Revitalisasi Pasar Tradisional Bikin Mantra-Kerta Tetap Diatensi Masyarakat Kecil Buleleng

Baliberkarya
Baliberkarya.com-Buleleng. Pasangan calon (Paslon) nomor urut 2 yakni Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) yang diusung oleh Koalisi Rakyat Bali (KRB) ternyata tetap diatensi dan dikenal masyarakat kecil di Buleleng. 
 
 
Ternyata banyak masyarakat kecil yang kenal dengan Rai Mantra dan Sudikerta. Padahal seperti diketahui di Buleleng merupakan basis PDIP yang memiliki paslon sendiri. 
 
Hal itu disampaikan kader Partai Demokrat asal Buleleng I Nyoman Sarjana. Sarjana mengisahkan, saat sosialisasi di beberapa pasar tradisional, Rabu sore (18/4/2018), sambutan masyarakat langsung menyebut Paslon Mantra-Kerta. 
 
 
"Kita perhatikan tadi, yang menyebut justeru para pedagang kecil, masyarakat kecil yang tidak paham politik atau minimal Cagub yang diusung dalam Pilgub Bali kali ini. Saat masuk pasar kami tidak sulit sosialisasi karena mereka sudah mengenal Paslon Mantra-Kerta, baik figur Rai Mantra maupun figur Sudikerta," ujarnya.
 
Ia menjelaskan, atensi dan animo masyarakat selama ini saat dirinya dan tim turun ke lapangan, baik ke pasar tradisional, bale banjar, dan beberapa titik lainnya, pengenalan terhadap figur Rai Mantra dan Sudikerta kalau dikalkulasi sudah dikenal hampir 65 persen. 
 
 
Kondisi ini sangat menguntungkan timnya, karena tim yang turun tidak terlalu sulit memperkenalkan figur Rai Mantra dan Sudikerta. "Banyak yang sudah kenal. Malah mereka sendiri yang menyebut kedua nama itu. Tinggal kita perkuat dengan sosialisasi program," ujarnya.
 
Menurutnya, visi kesejahteraan pedagang kecil dengan revitalisasi pasar tradisional dengan konsep Nawacandra sudah saatnya, dilaksanakan dengan konsep aksi simpatik. Salah satunya mengadakan blusukan pasar tradisional. 
 
 
Pada hari ini timnya blusukan di Pasar Banyuasri Buleleng Bali. Animo masyarakat terhadap figur Mantra Kerta ternyata diketahui masih sangat tinggi mencapai 65 persen masyarakat. 
 
Tim KRB Buleleng ini langsung dielu-elukan masyarakat karena membawa nama Rai Mantra dan Sudikerta. "Saya pendukung Rai Mantra dan berharap pedagang kecil jangan sampai tergusur oleh pasar modern," ujar Ibu Desak kepada tim KRB Buleleng. 
 
 
Lain halnya dengan pedagang tipat cantok, ibu Dewa Astawa. Dia sangat berharap KRB bisa menang dan dirinya kagum dengan sosok Rai Mantra. "Saya kagum dengan siapa itu, Pak Ida Bagus Rai Mantra," ujarnya gugup dan berharap Rai Mantra dan Sudikerta bisa memimpin rakyat Bali.
 
Sosialisasi yang dilakukan Tim KRB di Pasar Banyuasri diakhiri dengan pertemuan beberapa pedagang sambil menikmati tipat cantok khas Buleleng. (BB).

TAGS :

Komentar