Dibukanya Wisman ke Bali, Pelaku Wisata Jembrana Siap Terima Tamu

Baliberkarya

Baliberkarya.com - Jembrana, Dibukanya wisatawan mancanegara (Wisman) ke Bali mendapat sambutan hangat dari pelaku usaha wisata di Kabupaten Jembrana. Mereka mengaku siap menyambut kehadiran wisman. Untuk itu, berbagai langkah terus diupayakan mengingat Pariwisara Jembrana juga terimbas dihantam pandemi.

Kesiapan itu disampaikan Sekretaris PHRI Cabang Jembrana Ni Made Ayu Ariati usai pelaksanaan Jembrana Clean up day, di Pantai Yeh Leh Pengeragoan Pekutatan.

Ikut dalam kegiatan tersebut  Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Jembrana, Dinas LH, Pelaku usaha hotel se-Jembrana,kapolsek Pekutatan beserta angota, TNI Koramil pekutatan,Kodim, Camat pekutatan, Kades,Asosiasi PHRi, Komunitas, SD se- Pengeragoan,SMKN 5 Negara.

Ia mengakui pariwisata Jembrana sempat terpuruk di tengah situasi pandemi ditandai merosotnya kunjungan wisman. Namun angin segar kembali dirasakan pelaku industri wisata dengan dibukanya kunjungan wisman dari 19 negara pada 14 oktober lalu. "Kami dari pelaku wisata sudah bersinergi. Kami optimis bisa bangkit kemabali dengan dukungan stake holder dan kebijakan pemerintah," ujar Ayu. Jumat (15/10/2021).

Hanya saja Ia mengakui, selama ini penyumbang terbesar untuk wisman di Jembrana berasal dari  eropa serta Australia. Sementara saat ini khusus untuk tamu Australia belum dibuka masuk ke Bali. Dari sisi kesiapan ia mengaku sudah sangat siap bersama PHRI maupun BPPD Jembrana.

Untuk itu berbagai paket wisata juga tengah disusun. Kerjasama dengan menggandeng agensi wisata. "Saat ini kami sedang membuat package untuk agent asing yang tertarik  mempromosikan Jembrana," ujarnya 

Terkait paket wisata, Ia juga sependapat dengan apa yang disampaikan Bupati Jembrana saat mengumpulkan stake holder wisata di Rumah Jabatan Bupati Jembrana beberapa waktu lalu.

Menurutnya yang terpenting saat ini bisa menawarkan paket wisata yang sinergis dengan menampilkan beberapa potensi wisata dan kekayaan daerah dalam satu kemasan. "Tamu itu sangat tertarik degan Jegog dan Mekepung Lampit. Kita tengah susun bagaimana bisa kita tawarkan agar mereka dapat menikmatinya dalam satu kemasan wisata," ujarnya.

Kesiapan lainnya, Pelaku usaha dijembrana sudah mempergunakan aplikasi perduli lindungi untuk  membantu pemerintah. Tujuannya  sebagai pengawasan  pergerakan orang-orang yang terpapar COVID-19.

"Tentunya ini juga menjadi tanggung jawab kita semua untuk meningkatkan kepercayaan asing juga bahwa Indonesia sangat secure dalam menerima pendatang agar mereka benar benar aman saat melaksanakan kunjungan wisata," sebutnya.

Penunjang  wisata lainnya, seperti kebersihan obyek obyek wisata juga menjadi perhatian. Salah satunya dengan menggelar bersih bersih obyek wisata( Jembrana Clean up Day) yang sudah rutin digelar .

Khusus di JCD di Yeh Leh, Kegiatan ini adalah Pertama kali dilakukan kembali setelah adanya  kelonggaran PPKM. "JCD ini merupakan Komitmen kita untuk melaksanakan tiap bulannya. Didasari kepedulian terhadap alam dan keinginan Kita untuk mengedukasi masyarakat agar memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan,terutama dari sampah plastik," terangnya.

Selain itu Kegiatan sosial ini jg bertujuan untuk mempromosikan kawasan-kawasan sepadan pantai di Kab. Jembrana sambungnya.

Sementara Kabid Pariwisata Jembrana  I Komang Gede Hendra Susanta  menyambut baik dan mengapresiasi serta memberikan dukungan dgn ikut berpartisipasi pada pelaksanaan JCD. Kedepan Ia berharap  dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dalam rangka mewujudkanbebas sampah plastik dan sapta pesona khususnya kebersihan di semua Daerah Tujuan Wisata ( DTW).

"JCD adalah agenda rutin PHRI yg sempat terhenti karena pandemi. Mulai diaktifkan lagi dalam rangka menjaga kebersihan  DTW  dari sampah khususnya sampah plastik. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat kunjungan wisatawan ke masing- masing DTW di Jembrana. Tentunya kami dari Dinas Pariwisata mendukung penuh kegiatan ini," tandasnya. (BB)


TAGS :

Komentar