Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI dan Serahkan Bantuan, Gus Adhi Ajak Masyarakat Desa Berangbang Implementasikan Penuh Esensi Empat Pilar

Foto: Anggota Badan Sosialisasi MPR RI AA Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI generasi muda, kalangan petani dan tokoh masyarakat di Desa Berangbang, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Minggu (15/8/2021).

Baliberkarya.com-Jembrana. Untuk menyambut HUT ke-76 Kemerdekaan RI dan HUT ke-63 Provinsi Bali, Anggota Badan Sosialisasi MPR RI Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) yang akrab disapa Gus Adhi komitmen selalu hadir di tengah-tengah masyarakat di berbagai elemen masyarakat untuk mensosialisasikan dan membumikan Empat Pilar MPR RI.

Kali ini, Gus Adhi hadir mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI bagi generasi muda, kalangan petani dan tokoh masyarakat di Desa Berangbang, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Minggu (15/8/2021).

Dalam kesempatan ini, Gus Adhi yang merupakan Anggota Fraksi Golkar DPR RI sekaligus menyerahkan bantuan pertanian kepada sejumlah kelompok masyarakat penerima. Bantuan pertama untuk KUPS Mega Lestari sebesar Rp 50 juta untuk Motor ATV. Kedua, KUPS Wana Giri berupa mesin pengolahan kripik senilai Rp 50 juta. Ketiga, Kelompok Tani Anugrah Pertiwi bantuan UPPO (Unit Pengolahan Pupuk Organik) total Rp 200 juta.

Adapun empat pilar yang disosialisasikan yaitu, Pancasila sebagai Dasar Ideologi Negara, UUD Tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, dan Bhinneka tunggal Ika sebagai semboyan negara.alam sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini, seperti biasa Gus Adhi dengan gaya bahasa yang ringan dan sederhana namun mengena serta diselingi candaan dan keceriaan yang dikemas dalam bentuk quiz seputar empat pilar MPR RI. Quiz Empat Pilar MPR RI yang menjadi hiburan dan gelak tawa ini dengan menyebutkan Empat Pilar isi teks Pancasila. Tak lupa, dalam sosialiasi dan quiz Empat Pilar MPR RI ini Gus Adhi juga mengedukasi dan menggugah kembali kesadaran warga untuk kembali mengingatkan dan mengimplementasikan penuh esensi Empat Pilar.

Sejumlah generasi muda yang hadir dalam acara ini juga antusias mengikuti dan mendengarkan pemaparan Gus Adhi mengenai pentingnya Empat Pilar MPR RI. Saat dites menyebutkan dan menjelaskan Empat Pilar ini termasuk juga menyebutkan isi teks Pancasila, para generasi muda ini ternyata mampu menyebutkan dengan benar dan lancar. Mereka lantas mendapatkan apresiasi dan hadiah khusus yang telah disiapkan oleh Gus Adhi yang bertugas di Komisi II DPR RI ini.

"Anak muda di Desa Berangbang, Jembrana pemahamannya terhadap Pancasila sangat tinggi. Mereka agar jadi garda terdepan menjaga Pancasila," harap Gus Adhi. 

Serangkaian menyambut HUT ke-76 Kemerdekaan RI dan HUT ke-63 Provinsi Bali, Gus Adhi mengajak masyarakat flash back, melakukan refleksi kilas balik pentingnya terus menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur Empat Pilar MPR RI dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Setelah kita ajak mereka bicara Empat Pilar ternyata pemahamannya luar biasa. Hal ini patut ditingkatkan melalui penerapan kehidupan keseharian dan meningkatkan gotong royong sebagai jati diri bangsa Indonesia," jelas Gus Adhi yang juga Ketua Depidar SOKSI Provinsi Bali ini.

Anggota DPR RI dua periode ini juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kondusivitas bangsa, jangan mudah terprovokasi atas pancingan dan ajakan yang mampu memecah belah bangsa.

"Mari menjaga ketenteraman, kerukunan dan kewaspadaan nasional. Terlebih di masa pandemi ini kita mengajak masyarakat jangan ikut menjelek-jelekkan pemerintah apalagi meminta Presiden Jokowi mundur," pesan politisi Golkar asal Kerobokan, Badung ini.

Gus Adhi juga menekankan pentingnya semua kalangan agar memegang teguh Pancasila, mengingat isi teks Pancasila dan mengamalkan nilai-nilai ajaran luhur Pancasila termasuk secara keseluruhan mengenai Empat Pilar MPR RI. Sebab sangat bahaya jika nilai-nilai luhur Pancasila tidak dijalankan dalam keseharian. Degradasi moral anak bangsa yang terjadi saat ini juga karena imbas dari mulai dilupakan dan diabaikannya Pancasila.

Gus Adhi menegaskan bangsa dan negara yang kuat adalah yang mampu memegang teguh falsafah negara. Sebaliknya suatu bangsa dan negara bisa hancur berkeping-keping, terpecah belah jika tidak mampu memegang teguh falsafah negara.

Untuk itu, Indonesia jika ingin tetap eksis terus sebagai bangsa dan negara yang kuat, besar dan menjadi negara maju maka harus tetap berpegang teguh pada Pancasila sebagai falsafah negara Indonesia.

"Coba lihat Irak, Libya, Yaman, Syria hancur karena tidak kuat pegang falsafah negaranya. Maka dari itu Indonesia harus kuat pegang falsafah negaranya yakni Pancasila. Jangan lagi Pancasila seperti diberikan ke pasar bebas, bisa diadakan bisa tidak," tegas Gus Adhi mengakhiri.(BB). 


TAGS :

Komentar