Bertahan Ditengah Pendemi, Trisno Nugroho: Bali Pengalaman Hadapi Guncangan Pariwisata

Kepala KPw BI Provinsi Bali Trisno Nugroho menjadi narasumber dalam talkshow “Strategi Perbankan dalam Pemulihan Ekonomi dan Pariwisata Kabupaten Karangasem di Masa Pandemi Covid-19”.

Baliberkarya.com-Karangasem. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio membuka acara secara virtual acara Karangasem Cultural Movement Carnival 2020. Dalam kesempatan itu, Menparekraf Wishnutama mengapresiasi acara promosi pariwisata yang digelar ditengah Pandemi Covid-19 tersebut.

"Saya mengapresiasi kegiatan ini karena akan mendorong lebih cepat pemulihan pariwisata dan ekonomi masyarakat," kata Menparekraf Wishnutama dalam sambutan singkatnya saat membuka acara tersebut secara virtual, Rabu malam (28/10/2020) di Taman Soekasada Ujung, Karangasem.

Ajang Karangasem Cultural Movement Carnival 2020″ yang berlangsung mulai tanggal 28-30 Oktober dengan tagline “Pariwisata Pulih Karangasem Bangkit” dirangkai pula dengan talkshow “Strategi Perbankan dalam Pemulihan Ekonomi dan Pariwisata Kabupaten Karangasem di Masa Pandemi Covid-19”.

Talkshow menghadirkan Pjs. Bupati Karangasem I Wayan Serinah, Kepala KPw BI Provinsi Bali Trisno Nugroho, Dirut BPD Bali I Nyoman Sudharma serta pengurus PHRI Bali IB Purwa Sidemen. Dan diakhir acara digelar Launching “E- Ticketing Taman Soekasada Ujung” dan Penyerahan Sertifikat DTW. Melalui pembayaran tiket wisata secara elektronik ini diharapkan akan memberi kenyamanan dalam bertransaksi.

Kepala KPw BI Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan pihaknya sudah mengundang dubes Cina dan Vietnam untuk mengabarkan ekonomi negara mereka yang tumbuh positif. Sementara Indonesia pertumbuhan ekonominya memang masih minus 5,38 persen dan Bali -10 persen lebih, sementara daerah lain di Indonesia hanya satu digit.

"Bali bisa bertahan karena punya pengalaman menghadapi guncangan pariwisata. Selain itu, tak semua kabupaten pilar ekonominya bergantung pariwisata. Hanya Badung, Denpasar dan Gianyar yang paling terdampak dari pandemi Covid-19 ini karena pilar ekonominya pariwisata," kata Trisno.

Menurutnya, kunjungan wisatawan sudah mulai naik, meski baru berkisar 3-5 ribu, padahal sebelumnya puluhan ribu perharinya. 

"Kondisinya sudah mulai membaik. Kita tak boleh berhenti dan menyerah. Harus terus ada kegiatan dan upaya-upaya untuk membangkitkan ekonomi. Apalagi potensi UMKM di Bali sangat besar," harapnya.

Dalam kesempatan ini, Trisno juga menyebut pentingnya memanfaatkan teknologi digital dalam berpromosi dan melakukan pemasaran. Selain itu, dalam bertransaksi ada QRIS yang lebih cepat, mudah dan transparan.

Sementara, Pjs. Bupati Karangasem Wayan Serinah juga mengaku optimis pandemi ini bisa turun dan pariwisata akan pulih dengan menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Dirut BPD Bali I N Sudharma mengatakan berbagai upaya untuk menguatkan UMKM dilakukan di antaranya pemberian subsidi bunga dan jaminan sehingga diharapkan dengan upaya tersebut UMKM bisa bangkit dan berjalan usahanya.

Sedangkan, IB Purwa Sidemen mewakili PHRI Bali mengatakan event ini sangat dibutuhkan untuk pemulihan dan menjadi penyemangat dalam upaya memulihkan pariwisata. Apalagi Bali mengandalkan pariwisata sehingga harus bisa segera bangkit. 

"Saya melihat data Covid yang belum turun signifikan. Sebab kalau sampai kena yang kedua, maka dampaknya bisa lebih buruk," pungkasnya.(BB).


TAGS :

Komentar