Denpasar Tuan Rumah HUT ke-30 WHDI

WHDI Bali Ajak Tingkatkan Solidaritas

  18 Februari 2018 TOKOH Denpasar

humas Denpasar

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baliberkarya.com-Denpasar. Kota Denpasar menjadi tuan rumah peringatan puncak HUT Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Bali ke-30 dengan tema menjaga keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) bertempat di Kampus ISI Denpasar, Minggu (18/2). 
 
 
 
Peringatan HUT WHDI diawali dengan lomba membuat gebongan, yang diikuti pengurus WHDI masing-masing kabupaten/kota, lomba macepat remaja dan lomba tari Legong Tri Sakti. 
 
Acara dihadiri Ketua WHDI Provinsi Bali Bintang Puspayoga, Istri Menteri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Sri Mega Sandjojo dan Istri Menteri Pertahanan Nora Ryamizard Ryacudu, Plt Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Ketua WHDI Kota Denpasar Antari Jaya Negara dan Ketua DWP Kota Denpasar Kerti Rai Iswara.
 
Memeriahkan pelaksanaan Hut WHDI tampak Plt Walikota Denpasar IGN Jaya Negara menabuh mengiringi Tari Legong Tri Sakti. Ketua WHDI Provinsi Bali yang juga Istri Menteri Koperasi Bintang Puspayoga mengatakan, dengan mengangkat tema solidaritas diharapkan WHDI diusianya yang ke-30 tahun dapat semakin meningkatkan kerjasama antar umat, pemerintah termasuk juga intern WHDI itu sendiri. Dengan demikian diharapkan dapat mewujudkan WHDI yang cerdas dan profesional. 
 
 
 
“Dengan meningkatkan solidaritas ini WHDI mampu menjaga Negara Kesatuan RI yang Kita cintai ini,” ujarnya, sembari mengatakan program WHDI telah melakukan berbagai kegiatan kemasyarakatan termasuk juga kegiatan sosial.
 
Ketua WHDI Kota Denpasar Antari Jaya Negara mengatakan, saat ini Kota Denpasar ditunjuk sebagai tuan rumah HUT ke-30 WHDI. Serangkaian kegiatan telah dilaksanakan sejak pagi mulai dari lomba-lomba dan juga melaksanakan berbagai pameran dari masing-masing kabupaten/kota. 
 
“Kami harapkan melalui HUT WHDI ini dapat meningkatkan kreativitas anggota WHDI di seluruh kabupaten/kota se-Bali,” ujarnya. 
 
Untuk lomba-lomba yang dilaksanakan menurut Antari ada beberapa kriteria yang harus diikuti oleh semua peserta. Seperti lomba membuat gebogan yang diikuti pengurus WHDI kabupaten/kota dengan waktu yang disediakan hanya 90 menit. Disamping itu dalam membuat geboban peserta harus menggunakan buah lokal yang dikombinasikan dengan jajan tradisional.
 
Sedangkan untuk lomba macepat diikuti anak-anak remaja dimana waktu yang disediakan hanya 15 menit. Dalam lomba ini materi yang dibawakan peserta dapat memilih diantaranya pucung, ginanti dan mas kumambang. 
 
Untuk lomba tari Legong Tri Sakti, Antari menyampaikan pesertanya diikuti masing-masing kabupaten/kota dengan mengirim 1 grup dari sanggar tari. Dimana masing-masing grup terdiri atas 3 orang penari. Dari rangkaian kegiatan ini, Antari mengharapkan dapat melestarikan adat dan budaya Bali melalui generasi muda.
 
 
 
Sementara, Ketua Panitia Penyelenggara IA Suwamini menyampaikan berkaitan HUT ke-30 WHDI telah dilaksanakan berbagai kegiatan. Sebelumnya WHDI juga melaksanakan bakti sosial yang bekerjasama dengan Prima Medika dalam memberikan pelayanan kesehatan pada para pengungsi gunung Agung. Termasuk juga melakukan pelatihan banten otonan di desa Dangin Puri Kauh. Disamping itu pada puncak HUT kali ini ditampilkan tari telek dan barong serta tari sekar jepun.(BB)