Jangan Bandel! Disiplin Taati Prokes dan Tuntaskan Vaksin, Togar Situmorang: Saya Sudah Rasakan Keganasan Corona, Berjuang Melawan Maut di ICU

Advokat dan Pengamat Kebijakan Publik Togar Situmorang

Baliberkarya.com-Denpasar. Hampir dua tahun negeri ini, dirundung bencana wabah virus corona. Virus yang berasal dari wilayah Wuhan Cina tersebut, sudah banyak merenggut nyawa manusia di dunia ini, sampai-sampai virus ini beregenerasi menjadi virus baru dengan varian terbaru.

Pandemi covid-19 selain buat cemas, takut  juga hadirkan kesulitan tak terbayangkan sebelumnya. Banyak orang mengeluh terutama disektor usaha mereka menjerit karena penurunan ekonomi mereka. Namun, setiap dalam kesulitan bersama selalu muncul berkah.

Muncul kemauan gotong royong, bahu membahu menguatnya rasa solidaritas diberbagai masyarakat untuk semangat  bangun, bangkit & sadar bersama dalam perjuangan ditengah ketidakpastian lawan musuh yang tidak terlihat dan mematikan. Sehingga membuat semua masyarakat bersama untuk menjadi Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh.

"Memang kita sekarang ini berada di posisi sulit, kita hanya bisa bersabar dan bertahan dengan adanya pandemi ini. Mungkin hal ini adalah cobaan dari Tuhan untuk kita semua yang harus dijalani,” ungkap Togar Situmorang.

Banyak kebiasaan yang berubah tiap kali keluar rumah, keluar kota. Lebih-lebih kalau kita mau keluar negeri. Sejak pandemi covid- 19, peraturan banyak berubah dan tambahan barang yang harus dibawa. Ada masker wajah,  tisubasah, cairan pembersih tangan,  sarung tangan dan lain-lain sesuai kebutuhan masing-masing.

Sekarang bukan hanya itu, yang lebih penting untuk dibawa kemana-mana adalah sertifikat bukti vaksin covid -19, atau bukti sudah sembuh dari covod-19. Dizaman sekarang sudah tidak cukup bawa & berbekal kartu tanda penduduk.

Segala macam bukti diatas wajib dibawa jadi akses masuk ketempat tempat umum, seperti kafe,mal, restoran, perkantoran, taman, tempat pertunjukan. Khusus untuk pergi keluar negeri, tidak cukup bukti vaksin saja, namun wajib punya asuransi perjalanan.  

Bukti vaksin itu kini jadi syarat utama masuk kesemua negara dan syarat agar tidak perlu jalani kewajiban karantina. Sehingga, boleh bepergian kemana-mana, asal punya bukti  yang diuraikan diatas. Sertifikat bukti vaksin covid-19 atau bukti sudah sembuh dari covid-19, saat ini tidak cukup hanya berbekal  kartu tanda penduduk atau kartu kredit lagi.

Sehingga sekarang adanya istilah, New Normal. New normal adalah perubahan perilaku atau kebiasaan untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasa namun dengan selalu menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Himbauan dari pemerintah ini menganjurkan agar kita bisa hidup “berdampingan” dengan virus yang telah menelan ratusan ribu jiwa kematian di seluruh dunia.

Sejak pandemi Covid-19 muncul, hampir semua orang mengalami kendala untuk menjalani kehidupan normal akibat pembatasan yang perlu dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona. Namun, dengan usainya pembatasan tersebut, pemerintah menganjurkan kita untuk mulai melakukan kegiatan seperti biasa, tentunya sambil mematuhi protokol pencegahan Covid-19.

Definisi new normal disebutkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum dalam rangka pencegahan dan pengendalian corona virus Disease 2019 (Covid 19).

Advokat dan Pengamat Kebijakan Publik Togar Situmorang mengungkapkan kita memang harus tetap waspada dengan adanya virus corona ini sebab virus ini memang benar ada. Jangan meremehkan virus ini karena bisa berakibat fatal.

Apalagi Togar Situmorang sudah merasakannya sendiri dari keganasan virus tersebut. Ia masuk Rumah Sakit Bali Mandara pada Selasa 29 Juni 2021. Sebelumnya ia melakukan isolasi mandiri setelah dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR tanggal 23 Juni 2021.

"Tanggal 23 (Juni) PCR hasilnya positif. Saya isolasi mandiri, sampai tanggal 29 (Juni) malam sudah ngak kuat. Nafas sesak, kepala muter, dunia kayak kiamat dan badan sudah ngak bisa gerak. Makanya malam itu jam 12 langsung dibawa ke Rumah Sakit Bali Mandara untuk masuk ruang ICU selama 16 hari berjuang dengan maut, apalagi usia saya sudah 55 tahun itu sangat rawan," tuturnya.

'Itulah alasannya kenapa kita harus tetap waspada menjaga imun kita supaya tetap sehat. Oleh sebab itu, mari kita tetap disiplin mentaati protokol kesehatan juga tuntaskan Vaksin. Jangan bandel, karena nyawa kita lebih penting dari hal materi apapun,” tutup CEO & Founder Law Firm “TOGAR SITUMORANG“ berkantor di Jl. Gatot Subroto Timur No.22, Denpasar Timur dan Jl. Kemang Selatan Raya No.99, Gedung Piccadilly,Jakarta serta Kota Bandung di Jl. Terusan Jakarta No. 181, Ruko Harmoni, Kav 18, Antipani dan Jl. Pengalengan Raya No.355, Kabupaten Bandung, Jawa Barat atau Jl. Raya Gumecik,Gg Melati Banjar Gumecik No. 8, By Pass Prof. IB Mantra,Ketewel.(BB). 


TAGS :

Komentar