Kembali, Wabup Wayan Diar Kukuhkan Relawan Donor Darah di Desa Banuan

Ket poto : Wabup Bangli I Wayan Diar

Baliberkarya.com – Bangli. Dengan gencarnya menyuarakan untuk sesama, motivasi yang dilakukan Wabup I Wayan Diar bersama jajarannya yang kian hari berhasil menggugah semangat masyarakat untuk kemanusiaan. Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar,  Selaku Ketua Palang Merah Indonesia (PMI)  Kabupaten Bangli berharap dengan terbentuknya relawan donor darah sukarela Desa Banua ini, menjadi langkah yang sangat baik untuk memotivasi desa desa lain bergerak bersama sama siap membantu sesama.

Acara yang juga dirangkai dengan bulan Bung karno ini dipusatkan di Balai Subak Desa Banua ini, dihadiri Sekretaris Pengurus PMI Kabupaten Bangli I Wayan Sugiarta, Camat Kintamani Ketut Erry Suena Putra, unsur TNI Polri,  Perbekel Desa Banua I Ketut Tileh, Bendesa Adat, Kelian Banjar dan masyarakat setempat

Selaku Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangli Wayan Diar selalu menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Kabupaten Bangli serta seluruh masyarakat atas kepercayaan yang diberikan. “Dimana dalam melaksanakan visi dan misi, PMI diberi kesempatan untuk  tetap hadir eksis membantu masyarakat dalam menangani tugas tugas kemanusiaan sebagai organisasi kemanusiaan khususnya di kabupaten Bangli,” terangnya. Kamis  (23/6/2022)

Oleh karena itu lanjut Wayan Diar menyampaikan, PMI adalah salah satu aset bangsa yang perlu dijaga dan dikelola secara profesional, amanah, netral, dan mandiri. Dimana PMI terus dituntut untuk berada digaris terdepan dibidang penanganan bencana, pengelolaan darah dan ikut serta dalam menangani tugas kemanusiaan lainnya. Karena PMI adalah mitra strategis bagi pemerintah dan menjadi mitra yang paling bermanfaat bagi lembaga lainnnya.

“Untuk mendukung itu semua tidaklah mudah masih banyak kendala yang harus kita hadapi, seperti kurang terpenuhinya kebutuhan darah selama ini yang menjadi permasalahan utama di Kabupaten Bangli.  Dimana PMI belum bisa maksimal dalam penyediaan darah untuk masyarakat yang membutuhkan darah dan untuk meminimalisir itu semua,” ucapnya

Pihaknya membuat sebuah terobosan dan inovasi  dengan “gema sadia bisa” (gerakan masyarakat sadar donor darah berbasis desa). “Saya berharap, dengan terbentuknya relawan donor darah sukarela ini, kedepannya tidak ada lagi terdengar kasus yang disebabkan kekurangan persediaan darah serta masyarakat dapat terlayani dengan maksimal,” tegasnya.

Terkait dengan bulan Bung karno, Wabup Wayan Diar juga berharap, sebagai generasi muda jangan sampai terlena ditengah perkembangan globalisasi teknologi yang kian melaju pesat, kenang dan lanjutkan perjuangan kemerdekan ini dengan berkarya dan berbuat positif demi kemajuan bangsa dan Negara sebagai pewaris kemerdekaan yang bermartabat. Dengan mengimplementasikan ajaran Tri Sakti Bung Karno, berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan untuk mewujudkan keharmonisan alam, manusia dan kebudayaan dalam menyongsong Bangli Era Baru.

“Saya ucapan selamat kepada semua relawan Desa Banua Kintamani yang telah menjadi bagian dari PMI Bangli. Mengajak bersama sama mendukung melaksanakan program kemanusiaan terutama dalam kegiatan donor darah sesuai visi misi PMI yaitu mewujudkan PMI sebagai organisasi yang profesional dan berintegritas serta bergerak bersama masyarakat,”pungkasnya.

Sementara itu Perbekel Desa Banua I Ketut Tileh  selaku pelindung kegiatan melaporkan di awal pengukuhan relawan hari  ini bukan adalah awal yang nyata untuk kemanusiaan. Ia pun meyakini ini adalah awal yang akan selalu berkembang dan akan membangkitkan kembali sebuah rasa kemanusiaan untuk sesama warga desa Banua. dengan jumlah relawan yang ikut sekarang, mudah mudahan kedepan akan lebih meningkat, lebih banyak lagi yang berpartisipasi khususnya donor darah ini.

“Ini merupakan sebuah kewajiban baginya bersama masyarakat dan stake holder yang ada, baik dari unsur pemuda tokoh adat dan masyarakat, untuk bahu membahu menyemangatkan dan membangkitkan spirit dari Bung Karno, yang bertujuannya membangkitkan rasa nasionalisma. Membuat inovasi inovasi positif menumbuhkan rasa kepemimpinan rasa kebanggaan akan tanah air berbangsa bernegara kesatuan RI sehingga tujuan membangun Bangli era baru dapat terwujud sesuai harapan,” jelasnya.

Adapun lomba yang disampaikan Tileh di Bulan Bung Karno ini ada 3 jenis diantaranya, lomba puisi dan pidato diikuti  anak anak SD,  dan lomba melukis wajah Bung Kano diikuti anak anak remaja dan stt desa Banua. (BB)


TAGS :

Komentar