Sungguh Apes Warga Pebuahan Terkena Banjir Kiriman Setelah Diterjang Angin Puting Beliung

Ket Poto, Perebekel Desa Banyubiru cek lokasi tanah gundukan di tengan sungai Tukadaya

Baliberkarya.com - Jembrana. Nasib naas kembali terjadi kepada warga Banjar Pebuahan yang berlokasi di Pesisir Pantai Pembuahan, setelah waktu lalu sempat diterjang angin puting beliung. kemarin malam sekira pukul 23.30 wita diterjang banjir kiriman.

Akibat dari banjir tersebut, sebanyak 6 rumah warga dimasuki air sungai Tukadaya. Warga meyakini banjir dadakan tersebut dikarenakan di daerah pegunungan kemarin malam telah terjadi hujan cukup deras, sehingga air besar dan memasuki pemukiman rumah warga pada saat tpitu juga air laut sedang pasang.

Perebekel Desa Banyubiru I Komang Yuhartono saat dikonfirmasi awak media membenarkan kejadian tersebut, menurut penuturan Kepala Dusun Pebuahan, kejadian sekira pukul 23.30 wita, pada saat itu kebetulan air laut sedang pasang dan cuaca pada saat itu cerah dan tidak terjadi hujan.

"Saya menduga Ini merupakan banjir kiriman, kemarin di daerah pegunungan sempat hujan di sore hari hinga malam, soalnya disini kemarin tidak terjadi hujan. Kejadian ini juga terjadi beberapa waktu lalu yang sempat hujan disini, akan tetapi airnya cepat surut," terangnya, Jumat (24/9/2021)

Dirinya juga mengatakan, besarnya air sungai setelah dicek di dasar yang ada di perbatasan Desa Banyubiru dan Desa Tukadaya di tengah sungai terdapat tanah timbul yang di tanami rumput gajah. Hal tersebut diyakini membuat sampah menjadi terhalang dan menyebabkan air meluap, disamping itu juga  tanggul pengaman sungai yang ada di barat jembatan Desa Tukadaya jebol dengan panjang sekitar 20 meter 

Kejadian tersebut sudah kami laporkan kepada BPBD Kabupaten Jembrana sehingga mereka langsung turun ke lokasi. Selanjutkanya kami mendata warga yang kena musibah. "Kami juga sudah membuat permohonan alat berat untuk pengerukan sungai. Setelah pendataan warga kami dsri desa akan membantu para warga dengan sembako," tutupnya. (BB)


TAGS :

Komentar