Tingkatkan PAD Jembrana, Bupati Tamba Galakan Budidaya Udang Vaname

Ket poto : Bupati Jembrana I Nengah Tamba hadiri dan ikut panen raya udang vaname di Kabupaten Situbondo

Baliberkarya.com - Jembrana, Untuk menambah PAD Kabupaten Jembrana, Bupati Jembrana galakan budidaya udang vaname, dimana Kabupaten Jembrana sebagai salah satu sentra produksi udang vaname di Indonesia. arahan Gubernur Bali juga memberi target 50% produksi udang bali untuk Kabupaten Jembrana.

Untuk mempersiapkan kedepannya, Bupati Jembrana I Nengah Tamba beserta jajaran Forkopinda dan DPRD Jembrana berkunjung ke BPBAP Situbondo untuk menyaksikan panen udang vaname berteknologi terbaru padat tebar tinggi.

Teknologi budidaya udang yang di sebut Ultra Intensive Aquagriculture Technology ini sedang dikembangkan di Millenial Shrimp Farm Situbondo dan juga di Lovina Bali. Selain itu saat ini sedang di bangun sebanyak 90 kolam berdiameter 30 meter di Jembrana Bali.

Teknologi ini diciptakan oleh anak bangsa Dr Joe dari Elon Research Center Lovina Bali bekerjasama dengn Dr Wendi Tri Prabowo salah satu peneliti di BPBAP Situbondo. Kelebihan teknologi ini dibanding teknologi yang sudah ada adalah kepadatan tebar mencapai 2000 ekor/m3. Dalam masa pemeliharaan 50 hari mencapai berat rata-rata 10 gram dengan produktivitas 80 ton/ha dan FCR 1.6

Saat dikonfirmasi awak media Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, pihaknya apresiasi atas inovasi teknologi budidaya udang vaname terbaru ini dan akan memberikan dukungan penuh untuk dikembangkan di Jembrana Bali.

”Kami datang ke Situbondo, setelah beberapa bulan sebelumnya kami berkunjung ke Lovina Singaraja, melihat bagaimana tambak udang vaname sudah bergerak duluan, saya melihat itu potensi yang luar biasa. Karena kita mempunyai panjang laut yang sangat panjang, kalau dipergunakan dan dimanfaatkan tambak udang yang bioflok itu tidak mengganggu ekositem ditanah tersebut,” terangnya. , Sabtu (23/10/2021).

Pihaknya akan menjadikan Jembrana sebagai salah satu sentra produksi udang vaname di Indonesia, hal ini juga sesuai arahan Gubernur Bali yang memberi target 50% produksi udang bali untuk Kabupaten Jembrana.

“Hari ini kita datang bersama Forkopimda, kebetulan hari ini hari libur, tujuannya kedepan saat siapa tahu nantinya panen udang di Jembrana berhasil, akan tetapi jangan sampai kita menonton keberhasilan itu, Harus ada setoran buat PAD untuk Jembrana, begitu pulang nanti sudah berbicara tentang aturan yang kita harus ambil bagaimana caranya bias kita dapat tambahan PAD dari hasil budidaya udang vaname,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala BPBAP Situbondo, Manijo menyampaikan bahwa pengembangan teknologi ini merupakan sebuah inovasi yang sangat bisa dikembangka ke skala industri untuk menunjang capaian produksi nasional udang vaname.

"Kami akan terus berupaya dan bermitra dengan berbagai kalangan untuk sama sama memajukan teknologi budidaya air payau dan laut khususnya udang vaname di BPBAP Situbondo" ungkap Manijo.

Menurut pencipta teknologi Ultra Intensive Aquagriculture Technology, DR Joe bahwa salah satu daerah yang cocok untuk menerapkan teknologi ini adalah di Jembrana Bali, "Kondisi perairan laut di Jembrana sangat cocok untuk teknologi ini, perairan lautnya sangat bagus karena berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, airnnya masih bersih dan kandungan mineral dan seluruh parameter jualitas air terpenuhi" katanya.

Pada kesempatan ini Bupati Tamba dan Manijo memberikan sertifikat pelatihan kepada 25 orang milenial dari Jembrana yang telah selesai menjalani diklat di Tambak Milenial BPBAP Situbondo selama dua bulan. Selanjutnya mereka akan kembali ke Jembrana untuk menjalankan proses produksi di tambak yang saat ini sedang proses pembangunan di desa Banyu Biru Jembrana. (BB)


TAGS :

Komentar