Wisman Susah ke Bali, Supadma Rudana: Karantina Harus Dievaluasi, Siapkan Booster Agar Dunia Internasional Makin Percaya

Baliberkarya.com-Gianyar. Merebaknya varian baru Covid-19 yakni Omicron membuat Pemerintah kembali memperketat syarat bagi Warga Negara Asing (WNA) dan WNI dari luar negeri yang mau masuk ke Indonesia. Pemerintah pun akhirnya memberlakukan salah satu syarat yakni masa karantina selama 10 - 14 hari. 

Syarat itu juga telah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas SE 102 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Internasional Dengan Transportasi Udara Selama Masa Pandemi Covid-19. Aturan itu juga merupakan tindak lanjut dari penerbitan SE Satgas Covid-19 Nomor 23 Tahun 2021 dan Addendum SE Satgas Covid-19 Nomor 23 Tahun 2021 terkait pengaturan perjalanan internasional.

Terkait aturan itu, Anggota Komisi VI DPR RI Putu Supadma Rudana mengamini jika syarat tersebut diberlakukan pemerintah semata-mata demi kesehatan untuk melindungi rakyat Indonesia dari sebaran Covid-19 khususnya varian baru, Omicron.

Meski begitu, Anggota Fraksi Partai Demokrat dari Dapil Bali itu mengatakan pemerintah juga harus melihat keterpurukan ekonomi sebagai dampak pandemi sangat dirasakan masyarakat. Apalagi Bali yang menggantungkan ekonominya dari sektor pariwisata, sangat terpukul dan terdampak.
Pasalnya, Supadma Rudana yang juga Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI) ini mengakui kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali menghadapi dua tantangan besar yakni masih sulitnya penerbangan internasional dan lamanya masa karantina selama 10 hari.

"Harus dicarikan solusi, syarat masa karantina harus dievaluasi agar masyarakat dunia bisa berkunjung ke Bali, pandemi jangan menghalangi segala kegiatan ekonomi. Harusnya kalau di Bali 1 hari test PCR negatif selama 24 jam langsung bisa berwisata tanpa perlu karantina lagi," kata Supadma Rudana ditemui di Museum Rudana Gianyar, Rabu (29/12/2021).

Politisi muda Demokrat asal Peliatan, Ubud, Gianyar ini menegaskan pandemi jangan menghalangi segala kegiatan ekonomi apalagi perekonomian masyarakat Bali hampir 90 persen di sektor pariwisata dan sektor terkait. Karenanya Supadma Rudana juga mendorong pemerintah, maupun lewat BUMN memprioritaskan Bali agar pariwisata Bali cepat dibuka.

Pemerintah, lanjut Supadma Rudana juga harus melihat capaian vaksinasi Covid-19 baik dosis pertama dan kedua sudah cukup tinggi, terlebih di Bali telah menyentuh hampir 90 persen. Wasekjen Demokrat ini seraya mendorong pemerintah untuk menyiapkan booster agar tingkat kepercayaan dunia internasional semakin kuat terhadap penanganan Covid-19 di Indonesia. 

"Saya di komisi VI jadi mitra BUMN mendorong terus BUMN berperan sebagai agent of change, agent of development mendorong segala hal tanggung jawab sosial lingkungan BUMN menyangkut vaksin booster agar didorong lagi,” terang Supadma Rudana. 

Sebagai Anggota DPR RI wakil rakyat Bali dan juga selaku Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Supadma Rudana mengaku selama ini terus gencar mempromosikan pariwisata Bali di kancah dunia.

“Saya ini istilahnya duta besarnya parlemen Indonesia di dunia maka saya terus menyuarakan tentang Indonesia, tentang pariwisata, tentang Bali, Tri Hita Karana, Subak, Nyepi. Saya suarakan event-event dunia harus dibawa dan diselenggarakan di Bali,” jelas Supadma Rudana yang juga Pimpinan Museum Rudana & Rudana Fine Art Gallery Rudana ini. 

Anggota Komisi VI DPR RI membidangi perekonomian, perdagangan, UMKM dan BUMN ini menegaskan DPR RI sebagai lembaga legislatif Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah bagi pertemuan parlemen se-dunia atau Inter-Parliamentary Union (IPU) General Assembly ke-144 yang akan diselenggarakan pada 20-24 Maret 2022 mendatang di Nusa Dua, Bali.

"Maret 2022 IPU ke-144 akan dilaksanakan di Bali diikuti 179 negara. Kita undang ke Bali dan mereka sangat suka. Saya pergi ke beberapa negara, lebih dari 12 negara selalu mengundang ketua parlemen, parlemen, masyarakatnya untuk berkunjung ke Bali. Mereka sangat ingin ke Bali,” pungkas Supadma Rudana.(BB). 


TAGS :

Komentar