Arah Kade! Ternyata Kekerasan Seksual Terhadap Anak Marak di Jembrana

  11 November 2023 HUKUM & KRIMINAL Jembrana

Ilustrasi (Ist)

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baliberkarya.com - Jembrana. Kasus pencabulan terhadap anak di Kabupaten Jembrana cukup banyak, kasus yang saat ini terbaru, seorang bocah yang masih duduk dibangku sekolah dasar kelas empat SD di Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh orang dewasa. Anak tersebut menjadi korban pelecehan di dekat tempat korban bersekolah beberapa hari yang lalu. Saat ini pelaku sudah diamankan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Agus Riwayanto Diputra saat dikonfirmasi lewat whatsapp. “Memang benar pelaku sudah diamankan, akan tetapi kami tidak merilis kasus tersebut karena menjaga psikis dari anak sebagai korban,” terangnya. Sabtu (11/11/2023).

Pihaknya sangat perihatin adanya kejadian tersebut. Ia juga berharap peran orang tua untuk selalu menjaga anak-anaknya. "Kami cukup prihatin karena banyak anak-anak yang menjadi korban. Kami harap orang tua jangan mudah percaya meninggalkan anaknya sendirian, " ucapnya.

Lantaran pelaku sudah berhasil diamankan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut serta mengumpulkan barang bukti. "Pelakunya sudah kita amankan. Kita lengkapi berkasnya, ini baru kita lengkapi pemberkasannya, lalu kita kirim ke jaksa, " ujarnya.

Ditempat yang berbeda, saat dikonfirmasi Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Jembrana, Ida Ayu Sri Utami Dewi saat dikonfirmasi mengaku, saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya kasus tersebut. "Info dari Polres saat ini sedang melakukan lidik, " ungkapnya.

Agar kejadian tersebut tidak terulang lagi, dirinya sangat berharap bahwa nantinya pihak keluarga dan lingkungan benar-benar bisa lebih waspada dengan sekitar agar bisa menjaga anak-anakanya dengan baik. “Kami akan menempuh upaya-upaya pencegahan dengan dengan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan meningkatkan koordinasi dengan aparat-aparat kepolisian. Kami juga akan pantau kondisi korban terlebih dahulu,” jelasnya. (BB)