Pemkot Denpasar Dukung Program "Hello in People" Bagi Para Lansia

  11 Juni 2016 HIBURAN Denpasar

Baliberkarya/ist

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baliberkarya.com-Denpasar. Proporsi penduduk lanjut usia (lansia) yang semakin besar membutuhkan perhatian dan perlakuan khusus dalam melaksankan pembangunan. Usia 55 Tahun ke atas merupakan tahap akhir dari proses penuaan yang memiliki dapak terhadap tiga aspek yakni biologis, ekonomi, dan sosial. Demikian dikatakan Rektor Universitas Dhyana Pura, Dr.dr. Made Nyandra, usai bertatap muka dengan Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Rabu (8/6/2016) di ruang kerjanya.
 
Lebih lanjut ia mengatakan, program Hello In People (Healthy, Long Lived, and Intelligence People)merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang bekerjasama dengan Perhimpunan Wredha Sejahtera Denpasar. Secara biologis, lansia akan mengalami proses penuaan secara terus menerus yang ditandai dengan penurunan daya tahan fisik dan rentan terhadap serangan penyakit. Secara ekonomi, umumnya lansia lebih dipandang sebagai beban daripada sumber daya, dan secara sosial, kehidupan lansia sering dipersepsikan secara negatif, atau tidak banyak memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
 
Maka untuk itu, Universitas Dhyana Pura Bali merancang program pendidikan intensif bagi lansia dengan tujuan agar para lansia terus berkiprah melakukan kegiatan fisik maupun psikologisnya agar tetap terjaga aktifitas berpikirnya. Selain itu juga diharapkan terus hidup sehat dan sejahtera serta mampu mempersiapkan beragam strategi dalam mendukung hak-hak lansia sehingga tetap dapat berkontribusi.
 
"Dari program ini kami berharap para lansia mendapat pengetahuan, wawasan, keterampilan, sehingga mampu hidup secara mandiri".  Selain itu mereka bisa menemukan komunitas baru dan dapat menunda penuaan sehingga memiliki umur panjang, sehat, bugar serta berpengetahuan. Made Nyandra menambahkan, adapun materi kuliah pendek ini meliputi brian gyam (keseimbangan otak), mencegah penyakit pikun, kesehatan mental di masa lansia, post power syndrom, dan ergonomi lansia. Untuk kegiatan praktek meliputi budidaya anggrek, yoga, olahan minuman herbal (loloh), dan budidaya tanaman hidroponik. Program ini tidak dikenakan biaya (gratis) dan waktu pelaksanaan setiap hari Sabtu dimulai dari pukul 09.00 sampai 11.00 bertempat di Jl. Menuh No 1 Denpasar. Sementara, Walikota Rai Mantra mengapresiasi serta menyambut baik program ini.
 
"Yang terpenting bagi para lansia itu mereka pelu hiburan serta kebersamaan sehingga akan memperpanjang angka harapan hidup," kata Rai Mantra.
 
Menurut dia, indikator peningkatan umur angka harapan hidup tersebut tak bisa dipisahkan dari masalah kesehatan. Khusus bagi para lansia, menurut Rai Mantra bahwa saat ini Pemerintah telah berupaya meningkatkan pemberdayaan lansia melalui berbagai program agar mereka bisa menjalani hidup lebih baik tanpa beban pikiran.
 
"Mereka perlu diberikan kebahagiaan dengan hati nurani, jangan dijadikan mereka sebagai beban tetapi dengan berkumpul, sudah menjadi salah satu kebahagiaan," katanya.
 
Pemkot Denpasar melalui SKPD telah melaksanakan beberapa program khusus bagi lansia sebagai bentuk pemberdayaan di luar usia produktif di antaranya posyandu lansia, kegiatan seni dan tari di sanggar, hingga kegiatan spiritual seperti metirtayatra. (BB).