Kelompencapir Amatra Dikemas Melalui Acara “Megae Sambil Melali” Hadirkan Sejuta Senyum untuk Petani

Foto: Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) yang akrab disapa Gus Adhi (tengah) usai berbincang-bincang menyapa pemirsa di Radio Nuansa Giri FM, Buleleng.

Baliberkarya.com-Buleleng. Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) yang akrab disapa Gus Adhi menegaskan Kelompencapir Amatra akan dikemas melalui kegiatan “Megae Sambil Melali” yang artinya bekerja sambil melancong. 

Wakil rakyat yang dikenal dengan spirit perjuangan “Amanah, Merakyat, Peduli” (AMP) dan “Kita Tidak Sedarah Tapi Kita Searah" ini berpandangan bekerja sambil refreshing akan merangsang lahirnya ide dan gagasan baru. 

Serta yang lebih penting lagi bagaimana bisa menjadi pendengar yang baik bagi petani lalu berdiskusi menghadirkan solusi dan perjuangan nyata untuk mereka.

“Ini juga untuk merangsang tokoh masyarakat sekitar untuk menggerakkan pertanian. Kalau sektor pertanian bergerak di daerah masing-masing tentu bisa menjadi inspirasi dan menguatkan perekonomian daerah,” kata politisi Golkar asal Kerobokan, Badung itu.

Dengan spirit “Amatra Sahabat Petani, Gus Adhi tentunya akan semakin menguatkan program pendampingan dan pemberdayaan satu paket dengan program “Kelompencapir Amatra”. 

“Saya gandeng BPTP (Badan Pengkajian Teknologi Pertanian) Bali untuk memberikan pendampingan berkelanjutan bagi petani. Kita dukung penuh petani dan menghadirkan sejuta senyum untuk petani,” tegas Gus Adhi yang juga Ketua Harian Depinas SOKSI dan Ketua Depidar SOKSI Provinsi Bali ini. 

Seperti diketahui, sosok Gus Adhi membangun pertanian dari Bali tidak terlepas dari inspirasi sosok Presiden Kedua RI yakni Presiden Soeharto yang berhasil mewujudkan swasembada pangan di tanah air dengan keseriusan menggarap sektor pertanian. Salah satu pendekatan Presiden Soeharto dengan petani kala itu lewat program Kelompencapir, yang merupakan singkatan dari Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa, adalah kegiatan pertemuan untuk petani dan nelayan di Indonesia yang dicetuskan pada masa pemerintahan Presiden Suharto dulu. 

Kegiatan ini mengikutkan petani-petani berprestasi dari berbagai daerah. Mereka diadu kepintaran dan pengetahuannya seputar pertanian, antara lain soal cara bertanam yang baik dan pengetahuan tentang pupuk dengan model mirip cerdas cermat. Program ini ikut andil kala Indonesia mencapai swasembada pangan dan mendapatkan penghargaan dari FAO pada tahun 1984.

Kelompencapir Amatra hadir sebagai upaya lebih dekat dengan petani, menyerap dan mendengar langsung keluh kesah serta aspirasi petani, memberikan edukasi kepada petani dan memberdayakan serta mendampingi petani. 

"Hal ini sebagai upaya membangun pertanian dalam arti luas. Kelompencapir Amatra juga wujud nyata perjuangan untuk menghadirkan sejuta senyum untuk petani," tutup Anggota Komisi II DPR RI yang sebelumnya menjabat di Komisi IV DPR RI.(BB). 


TAGS :

Komentar