Ayam Ilegal Jawa ‎"Serbu" Bali, Peternak Rakyat Bali Protes Bagikan Ribuan Ayam Gratis Buat Warga 

Ribuan Ayam Potong dibagikan gratis kepada warga oleh Peternak Rakyat Bali di seputaran parkir Gedung Mario Tabanan

Baliberkarya.com-Tabanan. Banyaknya suplai ayam potong secara ilegal dari Jawa membanjiri Bali membuat peternak ayam potong lokal Bali yang terhimpun dalam Forum Peternak Rakyat Bali bangkrut dan diambang kepunahan jika Pemerintah Daerah Bali tidak segera turun tangan mengatasi persaingan tidak sehat tersebut.

Serbuan ayam potong ilegal dari Pulau Jawa menyerobot kebutuhan ayam potong di Bali ini membuat ratusan peternak lokal Bali yang bernaung dalam Peternak Rakyat Bali merugi. Parahnya, Peternak Rakyat Bali kini sudah tidak mampu lagi membeli pakan maupun bibit guna melangsungkan produksi ternak mereka.

Sebagai aksi protes akibat over suplai ini, puluhan Peternak Rakyat Bali turun ke jalan dengan menggelar aksi bagikan ribuan ayam potong jenis broiler kepada masyarakat secara gratis diareal parkir Gedung Mario Tabanan, Senin (31/8/2020).

Selain membagikan ribuan ayam potong (ayam broiler) kepada masyarakat secara gratis areal parkir Gedung Mario Tabanan, pembagian ayam potong secara gratis oleh Peternak Rakyat Bali juga dilakukan di Polres Tabanan. Tak menunggu lama, seribu ekor lebih ayam potong gratis yang diangkut menggunakan mobil pick up pun langsung ludes diambil yang sebelumnya sudah mengantri.

"Seribu ekor lebih ayam dengan berat 2 sampai 3 kilo dibagikan dari perhimpunan peternak di seluruh Bali. Aksi pertama dan spontanitas ini merupakan bentuk keprihatinan kami," ucap Ketua Asosiasi Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Broiler Bali, I Ketut Yahya Kurniadi seraya menyebut akan membagikan ayam potong secara gratis kepada warga secara bertahap dan menyasar Kota Denpasar dan sekitarnya.

Menurut Yahya, sepanjang persediaan stok ayam potong ilegal meluber dari Jawa, Peternak Rakyat Bali akan terus merugi. Yahya mengaku efek domino masuknya ayam potong ilegal dari Jawa yang dibiarkan tanpa dikendalikan Pemda Bali khususnya Dinas Peternakan dan menurunnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19 membuat Peternak Rakyat Bali merugi ratusan miliar tiap bulan selama 6 bulan belakangan ini.

Peternak Rakyat Bali berharap agar dua Pergub yakni Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 6 Tahun 2013 tentang pola kemitraan dan Pergub Nomor 99 Tahun 2018 tentang pemanfaatan produk lokal yang dinilai mereka "mandul" bak macan ompong itu bisa dijalankan dengan serius oleh Pemerintah Daerah Bali.

Yahya menuturkan jika dilihat sebelumnya, dalam perhari total ayam masuk rata-rata 100 persen dan telah dikurangi sebesar 50 sampai 60 persen. Meskipun pengurangan tersebut telah dilakukan, akan tetapi over suplai ayam potong di Bali masih tetap terjadi. 

"Kita tidak mampu memelihara ayam potong lagi karena. Pokoknya saja sudah dikisaran harga Rp 19.500. Bukan untung kita dapatkan melainkan buntung jika dilihat dari jumlah tersebut," tuturnya.

Terkait kondisi ini, Peternak Rakyat Bali berharap pemerintah harus segera melakukan evaluasi. "Saat ini sudah ada 2 Pergub yang mengayomi kita. Akan tetapi, saat ini tidak ada yang jalan dan tidak ada yang mengawasi juga," sentilnya.(BB).


TAGS :

Komentar