Jama'ah Santri Jembrana Bertolak ke Pondok Pesantren, Dilepas Wabup Ipat

Ket foto : Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna melepas rombongan jama'ah santri pada acara Balik Jama'ah Santri kembali Pondok Pesantren di Terminal Negara

Baliberkarya.com - Jembrana. Wakil Bupati Jembrana IGN Patriana Krisna didampingi Ketua IKSAS (Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Safi'iyah) Alumni Jembrana melepas rombongan jama'ah santri pada acara Balik Jama'ah Santri kembali Pondok Pesantren di Terminal Negara, Rabu (11/5) bertempat di Terminal Kaliakah.

Sebanyak 93 Santri dan 162 Santriwati yang sebelumnya pada tanggal 24 Maret 2022 sebelum bulan Ramadhan melakukan Puja Santri (Pulang Jama'ah) yang mana para santri mendapat liburan dari Pompes (Pondok Pesantren) selama 50 hari diijinkan berkumpul dengan keluarga melaksanakan ibadah puasa di rumah masing-masing.

Jama'ah santri bertolak dari Kabupaten Jembrana menuju Pondok Pesantren Salafiyah Safi'iyah Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo setelah menyelesaikan liburan mereka, diantar dengan bus yang difasilitasi oleh IKSAS Alumni Jembrana.

Wabup Ipat saat melepas jama'ah santri sebagai perwakilan dari pemerintah daerah menyampaikan kepada para santri yang akan kembali ke pondok pesantren agar belajar dengan baik dan serius agar mendapatkan ilmu yang baik dan barokah agar bisa membuat orang tua bangga. Ia berharap para santri selalu diberi keselamatan

"Mudah-mudahan hari ini dari keberangkatan dari terminal Kaliakah hingga sampai pada tempat tujuan di Situbondo bisa selamat sampai tujuan, ingat selalu jaga protokol kesehatan karena kita belum benar terbebas dari covid-19 supaya tetap selamat dan sehat sampai di pondok pesantren,” kata Ipat.

Sementara, Ketua IKSAS H. Muhammad Yunus yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Jembrana setelah melepas mengingatkan jama'ah santri agar para belajar dengan baik di pondok pesantren tentunya implementasi ketika kembali ke masyarakat bisa mengamalkan ilmu yang didapatkan untuk keluarga dan masyarakat.

"Belajar dengan baik serta senantiasa menjaga kerukunan, hidup yang penuh kedamaian, toleran dan moderat, hubungan dengan orang tua dan guru dijaga dengan baik, agar menjadi generasi kedepan yang lebih baik,” pungkasnya. (BB)


TAGS :

Komentar