Gede Ngurah Wididana: Pembinaan UMKM Tak Lupa Meningkatkan SDM

baliberkarya
Baliberkarya.com-Tabanan. Direktur Utama PT Karya Pak Oles Group Dr. Ir Gede Ngurah Wididana M. Agr mengatakan, upaya pembinaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)  hendaknya tidak melupakan  berbagai  upaya untuk meningkatkan  kualitas  sumber daya manusia (SDM). Hal itu sangat penting, kreatif, inovatif dan kerja keras.
 
 
“Komoditas produk  menekankan pada peningkatan mutu  itu akan mampu diserap pasaran lokal, nasional dan ekspor karena daya beli konsumen semakin membaik,” kata Gede Ngurah Wididana yang akrab disapa Pak Oles ketika tampil sebagai pembicara utama dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGB) yang bertema UMKM Naik Kelas, Masalah Peluang dan Solusi di Tabanan, Sabtu (30/3).
 
Kegiatan yang digelar Internasional Council For Small Business (ICSB) Tabanan menampilkan tiga pembicara yang dimeratori oleh Bagus Arya Kusuma, S.Sos, MM.  Dua pembicara lain Sekjen ICSB Bali,  Sutrisna Dewi  serta Kepala Bidang (Kabid) UKM Dinkop Kabupaten Tabanan, Ketut Antara.
 
 
Pak Oles yang juga Calon Legislatif DPR RI dari Partai Demokrat nomor urut tiga daerah pemilihan Bali menambahkan,  dalam mengembangkan UMKM itu sangat tergantung dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Masyarakat nusantara umumnya sangat mencintai produk Indonesia, namun perlu diimbangi dengan upaya mempertahankan mutu produk, pelayanan yang cepat dan mudah didapatkan di tempat-tempat strategis.
 
GNW 14.3 yang sukses mengembangkan perusahaan yang berbasis obat-obatan tradisional itu menjelaskan, pengusaha sukses di Indonesia umumnya memulai usaha dengan merintis UMKM memiliki modal Rp 50 juta. 
 
 
UMKM yang dikelola dengan penuh semangat, kreatif dan kerja keras selama ini umumnya mengalami perkembangan dan kemajuan, sehingga UMKM naik kelas akan dapat terealisasi dengan baik. Kemajuan dan perkembangan UMKM secara mudah dapat dilihat dari jika usaha tersebut aset dan omsetnya meningkat serta memperoleh keuntungan, ujar Pak Oles.
 
Sekjen ICSB Provinsi Bali Sutrisna Dewi mengatakan, calon wirausaha umumnya dari kalangan millennial tersedia banyak sumber pendanaan untuk mengembangkan UMKM di sejumlah kementerian, Badan Usaha Milik Negara (UMKM) maupun di tingkat pemerintah kabupaten/kota dan provinsi.
 
 
Namun hal itu melalui proses penyusunan proposal dan persaingan yang sangat ketat karena menyangkut seluruh daerah di nusantara.  Meskipun demikian dengan memiliki gagasan, keberanian dan kemampuan dalam menyusun proposal terhadap rencana pengembangan suatu usaha selama ini sudah banyak generasi muda Bali memperoleh dana untuk modal mengembangkan UMKM.
 
Dana modal merintis UMKM dari kementerian itu umumnya tidak mengembalikan, namun diharapkan dapat berkembang sesuai proposal yang diajukan yang sebelumnya telah dinyatakan lolos dalam seleksi yang sangat ketat. Wirausaha pemula itu umumnya mengalami kesulitan dalam bidang permodalan, karena bank penyaluran kredit tidak serta merta akan menyetujui kredit usaha rakyat (KUR) yang diajukan mendapat persetujuan.
 
 
Kepala Bidang UKM pada Dinas Koperasi Kabupaten Tabanan, Ketut Antara menjelaskan, pihaknya mempunyai program magang bagi pemula pelaku UMKM. Dengan program magang di sejumlah UMKM dan perusahaan yang sudah mapan diharapkan mereka bisa menimba ilmu, memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam merintis mengembangkan suatu usaha.
 
Kabupaten Tabanan sebagai daerah gudang beras di Bali memiliki potensi besar dalam mengembangkan UMKM berbasis bidang pertanian, perikanan dan peternakan. Sangat diperlukan pelaku UMKM yang memiliki keberanian untuk mengembangkan usaha dengan memanfaatkan potensi yang sangat besar, ujar Ketut Antara. (BB)

TAGS :

Komentar