Diduga Ulah Oknum Panol dan ABK Pengambengan, Kerugian Hasil Tangkapan Ikan Capai 1 Ton Perhari

Ket poto : Dermaga Pelabuhan Pengambengan

Baliberkarya.com - Jembrana, Diduga ulah beberapa oknum panol (tukang angkut ikan) yang bermain nakal sebelum ikan sampai di penimbangan yang sebelumnya sudah di timbang di kapal terjadi pengurangan jumlah ikan, terjadi kerugian dialami oleh pemilik kapal slerek menjacapi kurang lebih 1 ton perhari.

Kerugian tersebut juga diyakini terjadi yang dilakukan beberapa oknum ABK tanpa sepengetahuan pemilik kapal telah menjual hasil tangkapan di tengah laut. Keresahan yang dialami oleh para pemilik kapal dan nelayan langsung di utarakan kepada Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat melakukan tatap muka denga para pemilik kapal dan nelayan di Desa Pengambengan Jembrana.

 
Pengurus HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Sakirin mengatakan, disini banyak sekali keresahan-keresahan dari para nelayan, terjadi benturan dan gesekan-gesekan antara pemilik perahu dan oknum pencuri ikan sehingga berlanjut ke kepolisisan. Selain itu juga terkait pendistribusian di TPI banyak sekali pengecer-pengecer ilegal yang membawa ikan entah itu dari mana.

"Kebocoran tersebut diduga juga terjadi diakibatkan adanya panol (tukang angkut ikan)  nakal dan para pengunjung yang meminta ikan, yang indikasinya secara kerjasama. Hal tersebut terjadi sudah dari puluhan tahun di TPI Pengambengan sampai sekarang ini kami tidak bisa mengatasi," terangnya, Selasa (28/9/2021).

Tidak sampai disitu, lanjut Sakirin, kebocoran juga terjadi pada saat perahu sedang datang melaut. Ditengah laut diduga ada indikasi dari oknum ABK nakal yang menjual hasil tangkapan ditengah laut sehingga tiap hari pihaknya merasa rugi kisaran 1 ton sampai 2 ton. 

"Kami sebagai pemilik perahu slerek setiap ABK sudah memberi sehabis melaut mereka dikasi ikan lemuru sebanyak 1 pelastik untuk dibawa pulang. Setiap perahu mengajak ABK sekira 40 orang,"

Menyikapi aduan dari para pemilik kapal dan nelayan tersebut, Bupati Jembrana I Nengah Tamba di dampingi Kapolres Jembrana diwakili oleh Kasat Reskrim Polres Jembrana langsung bertatap muka dengan para pemilik kapal dan nelayan di PPI Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

Dirinya mengatakan,  sumber pendapatan dari Kabupaten Jembrana memang sedikit tidaknya berasal dari hasil dari pada para nelayan. Akan tetapi untuk sementara hasil tidak sesuai dan maksimal. "Ini perlu ada pengkajian lebih lanjut agar cepat teratasi baik itu pemilik kapal dan pedagang ikan di kabupaten Jembrana," terangnya.

Perlu diingat, lanjut Tamba, disini adalah pusat tenaga kerja dan hampir semua dari Jembrana, meraup ribuan tenaga kerja, semua itu perlu perlindungan yang sangat baik, pemilik kapal dan semuanya bisa berjalan baik sehingga perputaran ekonimi berjalan lancar. "Keputusan hari ini belum kami putuskan harus dikoordinasi lebih lanjut lagi," jelasnya.

Adanya kebocoran, imbuh Tamba, jika ada indikasi dari oknum tukang timbang, pihaknya jelas akan memberi sanksi jabatan dipertaruhkan. "Kalau memang terbukti ini sudah tidak benar, kalo pegawai ini di rayu-rayu tidak mau jalan tentu hal ini tidak akan terjadi, ini merupakan nilai sebuah kejujuran dalam tugas," tutupnya

Diketahui akibat kebocoran yang terjadi mencapai kerugian sekitar 15 juta pertahun. Ada pun Jumlah kapal dan jukung yang beroprasi di Kabupaten Jembrana hampir sebanyak 2.754 ribu unit, namun, yang beroprasi sampai saat ini sebanyak sekitar 39 unit, untuk nelayan kecil sebanyak 2.630 unit yang beroprasi di Kecamatan Jembrana dan Kecamatan Negara. (BB)


TAGS :

Komentar