Pedagang Liar Marak, Puluhan Pedagang Pasar Mesadu ke Lurah Gilimanuk

  20 Januari 2023 PERISTIWA Jembrana

Ket poto : Pedagang Pasar Umum Gilimanuk melakukan protes terhadap pihak Kelurahan dan Kepolisian terkait pedagang liar diluar pasar

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baliberkarya.com - Jembrana. Pedagang Pasar Umum Gilimanuk keluhkan pedagang lapak yang ada dilur pasar yang menduduku gang dan emperan toko berjualan ayam potong jauh lebih murah dari pada pedagang pasar. Akibatnya puluhan para pedagang mengadu ke Kelurahan Gilimanuk. Pedagang menilai para pedagang lapak diluar pasar sengaja membunuh pedagang di dalam pasar.

Akibat puluhan pedagang melakukan protes, pihak Kelurahan, Lantas Polsek Gilimanuk, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan pengelola pasar kembali turun kelapangan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Lurah Gilimanuk, IB Tony Wirahadikusu saat dikonfirmasi awak media  mamengatakan, pihaknya menerima aspirasi para pedagang Pasar Umum Gilimanuk terkait keluhan serbuan pedagang liar yang berjualan di luar pasar.

"Mereka mengeluhkan pedagang lapak di luar pasar yang menduduki emperan dan gang-gang, pedagang menilai mereka ingin mematikan usaha pedagang yang ada di dalam pasar lantaran berjualan lebih murah. Kondisi ini membuat pelanggan ayam potong di pasar beralih. Belum lagi pelanggan yang memiliki bon, juga tak lagi membeli ke pasar," terangnya Jumat (20/1/2023).

Menurutnya, kejadian ini bukan yang pertama kalinya, pihaknya akan melibatkan lagi pihak terkait untuk melakukan penertiban. "Pedagang pasar meminta agar mereka juga berjualan di dalam pasar, saat dikoordinasikan dengan pasar, lapak untuk pedagang di pasar Gilimanuk masih banyak dan cukup menampung seluruh pedagang yang berjualan diluar," ungkapnya.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Jembrana. "Kita akan sampaikan terkait keberadaan pedagang ayam potong yang berjualan diluar pasar Gilimanuk ini. Apakah nantinya dalam bentuk operasi pasar atau penertiban Satpol PP terkait Kamtibmas," jelasnya.

Pantauan awak media di lapangan saat dikonfirmasi awak media salah satu pedagang bernama Lukman 30 tahun menuturkan terkait perbedaan harga antara pedagang ayam potong di dalam Pasar Umum Gilimanuk dengan diluar. Dirinya mengakan, selisih harga cukup besar berkisaran Rp. 6000 rupiah. "Diluar mereka jual perkilo harganya Rp. 20.000 rupaih, kami didalam menjual perkilo Rp. 25.000 rupiah, ini sudah keterlaluan kami dapat untung tipis, saya heran dimana mereka beli ayam," keluhnya.

Dirinya berharap pedagang ayam potong yang berada diluar pasar untuk bersama-sama berjualan didalam pasar. Karena sepi, ayam potong pedagang di dalam pasar banyak yang tidak terjual dan dibawa pulang ke rumah. "Saat ini pedagang lapak diluar makin rame, kami kawatir lama-kelamaan dagangan kami didalam tidak akan laku," pungkasnya. (BB)