Pusat di Museum Gunung Api Batur, Bupati Bangli Menerima Kunjungan Kerja PERKIN

Baliberkarya

Baliberkarya.com - Bangli,  Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta,SE didampingi Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan  Dan Peri Kabupaten Bangli Made Alit Parwata, menerima kunjungan kerja Perkumpulan Kinologi  Indonesia (PERKIN) Pusat yang dipimpin oleh Nanang Hadi Wijaya,bertempat di Museum Gunung Api Batur.Jumat (14/1/22).

Dalam kegiatan trsebut  hadir Ahli Kinologi Universitas Udayana Prof.I Ketut Puja, Pemerhati,Pencinta dan Pemelihara Anjing Kintamani Made Natis, Pemilik Surya Canel Nengah Darsana,Camat Kintamani,Pengurus Himpunan Trah Anjing Kintamani Bali (HTAKB) Putu Ricang Kusuma Jaya serta undangan lainnya.

Pimpinan rombongan Perhimpunan Kinologi Indonesia Pusat Nanang Hadi Wijaya mengatakan, bahwa kegiatan kunjungan kerja di Kabupaten Bangli ini adalah dalam rangka pelestarian trah anjing Kintamani Bali

Sementara Bupati Sedana Arta dalam sambutannya mengatakan, bahwa langkah kebijakan Pemerintah Kabupaten Bangli dalam mendukung kelestarian anjing Kintamani Bali adalah dengan penetapan kawasan pelestarian anjing Kintamani Bali di Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani. Dengan ditetapkan Perda Nomor 02 Tahun 2010, anjing Kintamani Bali pada tanggal 23 Februari 2012 diakui keberadaanya di tingkat Asia oleh Asian Canel Union (AKU).

Penetapan rumpun anjing Kintamani yang tertuang pada keputusan Mentri Pertanian Republik Indonesia Nomor: 581/KPTS/SR.120/4/2014, pengakuan terhadap tiga jenis warna dan campurannya pada anjing kintamani yaitu warna putih, hitam, coklat dan anggrek serta pengembangan kawasan pelestarian kawasan pelestarian menjadi Desa Sukawana, Siakin dan Pinggan yang ditetapkan pada Perda Nomor 04 Tahun 2015 sebagai perubahan atas Perda Nomor 02 Tahun 2010 berikutnya pada bulan September 2019.

“Anjing Kintamani mendapat pengakuan sebagai anjing ras dunia dari Federation Cynologi International (FCI) yaitu organisasi internasional yang membawahi induk organisasi anjing trah seluruh dunia, penyelenggaraan kontes anjing yang diselenggarakan setiap tahun, sedangkan untuk memperoleh pengakuan definitif anjinh lintamani sebagai ras dunia dari FCI, Maka dalam rentang waktu 10 tahun dari tahun 2019 sampai tahum 2029 salah satu persyaratannya adalahmengadakan pameran Nasional," ujar sedana arta.
 

Sedana Arta juga menambahkaan, beberapa masalah yang dihadapi antara lain jumlah kennel budidaya yanh masih terbatas,ancaman penyakit hewan menular terutama rabies, pameran anjing Kintamani yang belum bisa terselenggara karena terkendala Perda Provinsi Bali Nomor 15 Tahun 2009, tentang penanggulangan rabies dan Pergub Bali Nomor 8 Tahun 2008, tentang penutupan sementara pemasukan dan/atau pengeluaran anjing, kucing dan hewan sebangsanya dari dan/atau ke Provinsi Bali.

“Saya berharap melalui kunjungan kerja ini, kami sangat mengapresiasi perjuangan PERKIN untuk meningkatkan mutu pemuliabiakan dan kemurnian trah anjing lintamani Bali sampai mendapatkan pengakuan resmi secara definitif dari Federation Cynologique International (FCI).

"Perjuangan tentunya harus diimbangi dengan usaha para peternak dan pencinta anjing Kintamani untuk.meningkatkan managemen pemeliharaan yang lebih baik sehingga mendapatkan mutu anjing kintamani yang kita harapkan,” ujarnya.

Bupati asal Desa Sulahan ini juga mengharapkan, PERKIN yang konsen dengan masalah peranjingan juga membantu mengedukasi para peternak anjing kintamani untuk membudidayakan anjing Kintamani lebih baik lagi. “Dengan tujuan dapat meningkatkan mutu pembiakan trah anjing kintamani Bali. Jika dipelihara dengan perawatan yang baik tentu akan menghasilkan kualitas anjing kintamani yang baik sesuai dengan kriteria yang kita harapkan," tutup sedana arta.


TAGS :

Komentar