'Cabut Remisi Susrama', Ribuan Warga Denpasar Tanda Tangani Kain Putih

istimewa
Baliberkarya.com-Denpasar. Penolakan masif terhadap remisi tersangka pembunuhan jurnalis Radar Bali, AA Bagus Narendra Prabangsa terus dilakukan. 
 
 
Aksi kali ini Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) melakukan penggalangan dukungan tanda tangan pada spanduk, Minggu (3/2) pagi dimulai pukul 07.00 wita sampai selesai bertempat di depan Monumen Bajra Sandhi Puputan Renon, Denpasar. 
 
Koordinator Aksi Nandhang R.Astika mengatakan, aksi menggalang dukungan berupa tanda tangan dengan format jogging sambil bersolidaritas pada perjuangan cabut remisi pembunuh jurnalis, dirasa tepat menyasar warga yang tengah melakukan olahraga di hari  Minggu Car Free Day di kota Denpasar.
 
 
 
"Full tanda tangan ribuan ada mungkin ya soalnya itu spanduk panjangnya 6-7 meter itu full tanda tangan warga," ucapnya Minggu (3/2/ malam. 
 
Pihaknya mengaku akan melakukan aksi yang sama melalui penggalangan dukungan tanda tangan, menuntut agar remisi Susrama dicabut hingga Presiden RI Joko Widodo membatalkannya atau mencabutnya, namun untuk waktunya Nandhang belum bisa memastikan.
 
 
 
Seperti diberitakan, penolakan akan remisi pembunuh jurnalis Radar Bali AA Bagus Narendra Prabangsa, I Nyoman Susrama muncul masif dari kalangan jurnalis di seluruh Indonesia. Dan di Bali, jurnalis yang tergabung dalam Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) menuntut kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) agar mencabut remisi Susrama yang merupakan otak dari pembunuhan berencana Prabangsa.
 
Prabangsa dibunuh secara keji pada tahun 2009 lantaran memberitakan kasus korupsi dimana I Nyoman Susrama terlibat didalamnya.
 
Kini, muncul isu santer jika remisi tersebut akan dibatalkan, melihat perkembangan dinamika yang ada dimana Jokowi terlihat mengunjungi kantor pusat Koran Jawa Pos di Surabaya, baru-baru ini.(BB)

TAGS :

Komentar