Tingkatkan Digitalisasi Bisnis, Ratusan Mahasiswa STMIK Primakara Dampingi Koperasi dan UMKM Binaan BPD Bali

  18 Maret 2022 PENDIDIKAN Denpasar

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baliberkarya.com-Denpasar. Selama tiga bulan, mahasiswa semester IV STMIK Primakara yang berasal dari Program Studi Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, dan Teknik Informatika melakukan pendampingan dan pembinaan kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan koperasi di Kota Denpasar, Bali dalam meningkatkan digitalisasi di bidang usaha dan bisnisnya.

Pendampingan dan pembinaan sebanyak 155 mahasiswa STMIK Primakara di 10 koperasi dan 41 usaha mikro kecil menengah (UMKM) mitra Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM dan Koperasi. Mahasiswa akan dibagi ke dalam beberapa kelompok, dimana setiap kelompok akan melakukan pendampingan pada satu mitra. 

Bisnis dan Digitalisasi UMKM akan diselenggarakan melalui kerjasama STMIK Primakara dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar serta Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali di Denpasar, Jumat sore (18/3/2022). Melalui kerja sama ini mahasiswa STMIK Primakara diharapkan mampu mendampingi bisnis dan digitalisasi UMKM dan Koperasi di wilayah Denpasar (Koperasi) dan UMKM di wilayah (SARBAGITA). 

Usai penandatangan pendampingan UMKM dan koperasi, Ketua STMIK Primakara Made Artana mengatakan pendampingan dan pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM dan koperasi. Namun tidak menutup kemungkinan mahasiswa juga dapat melakukan kegiatan tambahan di luar digitalisasi UMKM dan koperasi, yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra pendampingan. 

"Peningkatan kapasitas UMKM dan Koperasi berfokus pada proses digitalisasi UMKM dan Koperasi," kata Made Artana. 

Made Artana mengakui proses pendampingan dan pembinaan mitra UMKM dan koperasi oleh mahasiswa berlangsung selama tiga bulan. Dimana mahasiswa akan dibagi ke dalam beberapa kelompok, Setiap kelompok akan melakukan pendampingan pada satu mitra. Satu kelompok mahasiswa beranggotakan tiga orang dan berasal dari program studi yang berbeda. 

"Kami harapkan mahasiswa mampu mendampingi bisnis dan digitalisasi UMKM dan koperasi di wilayah Denpasar," harap Made Artana. 

Menurutnya, pembagian kelompok ini akan ditentukan oleh Komisi Bisnis dan Digitalisasi UMKM. Komisi ini juga menugaskan satu orang dosen pembimbing untuk setiap kelompok mahasiswa guna melakukan pemantauan proses pendampingan yang dilakukan mahasiswa.

"Kami harapkan peran mahasiswa dapat membantu mengatasi permasalahan ekonomi yang dihadapi masyarakat melalui upaya peningkatan kesadaran/sikap, wawasan/pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan," terangnya. 

Tak hanya itu, lanjut Made Artana, dalam hal ini mahasiswa juga diharapkan mampu menerapkan konsep pemberdayaan masyarakat melalui inovasi teknologi yang dilaksanakan dalam tim kerja yang bersifat interdisipliner dan kolaboratif. Termasuk juga membangun kemitraan dengan pemangku kepentingan terkait dalam mewujudkan program.

"Harus mampu membangun softskill mahasiswa agar bisa memiliki jiwa kewirausahaan, termasuk mencakup kemampuan 'public speacking', kemampuan berkolaborasi, bekerja sama dalam tim, berpikir kreatif, memecahkan masalah di dunia nyata dan dapat berkontribusi langsung pada masyarakat khususnya untuk UMKM," tegas Made Artana. 

Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar Dr. I Dewa Made Agung mengatakan pihaknya berterima kasih kepada STMIK Primakara karena telah menerjunkan mahasiswanya untuk mendampingi UMKM dan koperasi di Denpasar.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada STMIK Primakara. Kami berharap UMKM dan koperasi yang mendapatkan pendampingan dan pembinaan untuk mengikuti secara cermat. Sehingga di zaman digital ini dalam pembuatan, pengemasan, pemasaran dan manajemen usahanya menyesuaikan era globalisasi," tuturnya.

Sementara, Kepala Divisi Perencanaan dan Strategis Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali I Komang Wiratna Jaya mengungkapkan dengan pendampingan dan pembinaan UMKM dibawah binaan BPD Bali oleh mahasiswa STMIK Primakara diharapkan kedepan bisa lebih berdaya saing. Ia mengaku sangat terbantu dengan program STMIK Primakara ini. 

"Saya kira apa yang dilakukan STMIK Primakara sangat mulia dengan pendampingan dan pembinaan secara langsung kepada UMKM binaan kami (BPD Bali)," ungkap Komang Wiratna Jaya. 

Selama ini, lanjut Komang Wiratna Jaya, UMKM binaan BPD Bali sudah sering diberikan pembinaan, pelatihan, hingga pameran, namun untuk pendampingan langsung seperti yang dilakukan STMIK Primakara sangat terbatas. 

"Di BPD Bali sebenarnya tidak fokus pada pembinaan saja, selama ini kami juga melakukan peningkatan kapasitas namun memang sangat terbatas," pungkasnya.(BB).