Jadi Perguruan Tinggi Terpopuler Bali Nusra, Jumlah Mahasiswa Baru di ITB STIKOM Bali Meningkat

Baliberkarya.com-Denpasar. Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali pada Selasa sore (10/8/2021) merayakan Dies Natalis ke-19 secara hybrid (daring dan luring). Dalam Dies Natalis tahun ini, ITB STIKOM Bali mendapat kado istimewa yaitu menjadi perguruan tinggi terpopuler di Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) yang dikeluarkan oleh Webometrics edisi Juli 2021.

Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan dalam sambutannya mengatakan, Dies Natalis di tengah pandemi Covid-19 sehingga perayaan digelar sederhana dan terbatas. Pihaknya mengucapkan mohon maaf kepada dosen, karyawan, mahasiswa, alumni, pimpinan unit STIKOM Bali Group karena tidak bisa mengundang untuk hadir langsung di Aula ITB STIKOM Bali karena keterbatasan tempat yang diharuskan protokol kesehatan.

“Tetapi jangan berkecil hati, perayaan Dies Natalis ke-19 ITB STIKOM Bali kali ini bisa ditonton pada Channel Youtube STIKOMERS TV yang dapat diakses dari seluruh dunia,” kata Dadang, Selasa (10/8/2021).

Dadang juga melaporkan beberapa pencapaian ITB STIKOM Bali mulai Agustus 2020 hingga Juli 2021, diantaranya jumlah mahasiswa baru ITB STIKOM Bali angkatan 2021 yang sudah registrasi berjumlah 1.080 orang (naik 2 persen dari tahun lalu).

“86 persen merupakan putra putri daerah Bali, sedangkan sisanya datang dari hampir 33 provinsi yang ada di Indonesia bahkan ada yang dari luar negeri. Sedangkan jumlah alumni dengan Wisuda 27 sebanyak 7.348 orang ditambah calon Wisuda 28 kurang lebih 570 calon wisudawan,” sebut Dadang.

Tidak hanya itu, Dadang juga menambahkan jika ITB STIKOM Bali masuk ranking 117 Nasional dari 4.593 perguruan tinggi se-Indonesia. Sementara untuk angkatan 2021, peserta magang mendapat uang saku tahun kedua sebesar Rp1.500.000 per bulan, tahun ketiga mendapat uang saku sebesar Rp3.000.000 per bulan, dan tahun keempat mendapat uang saku sebesar Rp3.750.000 per bulan.

"Untuk angkatan 2020, tahun   kedua mendapat uang saku Rp 1.700.000 per bulan, tahun ketiga mendapat uang saku sebesar Rp3.400.000 per bulan, dan tahun keempat mendapat uang saku sebesar Rp4.350.000 per bulan. Untuk angkatan 2019, tahun kedua mendapat uang saku sebesar Rp1.800.000 per bulan, tahun ketiga mendapat uang saku sebesar Rp3.600.000 per bulan dan keempat mendapat uang saku Rp4.600.000 per bulan. Uang saku per bulan itu minimal, bisa naik tergantung kinerja perusahaan maupun kinerja peserta magang,” jelas Dadang Hermawan.

Menurut Dadang Hermawan, syarat utama mengikuti program ini adalah ada kemampuan berbahasa Inggris, baik lisan maupun tulisan. Tidak perlu ijazah TOEFL, yang penting lancar berbahasa Inggris. Atau pada tahun pertama itu bisa mengikuti kuliah sambil kursus bahasa Inggris. Menurut Dadang Hermawan, pada tahun pertama, perkuliahan dilakukan secara daring full time oleh pihakLithan Academy Singapore dengan total durasi perkuliahan sekitar 2.000 jam dan didamping olhe dosen ITB STIKOM Bali.

Menjelang kuliah tahun pertama berakhir (sekitar 2 bulan sebelumnya), para mahasiswa akan disalurkan magang ke berbagai perusahaan yang berkantor di Singapore dengan mengikuti prosedur rekruitmen yang berlaku di perusahaan tersebut. Tahun kedua sampai dengan keempat (3 tahun), para mahasiswa akan melaksanakan magang secara on line sambil tetap kuliah, baik yang diberikan pihak Singapore (sekitar 90 jam per semester) maupun pihak kampus (sesuai dengan kurikullum kampus).

“Magang dilakukan dari hari Senin sampai dengan Jumat (40 jam) dan kuliah dilakukan di hari Sabtu dan Minggu atau di malam hari. Kuliah yang diberikan oleh mitra di Singapore dilakukan dalam bahasa Inggris dan selalu didampingi oleh dosen dari ITB STIKOM Bali. Perkuliahan yang diberikan oleh ITB STIKOM Bali menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Tugas akhir atau skripsi dapat dibuat dengan menggunakan bahasa Inggris atau bahasa Indonesia,” terang Dadang Hermawan.

Sementara, Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti (induk STIKOM Bali) Prof. Dr. I Made Bandem, MA mengatakan, HUT ke 19 ITB STIKOM Bali yang dirayakan di tengah situasi pandemi, tetap ada hikmahmya. Menurutnya, ada pelajaran yang bisa dipetik dari pandemi ini yakni kebersatuan, fleksibilitas dan kreativitas di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi yang terbukti mampu membuat roda kehidupan berputar.

Ia pun memberi contoh seperti mempercepat pembuatan oksigen dan vaksin Covid-19, kemudian teknologi e-commerce, dan lain sebagainya. Inilah yang dilakukan ITB STIKOM Bali sehingga berhasil meraih prestasi puncak yang luar biasa.

“Saya mengapresiasi Rektor Dadang Hermawan yang mampu membawa ITB STIKOM Bali menjadi kampus IT nomor satu di Bali Nusra,” ucap Prof. Made Bandem, dalam sambutannya di acara puncak Dies Natalis ITB STIKOM Bali.(BB). 


TAGS :

Komentar