Berlanjut Salurkan PSBI, Rai Wirajaya dan BI Distribusikan Bantuan 2.500 Paket Sembako

Baliberkarya.com-Denpasar. Untuk kesekian kalinya membantu masyarakat ditengah pandemi Covid-19 yang belum usai, Anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya (ARW) bersama Bank Indonesia (BI) kembali menyalurkan paket sembako melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) kepada masyarakat di seluruh Bali. 

Penyerahan bantuan PSBI kali ini sejumlah 2.500 paket sembako yang dilaksanakan di Banjar Gunung, Desa Peguyangan Kaja, Denpasar Utara, Jumat sore (13/08/2021). Lantaran aturan PPKM, maka penyerahan dilakukan secara bertahap dimana hari ini dibagikan 1.000 paket. Sedangkan sisanya sebanyak 1.500 paket sembako akan dilakukan kemudian hari secara "door to door" kerumah masyarakat.

"Semoga bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangannya," ucap Agung Rai Wirajaya (ARW) didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho.

Dalam acara penyerahan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat itu, tampak hadir diantaranya Anggota DPRD Kota Denpasar I Wayan Sutama, Kepala Desa Peguyangan Kaja I Made Parmita, Kelian Adat Banjar Gunung I Ketut Suwitra, serta perwakilan penerima.

Adapun lembaga/kelompok masyarakat penerima bantuan paket sembako PSBI hari ini, yakni Banjar Gunung 150 paket sembako, PKK Banjat Dualang (126), PKK Banjar Saih (48), PKK Banjar Paang Tebel (86), Desa Tegal Harum Denpasar Barat (150), Desa Adat Renon (150), Pura Semeton Karang Buncing (50), Paragotra Sentana Dalem Tarukan Dadia Bualu (100), Dadia Ki Mantri Tututan (50), dan Ayun Sari Bali Mula (90).

Rai Wirajaya menyatakan, bahwa bantuan PSBI ini terlaksana sebagai tindak lanjut dari direalisasikannya proposal permohonan bantuan penanganan Covid-19 dari Banjar Gunung oleh Bank Indonesia melalui Program Sosial Bank Indonesia kepada masyarakat yang membutuhkan.

Tak hanya di Kota Denpasar, bantuan PSBI ini juga menyasar masyarakat di Kabupaten Badung, Tabanan, Gianyar, Klungkung, dan Kabupaten Karangasem.

"Di tiap kesempatan saya selalu mengingatkan walau sudah divaksin tapi masyarakat agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Jangan abai terhadap prokes, yang merasa sehat harus jaga diri. Mengingat kita tidak tahu OTG atau tidak," harap Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini.

Untuk diketahui sejak Juni 2021, kasus positif covid-19 di Bali naik drastis dan masih ada kemungkinan naik lagi. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah. Mulai dari penerapan PPKM Darurat di Jawa Bali sejak 3 Juli 2021 dan terakhir pemerintah kembali memberlakukan perpanjangan PPKM Level 4 mulai tanggal 10 hingga 16 Agustus 2021 di Pulau Jawa – Bali.

Kebijakan tersebut tentu saja memberi dampak yang signifikan bagi masyarakat, khususnya di Bali. Dampak yang paling terlihat dengan PPKM Darurat adalah penurunan kemampuan sosial ekonomi. Dampaknya, terjadi kesulitan pemenuhan kebutuhan dasar terutama pangan bagi masyarakat ekonomi ke bawah. Kesulitan tersebut berpotensi mengakibatkan lemahnya imunitas masyarakat, sehingga upaya pencegahan Covid-19 tidak dapat dilakukan secara optimal.

Sementara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menjelaskan, PPKM ini dalam jangka pendek sedikit menjadi pil pahit untuk perkembangan perekonomian, namun untuk jangka panjang akan menjadi recovery terbaik untuk perbaikan perekonomian Bali. Kebijakan ini akan menekan angka penyebaran Covid-19. 

"Jika angka Covid-19 terkendali maka akan semakin mempercepat perbaikan perekonomian di Bali. Kami berharap bantuan yang kami berikan dapat bermanfaat bagi seluruh warga yang terdampak Covid-19," harap Trisno mengakhiri.(BB). 


TAGS :

Komentar