Rekonstruksi Terungkap, Begini Skenario Dewa Saraf Cs Habisi Dewa Satria

  05 Juli 2016 PERISTIWA Gianyar

Baliberkarya

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baliberkarya.com - Gianyar. Jajaran Polres Gianyar hari ini, Selasa (5/7/2016) melakukan rekonstruksi pembunuhan Dewa Artawan alias Dewa Satria, anggota ormas Laskar Bali yang tewas dibantai beramai-ramai di Banjar Dentiyis, Desa Batuan, Sukawati, Gianyar.

Dalam gelar perkara kali ini, Polres Gianyar menghadirkan 7 orang tersangka, lebih lengkap dari pra rekonstruksi yang hanya menghadirkan 6 orang. Pasalnya, saat ini menghadirkan tersangka, Dewa Saraf, yang dikenal sebagai otak perencana pembunuhan sadis tersebut.

Pada rekonstruksi kali ini, tersangka yang membawa pedang berjumlah 5 orang dan berbeda pada prarekonstruksi jumlah tersangka yang membawa pedang hanya 2 orang. Sementara, 3 orang tersangka yang masih DPO diperankan oleh pihak kepolisian.

"Iya jumlah tersangka bertambah satu. Tersangka atas inisial DS (Dewa Saraf) yang berperan sebagai otak pembunuhan. Dialah yang menentukan siapa targetnya. Kebetulan korban memakai seragam yang menjadi incaran mereka dan motifnya balas dendam," ucap Kapolres Gianyar, AKBP Waluya Sik.

AKBP Waluya mengakui peran 3 tersangka tersebut yaitu 2 orang sebagai eksekutor dan 1 orang sebagai sopir.

"Tiga orang ini masih dalam pengejaran. Dua orang ikut mengejar membawa pedang dan seorang lagi sebagai sopirnya," jelasnya.

AKBP Waluya menyatakan jika Dewa Saraf yang mengatur semua strategi pembantaian berdarah itu. Dewa Saraf sebagai otak perencana pembunuhan yang menggemparkan masyarakat Bali itu tidak berperan dalam hal fisik. Sebagai bos, Dewa Saraf hanya duduk di atas mobil Suzuki Ertiga dan hanya mengamati dari jauh.

Menurut AKBP Waluya, pengaturan strategi dilakukan Dewa Syaraf di kawasan Badung. Usai mengatur strategi, Dewa Saraf dan 6 tersangka lainnya kemudian menyisir kawasan Gianyar untuk mencari target yang menjadi sasaran.

"Awalnya mereka (Dewa Syaraf cs) menyusun strategi di sebuah tempat di Badung. Lalu menyisir wilayah Gianyar dan dalam penyisiran itu dilihatkan orang yang membawa seragam yang menjadi target sehingga terjadilah pembunuhan itu," tandasnya. (BB).