Tingkatkan "Menyama Braya", RWM Al-Muhajirin Denpasar Bagikan 2 Ribu Daging Kurban

  22 Agustus 2018 SOSIAL & BUDAYA Denpasar

Baliberkarya

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baliberkarya.com-Denpasar. Bali memang ibarat menjadi rumah toleransi dan miniatur pluralitas dan kebhinekaan NKRI. Buktinya, dalam setiap perayaan hari raya keagamaan, umat lintas agama saling membantu dan menunjukkan toleransi.
 
 
Rasa persatuan dan "menyama braya" lintas umat beragama juga semakin mengakar kuat di Bali. Hal ini juga tampak dalam perayaan Idul Adha tahun 2018 kali ini di seluruh Bali. Salah satunya di Sekretariat Rukun Warga Muslim (RWM) Al-Muhajirin, Banjar Munang-Maning, Denpasar Barat.
 
Baik warga muslim maupun non muslim seperti warga Hindu saling membantu menyembelih hewan kurban baik kambing maupun sapi. Dalam perayaan Idul Adha kali ini, di tempat ini ada 20 ekor kambing dan 8 ekor sapi kurban yang disembelih.
 
 
Setelah dipotong lalu dikemas menjadi 2.000 kantong daging kurban sebelum akhirnya dibagikan untuk warga di sekitar dan warga di luar wilayah banjar tersebut, baik kepada warga warga muslim maupun non muslim.
 
Kepala Lingkungan Kubu Padi, Banjar Munang-Maning Hari Susilo mengatakan nuansanya toleransi dan kebersamaan lintas umat beragama dalam perayaan Idul Adha di wilayahnya memang sudah menjadi tradisi. Warga dari beragama latar belakang agama juga sangat mengutama peraturan dan kedamaian.
 
 
Wakil Ketua Senkom Polri, Hari Susilo
 
"Ini bentuk kebhinekaan, persatuan, dan persaudaraan. Kami komitmen membina manyama braya. Sebab kerukunan yang kita utamakan. Kalaupun ada masalah selalu dimusyawarahkan," katanya.
 
Sementara itu, momen perayaan Idul Adha tahun ini juga diwarnai keprihatinan, rasa simpati dan empati terhadap korban gempa Lombok yang terus bertambah. Pihak RWM Al-Muhajirin juga tergerak mengulurkan bantuan dengan mengirim sejumlah relawan ke Lombok. Mereka menyerahkan sumbangan dana, sembako dan pakaian layak pakai.
 
"Perayaan Idul Adha ini fokus kita juga pada masalah kebencanaan di Lombok. Kami siap merasa prihatin," jelas Hari Susilo yang juga Wakil Ketua Sentra Komunikasi Mitra (Senkom) Polri Provinsi Bali.
 
 
 
Ia mengaku pihaknya di Senkom Polri Provinsi Bali selaku mitra binaan Polri dalam hal menjaga kebersihan (keamanan dan ketertiban masyarakat) juga punya tim dan relawan kebencanaan. 
 
"Cakupan kerja kami di seluruh Bali. Jadi tim kebencanaan ini bergerak membantu masyarakat yang kena bencana di daerah termasuk juga ke luar Bali seperti di Lombok," jelasnya mengakhiri.(BB).