Harga Minyak Goreng Tidak Seimbang Dengan Toko Modern, Pedagang di Pasar Rame-Rame Retur ke Distributor

Ket poto : Tim Disperindakop Kabupaten Jembrana melakukan pemantauan harga minyak goteng di Pasar Umum Negara

Baliberkarya.com – Jembrana. Kenaikan harga minyak goreng sangat tinggi, semua pedagang di Pasar Umum Negara meretur minyak gorengnya kembali ke distributor. Hal tersebut dikarenakan tidak seimbangnya harga minyak ditoko modern dengan harga di pasar tradisonal, sehingga masyarakat semua lari berbelanja ke toko modern. hal tersebut menyebabkan stok minyak goreng di Pasar Umun Negara menjadi kosong dibeberapa toko.

Seperti halnya yang dikatakan salah satu pedagang di Pasar Umum Negara bernama Ni Made Yuliani, dirinya lebih Baik meretur minyak gorengnya kembali ke distributor, karena ada kesenjangan harga dengan toko modern. “Disana mereka jual murah seharga 14 ribu perliter, kita masih jual 20 ribu perliter, kalau diturunkan kita rugi, dikarenakan dari distributor sudah tinggi harganya. Ya kita akan kembalikan lagi untuk menyesuaikan harga dari pemerintah,” terangnya.

Saat dikonfirmasi awak media saat melakukan sidak di Pasar Umum Negara, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian Dan Perdagangan Drs. I Komang Agus Adinata mengatakan, terkait adanya penurunan harga dan kpersediaan stok minyak goreng dan juga adanya penarikan minyak goreng oleh distributor dari para pedagang, pihaknya hari ini mengadakan pemantauan di Pasar Umum Negara.

 “Memang benar adanya penarikan minyak goreng dari perusahaan distributor untuk kelanjutnya akan disesuaikan harganya. Kemungkinan stok minyak akan berkurang hari ini. Dikarenakan ada perhitungan-perhitungan baru, melalui perhitungan bisnis dari distributor dan perusahaan minyak goreng. Diharapkan masyarakat bersabar untuk mendapatkan subsidi dari dana pengelola perkebunan kelapa sawit, sehingga minyak goreng menjadi satu harga yang diterapkan oleh Menteri Perdagangan RI seharga 14 ribu bisa diwujudkan di Kabupaten Jembrana,” terangnya. Rabu (26/1/2022).

Disebagian pasar dan beberapa tempat, lanjut Agus,  juga sudah menerapkan harga 14 ribu, sehingga ludes terjual. Sementara di Pasar Modern sudah sesuai pada tanggal 20 Januari 2022, dan sudah menerapkan harga minyak goreng seharga 14 ribu juga. “Untuk di Pasar Umum Negara hari ini kita temukan memang beberapa masih harganya tinggi akan tetapi mereka akan meretur ke distributor minyak goreng,” ujarnya.

Agus menghimbau kepada masyarakat agar secara bijak menggunakan minyak goreng, dikarenakan minyak goreng ini memakai subsidi dari dana pengelolaan kebun kelapa sawit. “Mari kita bijak mempergunakan minyak goreng, jangan melakukan pembelian terlalu banyak, karena pemerintah menjamin stok pasti akan terpenuhi sesuai kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Lebih jelasnya Agus menyampaikan, sesuai dengan Permendag disebutkan, distributor diberikan waktu selama 17 hari, dari ditetapkannya Permendag mengenai harga minyak goreng seharga 14 ribu yang mulai dari tanggal 19 Januari 2022. (BB)


TAGS :

Komentar