Tebus 'Dosa Unud' Masa Lalu, Rektor Prof. Antara Tunjuk Dr. Senja Pratiwi Jadi Jubir Atasi Sumbatan Informasi

Foto: Rektor Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng.,IPU bersama Jubir Unud Dr. Putu Ayu Asty Senja Pratiwi, Ph.D

Baliberkarya.com-Denpasar. Sebagai salah satu Perguruan Tinggi (PT) ternama di Bali, Universitas Udayana (Unud) selama ini dianggap sangat minim informasi, bahkan sejumlah prestasi yang ditorehkan juga seolah tenggelam dengan berita buruk yang justru lebih banyak berkembang luas menerpanya. Bahkan dikalangan awak media, Unud sebagai kampus terbesar di Bali dikenal sangat pelit informasi dan sangat susah diminta konfirmasi dengan cepat tentang sejumlah hal yang terjadi lingkungan kampus idaman warga Bali tersebut. 

Hal ini diakui dengan jujur dan berterus-terang oleh Rektor Unud yang baru saja dilantik yakni Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng.,IPU dihadapan puluhan Pimpinan Redaksi dan awak media yang hadir Media Gathering dengan awak media di Bali yang berlangsung di La Prisa Kitchen, Sanur, Sabtu malam (25/9/2021). 

Rektor Prof. Antara yang didampingi Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, MP  (Wakil Rektor Bidang Akademik), Prof. Dr. I Gusti Bagus Wiksuana, SE.,MS (Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan), Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, MT.,Ph.D.,IPU (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan), dan Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes (Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Informasi) juga mengakui beberapa poin penting yang berkaitan dengan hubungan antara Unud dengan media yakni salah satunya soal pelitnya informasi yang disajikan Unud selama ini.

Dengan pelitnya informasi, lanjut Prof. Antara menilai hal itu menjadikan hubungan antara Unud dengan media belum terjalin secara maksimal, bahkan dirasakan masih banyak ditemui sumbatan informasi yang semestinya diterima masyarakat melalui media menjadi terhambat bahkan tidak sampai. 

"Kami akui selama ini teman-teman media sukar mendapatkan informasi apapun tentang Unud. Ini karena memang selama ini Unud pelit informasi, sehingga apa yang kami kerjakan tidak sampai ke masyarakat, begitu pula apa yang masyarakat inginkan tidak terakomodir dengan baik oleh Unud," ucap Prof. Antara sambil tersenyum. 

Foto: Rektor Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng.,IPU

Penyebab lainnya, lanjut Prof. Antara yaitu kerjasama antara Unud dengan media juga terlihat kurang maksimal sehingga pemberitaan informasi lambat dan juga setengah hati.

"Ada teman media yang meminta konfirmasi ke Unud yang mintanya sekarang, namun dijawabnya tiga hari kemudian. Padahal berita itu sedang hangat hangatnya. Kalau hal semacam ini terus terjadi, maka akan sulit masyarakat untuk mendapat informasi hangat," sebutnya. 

Terkait semua itu, Prof. Antara mengakuinya jika itu merupakan dosa masa lalu Unud karena selama ini kurang memberikan informasi yang baik dan terbuka kepada masyarakat melalui mass media.

"Harus kami akui bahwa sumbatan informasi ini menjadi dosa masa lalu Unud selama ini. Kita terbuka saja memang selama ini demikian adanya," akuinya. 

Atas dosa masa lalu Unud itu, Prof. Antara berjanji kedepannya siap memperbaikinya dan sangat berharap bisa berdiskusi dengan awak media agar menemukan berbagai persoalan selama ini, sehingga kedepannya Unud bisa selalu berdampingan dengan media. 

"Sekarang ini kami ingin Unud berjalan bersama media, sebab jika tidak sejalan, maka apapun yang kami lakukan terutama hal yang baik, tidak akan pernah sampai ke masyarakat. Artinya apa, kami ingin jangan sampai hanya yang jelek-jelek saja yang diberitakan, tapi yang baik tidak pernah ada. Nah hal semacam ini kedepannya jangan sampai terjadi lagi. Silakan teman media mengonfirmasi hal yang baik dan buruk sekalipun tentang Unud, akan saya ladeni," harap Prof. Antara. 

Foto: Jubir yang juga dosen FIB Unud Dr. Putu Ayu Asty Senja Pratiwi, Ph.D

Bahkan, Prof. Antara mengaku untuk menjembatani awak media dengan Unud dalam mencari informasi, pihaknya telah menunjuk Dr. Putu Ayu Asty Senja Pratiwi, Ph.D, Dosen FIB Unud atau yang akrab dipanggil Senja Pratiwi sebagai juru bicara (jubir) di Universitas Udayana untuk memfasilitasi media dalam memperoleh keterbukaan informasi yang berkaitan dengan Unud. 

"Kami telah menunjuk jubir Dr. Senja Pratiwi dan harapan kami sumbatan informasi yang dulu pernah ada tidak akan terulang lagi di masa yang akan datang. Dr. Senja Pratiwi yang baru datang usai pendidikan doktornya di Jepang ini, kita tunjuk sebagai Jubir Unud. Jadi silakan kawan media nanti yang membutuhkan informasi dan konfirmasi terkait Unud berhubungan dengan beliau,” terang Prof. Antara. 

Dibawah kepemimpinannya, Prof. Antara ingin agar Unud berjalan seiring dengan media dan pihaknya tidak akan melarang media untuk membicarakan hal buruk yang terjadi di Unud. Begitu pula sebaliknya, kalau ada berita baik soal Unud, rektor berharap agar media juga berkenan untuk memberitakannya.

"Kalau nanti ada teman-teman menemukan informasi buruk soal Unud, kami tidak akan melarang untuk diberitakan dengan catatan konfirmasi dulu ke kami sehingga berita yang sampai ke masyarakat menjadi berimbang. Namun jika ada hal yang baik seperti berita soal mahasiswa Unud yang mengadakan KKN atau mungkin soal pengelolaan keuangan yang baik di Unud mohon diberitakan juga sehingga harapan kami agar Unud selalu ada di hati masyarakat bisa terwujud," pintanya. 

Dalam kesempatan ini, Prof. Antara juga menyampaikan beberapa persoalan hukum yang selama ini dialami Universitas terbesar di Bali ini, yang salah satunya adalah soal aset Unud yang dipermasalahkan oleh pihak lain. Bahkan sejumlah aset menjadi perkara dan ada yang menang dalam sengketa ataupun sebaliknya yang diselesaikan di tingkat peradilan.

"Aset yang ada pada kami ini adalah milik Kementerian. Dan kami diminta untuk menjaga, merawat dan tentu saja mempertahankan bila ada pihak-pihak yang ingin merampasnya," ungkap Prof. Antara. 

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Informasi Unud Prof. Dr. Gede Adiatmika mengakui media memiliki peran yang sangat penting sebagai jembatan informasi antara Universitas Udayana (Unud) dengan masyarakat (publik). Sebagai pihak penunjang kegiatan, media merupakan sarana publikasi yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi opini khalayak, sehingga dapat mendukung publikasi Unud.

Untuk menjaga independensi dan keakuratan, media tentunya membutuhkan informasi yang resmi dan lengkap dari Unud. Menurutnya, Media Gathering yang akan digelar rutin dan berkala setiap bulannya ini sebagai salah satu upaya menjalin hubungan baik, sekaligus sebagai sarana untuk menginformasikan berbagai hal tentang Unud ke publik melalui media.

Hal inilah yang diharapkan dapat menciptakan hubungan saling menguntungkan antara Unud dan media. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa saling memiliki, dimana Unud merupakan milik publik, sehingga segala informasi, program kegiatan dan raihan prestasi, dapat terpublikasikan dengan cepat, tepat dan sampai dengan baik ke masyarakat.

Media Gathering ini menjadi proses awal dari terbentuknya Forum Komunikasi Unud dengan media. Melalui kesempatan ini rekan-rekan jurnalis akan dihimpun dalam sebuah WA Group agar dapat lebih mendekatkan diri dengan Unud. Tujuannya, untuk memudahkan segala informasi yang berkaitan dengan Unud agar sampai dengan utuh dan cepat ke pihak media. 

Untuk menunjang hal ini, Unud juga akan membuat website khusus (dibantu oleh Unit Sumber Daya Informasi atau USDI), yang memuat beragam informasi dan kegiatan dari Rektorat, 13 Fakultas, Program Pascasarjana, serta beberapa Lembaga dan Unit Kerja di lingkungan Unud. Sehingga, selain memperoleh informasi dan foto dari akun Facebook dan Instagram Unud, rekan-rekan media dapat mengakses lebih banyak informasi dari website khusus ini. 

Peran serta media sangat diharapkan untuk turut menyebarluaskan informasi mengenai Universitas Udayana. Acara ini diadakan serangkaian dengan Dies Natalis ke-59 Universitas Udayana, dimana puncak acara akan diadakan pada tanggal 29 September 2021. Rangkaian kegiatan Dies Natalis tahun ini meliputi berbagai perlombaan, napak tilas, pengabdian masyarakat, bakti sosial, donor darah dan donor plasma konvalesen, webinar nasional, serta acara puncak dan kekeluargaan.

Dalam menyambut Dies Natalis ke-59 Universitas Udayana dimana dr. Eka Widyadharma, M.Sc, Sp.N(K) sebagai ketua panitia Dies Natalis melaporkan dalam menyambut Dies Natalis pihaknya telah menggelar beberapa kegiatan lomba maupun kegiatan sosial. 

"Kegiatan sosial yang kami lakukan adalah penyerahan bantuan handsanitizer, masker, mulivitamin ke tempat isolasi terpusat. Selain itu kami juga menggelar donor darah dan donor plasna convalesen yang kami adakan di gedung Fakultas Kedokteran Unud," tutupnya.(BB). 


TAGS :

Komentar