Mimih! Arus Balik ke Bali Hasil Rapid Test 14 Reaktif dan 3 Positif Covid-19

Pemeriksaan terhadap penumpang arus balik ke Bali yang sebelumnya mudik ke Jawa saat libur Lebaran sejak Kamis (28/5) kemarin hingga Jumat ini menemukan belasan reaktif setelah di rapid test di Gilimanuk dan tiga orang terindikasi positif Covid-19.

Baliberkarya.com-Jembrana. Pemeriksaan terhadap arus balik ke Bali yang sebelumnya mudik ke Jawa saat libur Lebaran sejak Kamis (28/5) kemarin hingga Jumat ini menemukan belasan reaktif setelah di rapid test di Gilimanuk. Bahkan dari belasan yang ditemukan reaktif tersebut ada tiga orang terindikasi positif Covid-19 dimana ketiganya berasal dari Jawa. 

Informasi yang dihimpun, di hari pertama hingga Jumat sore, petugas gabungan memeriksa ratusan orang yang masuk Bali dari zona merah. Mereka kemudian diwajibkan menjalani rapid test di tempat pemeriksaan di gedung ASDP di teluk Gilimanuk. 

Hasilnya ditemukan 14 orang hasil rapid tesnya reaktif. Mereka ada yang berasal dari beberapa daerah di Bali seperti Tabanan, Denpasar, Badung, Buleleng termasuk Jembrana serta dari luar Bali seperti Semarang, Bandung dan Banyuwangi. 

Dengan adanya temuan orang masuk Bali hasil rapid test nya reaktif itu, petugas kemudian berkoordinasi dengan gugus tugas. Sebelum akhirnya mereka dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

"Dari data yang kita punya pemeriksaan dari kemarin, kita temukan 14 orang masuk Bali reaktif setelah di rapid test," terang Jubir Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Jembrana dr IGA Putu Arisantha, dikonfirmasi wartawan, Jumat (29/5/2020).

Hari pertama telah memeriksa 491 orang masuk Bali dan hasilnya 14 orang reaktif. Yang terbanyak dari Banyuwangi. Namun ada juga dari Denpasar, Buleleng, Badung dan warga Jembrana, yakni dari Pengambengan, Negara.

Sesuai kebijakan penanganan Covid-19 Gugus Tugas Provinsi Bali, warga non KTP Bali yang reaktif langsung dipulangkan kedaerah asal. Sementara dari 14 orang selain 7 orang dari banyuwangi, sisanya  merupakan warga KTP Bali.

Mereka yang dari Bali masing-masing, dari Kabupaten Tabanan 2 orang, Pengambengan, Negara 1 orang, Buleleng 3 orang serta Denpasar 1 orang. 

Untuk warga Jembrana langsung dirawat di RSU Negara dengan status PDP. Sedangkan warga Kabupaten lainnya sudah dirujuk ke Wisma Bima Kuta, Badung dengan menggunakan ambulance milik Pemkab Jembrana.

"Sehingga total jumlah warga masuk Bali yang dinyatakan reaktif sejak diberlakukannya test rapid di pos pemeriksaan Gilimanuk sebanyak 39 orang," ujarnya.

Sementara, jumlah PDP Jembrana kembali bertambah menjadi 28 orang. 25 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh dan dipulangkan. Selain warga Pengambengan yang reaktif dari rapid test di Gilimanuk Jumat sore, ada dua PDP lainnya yang juga masih menjalani perawatan di RSU Negara. 

Masing-masing warga Desa Pengambengan dan penduduk Gilimanuk ber KTP Buleleng yang bekerja disalah satu BUMN. Sedangkan kasus positif covid-19 di Jembrana masih tetap berjumlah 15 orang dimana 11 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh. 

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susila Artha Permana mengatakan sesuai SE Gubernur Bali Nomor 10925 tahun 2020 tentang pengendalian perjalanan orang pada pintu masuk wilayah Bali dan percepatan penanganan Covid-19, mensyaratkan wajib mengantongi hasi rapid test negatif bagi warga yang hendak menyeberang ke Bali melalui pelabuhan.  

"Aturan ini diberlakukan menyusul rencana penerapan tatanan normal baru serta menekan laju penyebaran covid-19 di Provinsi Bali," tuturnya.

SE itu juga sudah diperkuat dengan surat edaran Kementerian perhubungan dan sudah dilakukan sosialisasi sebelumnya. Diantaranya melalui pemasangan spanduk, pamflet disejumlah titik dari pelabuhan hingga wilayah Kabupaten Banyuwangi seperti kantor samsat, terminal hingga kelurahan. 

“Jadi SE itu tegas mengatur warga yang hendak menyebarang ke Bali harus mengantongi surat negatif Covid-19 minimal melalui pemeriksaan rapid test," lanjutnya.

Bahkan kordinasi secara intens sudah dilakukan gugus tugas kepada ASDP Ketapang, Banyuwangi, kepada penumpang wajib memiliki suket negatif hasil uji rapid test saat melakukan pembelian tiket penyeberangan.

"Perkecualian hanya diberikan kepada penumpang angkutan logistik dan sembako, tenaga medis, perjalanan pasien dan PNS, maupun TNI/Polri yang dilengkapi dengan surat tugas," tutupnya.

Disisi lain Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol I Gusti Nyoman Sudarsana dikonfirmasi melalui ponselnya hingga Jumat sore situasi arus balik dari Jawa masuk Bali masih sangat kecil. Arus masuk Bali masih didominasi truk-truk pengangkut sembako.(BB).


TAGS :

Komentar