Apresiasi Tindakan Tegas Pangdam IX Udayana, APSI Bali Harap Semua Pihak Muliakan Profesi Satpam Sebagai Garda Terdepan Pengamanan Wilayah

  12 Oktober 2022 OPINI Denpasar

Foto kolase Ketua DPD APSI Provinsi Bali, Gede Risky Pramana (kiri baju biru) bersama Sekretaris DPD APSI Provinsi Bali Gede Oka Yudara (kanan baju putih).

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baliberkarya.com-Denpasar. Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (DPD APSI) Provinsi Bali sangat mengapresiasi langkah Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Sonny Aprianton yang tetap memerintahkan agar seorang anggota TNI berinisial MS berpangkat Sersan Kepala (Serka), memukuli seorang satpam alias sekuriti Shopee Xpress di gudang Shopee di Gianyar, Bali, Rabu (5/10/2022) lalu diproses secara hukum militer meski pelaku dan korban sudah berdamai.

Tentu saja langkah tegas Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Sonny Aprianton ini agar tugas pokok Satpam dalam pelaksanaannya mendapatkan perlindungan dari instansi yang berkaitan dengan kemanan dan pengamanan sangat diapresiasi Ketua DPD APSI Provinsi Bali, Gede Risky Pramana bersama Sekretaris DPD APSI Provinsi Bali Gede Oka Yudara.

"Kita dari DPD APSI (Asosiasi Profesi Satpam Indonesia) Provinsi Bali sangat mengapresiasi langkah Pangdam IX Udayana, dimana beliau mendudukkan perkara tanpa melihat anggota ini atau bukan," kata Sekretaris DPD APSI Provinsi Bali Gede Oka Yudara dalam pernyataannya kepada awak media Baliberkarya.com dikantornya Tri Jagabaya Bali di Denpasar, Rabu (12/10/2022).

Oka Yudara menegaskan APSI Bali sebagai asosiasi memperjuangkan profesi Satpam (Satuan Pengamanan) sebagai garda terdepan dalam mengamankan wilayah suatu perusahaan atau lembaga yang mereka amankan. "Kita sebagai asosiasi memperjuangkan juga seluruh Satpam (Satuan Pengamanan) yang bekerja di lapangan diberbagai sektor bahwa mereka memiliki payung organisasi yang mewadahi mereka sehingga dalam mereka bertugas memiliki rasa aman karena ada yang memperjuangkan hak-haknya," tegas Oka Yudara yang juga dikenal sebagai Waketum Pengprov Persatuan Binaraga dan Fitnes Indonesia (PBFI) Bali ini.

Lebih jauh Oka Yudara mengakui dari kasus pemukulan Satpam oleh oknum anggota TNI ini pihaknya bisa belajar bahwa seringkali profesi Satuan Pengamanan (Satpam) itu kurang mendapat dukungan, terutama mereka sering sekali memperlakukan Satpam seperti pegawai pada umumnya, padahal Satpam itu profesi yang memiliki sertifikasi dan Satpam memiliki tanggungjawab yang cukup besar di bidang pengamanan.

Foto: Sekretaris DPD APSI Provinsi Bali Gede Oka Yudara. 

"Kita harap kedepannya terkait Satpam agar semua pihak mendukung ikut juga memuliakan profesi Satpam bahwasanya Satpam ini adalah profesi sebagai garda terdepan untuk semua industri ataupun bidang usaha karena Satpam ini adalah satuan tugas yang memiliki tanggungjawab yang cukup besar," harap Oka Yudara yang diketahui selain Waketum Pengprov PBFI Bali, juga Ketua Pengkot PBFI Denpasar ini.

Selain itu, Oka Yudara juga berharap semua pihak khususnya para pengguna jasa Satpam ini bisa lebih memperhatikan kesejahteraan para Satpam dan mendukung para Satpam dalam bertugas baik melalui peralatan, pelatihan maupun sarana pendukung lainnya.

APSI Bali sendiri, lanjut Oka Yudara, memiliki sejumlah program diantaranya ingin menjalin kordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, dalam hal ini lebih terkhusus kepada instansi maupun institusi di bidang keamanan TNI/Polri, maupun Satuan Pamong Praja (Satpol PP).

Oka Yudara juga menerangkan jika APSI Bali ingin menjalin kordinasi dan komunikasi dengan semua stakeholder bahwasanya pihaknya ingin membangun image Satpam khususnya di Bali image Satpam yang memang memiliki kemampuan ataupun memiliki edit value yang memang sesuai dengan dunia pariwisata yang lebih ramah, memiliki pengetahuan tentang pariwisata, pengetahuan tentang adat dan budaya yang ada di Bali.

"Kita akan melakukan pelatihan agar Satpam lebih humanis, ramah dan simpatik karena itu menjadi salah satu tujuan APSI Bali agar bagaimana Satpam ini dipandang sebagai Satuan Pengamanan yang mampu menciptakan rasa aman dan nyaman," terang Oka Yudara mengakhiri.

Seperti dalam pemberitaan yang beredar viral dimasyarakat luas, Kasus heboh ini bermula ketika seorang anggota TNI berinisial MS berpangkat Sersan Kepala (Serka), memukuli seorang satpam alias sekuriti Shopee Xpress di gudang Shopee di Gianyar, Bali, Rabu (5/10/2022) lalu sekitar pukul 15.00 Wita.

Masalah ini dimulai dari kesalahpahaman antara NS dan korban hingga terjadi pemukulan oleh NS terhadap karyawan dan satpam gudang barang Shopee. Awalnya Serka NS melakukan pembelian barang di aplikasi Shopee. Setelah dilakukan pembelian, ternyata barang yang dipesan tidak sesuai dengan apa yang dipesan.

Korban pemukulan akhirnya melapor ke Kepolisian Resor Gianyar. Kejadian ini diketahui Komandan Unit Intel Kodim 1611/Badung lantas dilaporkan ke Dandim 1611/Badung. Dugaan pemukulan petugas Shopee di Gianyar, Bali yang dilakukan personel TNI AD Kodim 1611/Badung akhirnya diselidiki Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kodam IX/Udayana.

Meski pelaku dan korban sudah berdamai, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Sonny Aprianto tetap memerintahkan agar MS diproses secara hukum militer sehingga tetap menjalani pemeriksaan secara hukum institusi oleh Denpom Kodam IX/Udayana.(BB).