Tutup Rapimnas KADIN Indonesia, Wapres Serukan Jihad Sosial dan Jihad Ekonomi Wujudkan Kesejahteraan

Baliberkarya.com-Nusa Dua. Wakil Presiden (Wapres) RI KH Ma'ruf Amin resmi menutup rangkaian acara Rapimnas Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia yang berlangsung di BNDCC Nusa Dua, Bali, Sabtu sore(4/12/2021). Dalam pidato penutupan Rapimnas KADIN Indonesia, Wapres Ma'ruf Amin mengucapkan selamat atas terselenggaranya Rapimnas 2021 yang sudah berjalan selama 3 hari ini. 

"Saat ini distribusi kesejahteraan dan menumbuhkan wirausahawan baru menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah agar keadilan sosial dirasakan secara konkret oleh masyarakat. Tidak ada cara lain untuk mendorong usaha menengah dan besar terus tumbuh kecuali melalui kolaborasi dan kerja sama. Ini jadi tanggung jawab kita, pemerintah dan juga dunia usaha, khususnya KADIN Indonesia," ujarnya di hadapan peserta Rapimnas, Sabtu sore (4/12/2021). 

Menurut Wapres, ada dua model kolaborasi untuk membesarkan usaha skala menengah. Pertama, UMKM terus difasilitasi agar kapasitas, keterampilan dan akses modal serta kemampuan digitalisasinya meningkat, seperti di Singapura dan Korsel. Kedua, kolaborasi intensif semua pelaku usaha dari mikro, makro, menengah dan besar sehingga bisa saling menguatkan seperti yang dilakukan di Jepang dan Taiwan. Hebatnya lagi, kata Wapres, dua model ini sudah langsung dilakukan KADIN Indonesia.

Wapres mengatakan Presiden Jokowi menitipkan amanat dan pesan kepada KADIN Indonesia untuk membantu meningkatkan daya saing ekonomi, transformasi ekonomi dan demokrasi ekonomi. Pemerintah sudah memangkas birokrasi yang mempersulit perizinan, membangun infrastruktur, melakukan hilirisasi industri yang punya nilai tambah. Sehingga tahun 2020 ini, indeks kemudahan berusaha di Indonesia melesat ke peringkat 73 dari sebelumnya di urutan 73 tahun 2015.

"Kuncinya ada pada peningkatan kualitas dan keterampilan tenaga kerja, digitalisasi dan inovasi serta menciptakan wirausaha baru dari mulai UMKM hingga besar. Ini juga sedang dilakukan KADIN Indonesia. Organisasi ini sudah terbukti memayungi dan mengayomi para pengusaha Indonesia, menjadi akar tunjang perkembangan pengusaha dan dunia usaha Indonesia. Ini sesuai dengan visi misi Ketua Umum saat ini, KADIN yang inklusif dan kolaboratif dan menjadi rumah bersama pengusaha Indonesia," kata Wapres.

Wapres juga meminta KADIN Indonesia berperan aktif memimpin gerakan ekonomi dan keuangan syariah yang potensi ekonominya luar biasa dan menjelaskan model ekonomi ini tidaklah eksklusif, melainkan pilihan rasional dan bersifat inklusif bagi semua masyarakat serta menjadi bagian terintegrasi dari pembangunan ekonomi nasional.

Mengenai posisi Indonesia sebagai Presidensi G20 di 2022, Wapres mengatakan ini merupakan arena strategis, prestisius yang harus dimanfaatkan oleh pemerintah dan KADIN Indonesia untuk merumuskan kesepakatan di bidang sosial, ekonomi, kesehatan, lingkungan bagi kepentingan nasional. Pemerintah berharap peran aktif dan strategis KADIN Indonesia dalam ajang internasional tersebut.

"Sekali lagi, pemerintah mengajak, memanggil dan melakukan seruan moral bagi KADIN Indonesia untuk bersama-sama melakukan Jihad Sosial dan Jihad Ekonomi, berjuang mewujudkan distribusi kesejahteraan, menyebarkan semangat perubahan dan menjemput keberhasilan. Tanggung jawab ini kita panggul bersama demi kemajuan dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia," jelas Wapres Ma'ruf Amin.

Sementara itu, Ketua Umum KADIN Indonesia berterima kasih atas kehadiran Wapres KH Ma'ruf Amin untuk menutup rangkaian acara Rapimnas 2021 yang berlangsung maraton sejak tanggal 2-4 Desember 2021. Menurut Arsjad, kehadiran Wapres memberi energi dan semangat kepada lebih dari 1200 peserta Rapimnas 2021 KADIN Indonesia.

"Rapimnas 2021 ini meneguhkan komitmen KADIN Indonesia yang inklusif, kolaboratif dan mitra sejajar pemerintah, menjadi bagian dari solusi dan menjawab tantangan yang dihadapi. Forum bisnis bersama pemerintah saat Rapimnas mempertajam dan memperkaya program kami untuk membangun ekonomi daerah dan nasional serta membantu pemerintah mewujudkan reformasi ekonomi, transformasi ekonomi dan demokrasi ekonomi yang sudah disebutkan Wapres," kata Arsjad.

Saat ini, kata Arsjad, KADIN Indonesia sedang merumuskan program kerja mengenai green economy, blue economy, green tourism yang dititipkan pemerintah. Langkah konkret yang sudah diambil KADIN Indonesia terkait hal itu dengan melakukan gerakan bersama KADIN Net Zero, menggagas kolaborasi publik-swasta menyusun roadmap karbon market, penguatan dan pendampingan UMKM melalui digitalisasi, perluasan pasar ekspor demi kemajuan ekonomi daerah dan nasional. 

"KADIN Indonesia mendukung Presidensi G20 dan melakukan langkah-langkah untuk implementasi program kerja yang dibentuk dalam Rapimnas ini. Pasca Rapimnas ini, keluarga besar KADIN Indonesia akan terus kolaborasi dengan pemerintah untuk meraih peluang dan membantu Indonesia bangkit bersama menuju Indonesia Emas 2045," tutup Arsjad. 

Acara penutupan Rapimnas 2021 ini juga ditandai dengan dua penandatanganan nota kesepahaman, yakni Tangguh Bencana Sektor Pariwisata antara Pemprov Bali dan KADIN Indonesia serta Pengembangan Ekonomi Syariah antara Masyarakat Ekonomi Syariah dan KADIN Indonesia. 

Penutupan Rapimnas juga dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Pangdam Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Ketua Dewan Penasehat KADIN Indonesia MS Hidayat dan Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia Anindya Bakrie serta Ketua KADIN Bali Made Ariandi.(BB). 


TAGS :

Komentar