI untuk ikut membantu pembangunan di daerah untuk kemajuan Kabupaten Jembrana, dalam hal ini juga bapak bupati secara otomatis mempunyai staf yang tidak secara terstruktural, kami siapkan anggota batalion berapapun jumlahnya.

Sementara ditempat yang sama, Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, Ini merupakan program yang sangat bagus, sinergitas kementrian pendidikan dan kebudayaan dengan TNI AD dengan program belajar mengajar di daerah perbatasan sangat membantu masyarakat untuk mengentaskan buta hurup dan buta angka. Ini merupakan penugasan teritorial yang bukan penugasan organic artinya TNI lebih melakukan pendekatan kepada masyarakat itu luar bisa sekali, lebih banyak persuasive membangun di daerah perbatasan dan daerah yang tidak bisa dijangkau kementrian pendidikan,

“Saya hadir dengan forkopimda Kabupaten Jembrana merupakan suatu kehormatan bagi kami sudah diundang. Kami juga sangat menyambut baik bantuan anggota batalion untuk ikut membangun Kabupaten Jembrana yang diberikan bapak Waaster Kasad. Kalau ada bencana darurat yang kami maintain tolong pasti TNI dan Polri dan juga terkait gotong royong dalam rangka membangun akses jalan serta menanam pohon untuk penghijauan hal tersebut dikarenakan beliau mengaetahui dan lebih sigap dilapangan,” ujarnya.

Sedangkan Operator Pokja Kemitraan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI Edi Tejo juga mengatakan, sesuai kerjasama dengan TNI AD bahwa kita akan melaksanakan pendidikan di daerah perbatasan dan bencana dan lain-lain, pihaknya sangat apresisasi sekali terhadap TNI AD yang ikut mendukung proses belajar mengajar di daerah yang tidak bisa menjangkaunya. Sesuai misi setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, disanalah peran kementrian bersinergi dengan TNI ikut mencerdaskan bangsa.

“Sebelum kami bekerja sama dengan TNI AD, kami sudah punya unit-unit kerja di beberapa tempat terkait dengan daerah penugasan TNI. Unit kami secara standar pasti melakukan juga, akan tetapi jika terjadi gangguan di daerah tersebut, tentu kami pasti mempunya keterbatasan, dan disinalah tugas TNI sangat membantu kami dalam tugas pendidikan didaerah perbatasan, rawan bencana dan lain-lain,” tutupnya. (Sb)

 

 

 


TAGS :

Komentar