Selamat Idul Adha, Togar Situmorang: Kita Bisa Berkorban dengan Ikut Sukseskan PPKM dan Vaksinasi

Baliberkarya.com-Denpasar. Tepat pada tanggal 20 Juli umat Muslim akan merayakan Idul Adha. Hari Raya Idul Adha diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriyah, kemudian diikuti dengan penyembelihan hewan qurban yang berlangsung hingga tiga hari setelah 10 Dzulhijjah atau disebut Hari Tasyrik.

Namun ada perbedaan dalam pelaksanaan hari raya Idul Adha pada tahun ini, sebab seperti kita ketahui bersama bangsa Indonesia masih dilanda wabah virus corona. Seperti halnya Idul Adha tahun lalu, umat Islam juga didorong tetap menerapkan langkah pencegahan dan mengubah cara mereka menjalani hari raya ini lantaran situasi pandemi. 

Malah keadaan makin kian mengkhawatirkan dikarenakan adanya peningkatan para penderita covid 19 di Indonesia. Oleh sebab itu, dilaksanakannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

Advokat dan Pengamat Kebijakan Publik Togar Situmorang, SH,MH,MAP.,C.Med.,CLA mengungkapkan dalam perayaan Idul Adha tahun ini, kita tetap harus tertib dan mengikuti protokol kesehatan. Selain itu wajib kita di Vaksin, agar kekebalan imun didalam tubuh semakin kuat untuk melawan virus jahat.

Sebab kita tidak boleh lengah sedikitpun dan memberikan celah untuk terjadinya penyebaran virus corona ini. Dan kita harus wajib gunakan masker, cuci tangan dan jauhin kerumunan. 

"Ingat virus corona itu ada, jangan dianggap remeh dan enteng, karena saya alami sendiri setelah tes PCR 16 hari berjuang melawan maut di ICU. Klo adayang bilang Covid-19 tidak ada itu penjahat kemanusian," tegasnya.

Advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA, kembali menegaskan bahwa Covid-19 jangan dianggap sepele. Menurut dia, virus itu ada dan ia sendiri menjadi korban keganasan virus ini. 

"Covid-19 itu ada. Jangan kita anggap sepele. Yang bilang Covid-19 ga ada itu penjahat kemanusiaan," tegas Togar Situmotang kembali setelah ia lolos dari virus mematikan itu. 

Togar Situmorang menjelaskan bahwa dirinya masuk Rumah Sakit Bali Mandara pada Selasa 29 Juni 2021. Sebelumnya ia melakukan isolasi mandiri setelah dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR tanggal 23 Juni 2021. 

"Tanggal 23 (Juni) PCR hasilnya positif. Saya isolasi mandiri, sampai tanggal 29 (Juni) malam sudah gak kuat. Nafas sesak, kepala muter, dunia kayak kiamat dan badan sudah gak bisa gerak. Makanya malam itu jam 12 langsung dibawa ke Rumah Sakit Bali Mandara," jelas Togar Situmorang.

"Saya mulai ditangani sekitar jam 3 pagi (30 Juni), dipindah ke kamar lantai 3 Sal Jepun. Tetapi jam 5 pagi subuh dipindah ke ICU, karena kondisi saya makin memburuk. Mulai saat itu di ICU berjuang melawan Covid-19," imbuhnya.

Setelah sekitar 16 hari melawan maut di ICU Rumah Sakit Bali Mandara, Togar Situmorang akhirnya diperbolehkan dirawat di ruangan umum. Kondisinya pun makin membaik.

"Ini semua mukjizat bagi saya. Saya bersyukur dan berterima kasih kepada dokter dan perawat yang luar biasa menolong saya. Hanya Tuhan yang bisa membalas kalian," tutur advokat berdarah Batak kelahiran Jakarta ini. 

Ia pun mengajak masyarakat, untuk menjaga diri agar tidak terpapar Covid-19. Masyarakat juga wajib mengikuti saran pemerintah terkait protokol kesehatan serta wajib di Vaksin.

Ia pun menentang yang bilang Covid 19 tidak ada apalagi koment dengan teori konspirasi yang nggak ada dasar yang dilakukan oleh orang intelek sehingga buat gaduh itu adalah kejahatan manusia yang tidak ada sifat kemanusian. Hal itu karena sudah banyak korban bahkan meninggal dan masyarakat terkena Covid 19 tergeletak di lorong-lorong rumah sakit.

"Dimana letak hati nurani kalian dengan seenak nya mengatakan Covid 19 tidak ada, bahkan para medis pun sudah banyak yang jadi korban," sentilnya.

Kaitan dengan Idul Adha kali ini adalah kita juga bisa berkorban dengan cara ikut sukseskan Program PPKM dan wajib Vaksin agar bisa memutus mata rantai penyebaran virus dan tubuh jadi lebih kuat imunnya. 

Dalam keadaan normal, hari raya Idul Adha dimulai dengan berkumpulnya umat Muslim di sebuah masjid atau lapangan di pagi hari setelah matahari terbit untuk melaksanakan sholat Id berjamaah. Namun, wabah virus corona telah mengubah situasi dan mendorong umat Muslim untuk merayakan hari raya Idul Adha kali ini secara berbeda.

Togar Situmorang menilai kita harus tetap mengikuti himbauan Pemerintah yang pada prinsipnya shalat Idul Adha 1442 Hijriah untuk beribadah dirumah dan untuk bersilaturahmi bisa dilakukan secara virtual karena hal itu tidak mengurangi rasa kehangatan di hari yang suci Idhul Adha ini

Selain itu, Idul Adha bukan sekedar perayaan, namun hari raya Idhul Adha menjadi momentum bagi setiap umat Muslim untuk berbagi pada sesama. Selain dekat dengan Allah, makna Idul Adha juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada keluarga, saudara, dan kerabat lainnya. Nada takbir menggema sudah di kumandangkan, sinyal Idul Adha sudah datang, Ampunan serta barokah mudah-mudahan kita peroleh. 

"Hidup adalah timbal balik, apa yang kamu berikan akan kembali. Apa yang kamu tanam akan tumbuh dan apa yang kamu korbankan akan berbuah pahala. Kami segenap keluarga Law Firm Togar Situmorang mengucapkan "Selamat berkurban dan selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah serta tidak lupa mohon maaf lahir dan batin," tutup tutup CEO & Founder Law Firm “TOGAR SITUMORANG“ dengan kantor pusatnya di Jl. Tukad Citarum No.5 A, Renon, Denpasar Selatan dan Jl. Kemang Selatan Raya No.99, Gedung Piccadilly,Jakarta serta Jl. Pengalengan Raya No.355, Bandung, Jawa Barat ini.(BB).


TAGS :

Komentar