Seragam Sekolah Tak Boleh Dicicil, Bupati Tamba Gerah Sebut Penyalur Toko Itu-Itu Saja Dari Dulu

Ket Poto, Bupati Jembrana I Nengah Tamba SH

Baliberkrya.com - Jembrana. Bupati Jembrana I Nengah Tamba gerah terkait adanya pungutan liar yang memberatkan orang tua murid membeli seragam sekolah yang sudah ditentukan oleh oknum guru untuk membeli seragam di penyalur seragam yang telah ditentukan.

Informasi tersebut sebelumnya telah tayang di media sosial, yang ditayangkan oleh akun Aum Hyang. Dalam postingan tersebut, terlihat chatingan whatsapp dari salah satu oknum guru. Mereka mengarahkan muridnya untuk membeli seragam di salah satu penyalur toko, diketahui toko tersebut sebagai penyalur seragam sekolah yang dari dulu sudah bertahan sampai sekarang.

Dalam chat tersebut, seperti ditujukan kepada orang tua siswa oleh oknum guru, bahwa, seragam sekolah sudah ditentukan harganya, dan juga sudah ada list harga dari salah satu toko sergam di Kota Negara, Kabupaten Jembrana. Di masa pandemi ini oknum guru tersebut juga tidak memperbolehkan orang tua murid untuk mencicil membeli seragam. Para murid juga ditentukan tanggal untuk pergi ke toko tersebut.

Saat di konfirmasi awak media, Bupati Jembrana I Nengah Tamba SH, mengatakan, pihaknya sebenarnya dari awal sudah bicara, apalagi dalam suasana covid seperti sekarang, pihaknya juga tidak pernah mengintruksikan sekolah untuk memungut biaya sergam sekolah kepada para murid.

"Hari ini sudah saya tanda tangani surat penegasan. Intruksi bupati harus ditaati oleh sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama. Khusus untuk untuk anak-anak Paud, yang kebanyakan lembaga swasta, kita tidak bisa masuk kedalamnya. Kalau sepanjang menjadi kewenangan kita bisa masuk, pasti kita akan intruksikan tidak ada biaya seragam," tegasnya, Senin (12/7/2021).

Untuk anak-anak yang akan mulai masuk sekolah, Bupagi Tamba menyarankan agar memanfatkan pakaian seragan kerabat atau soudaranya, atau beli sendiri, seragam pakaian disesuaikan, apakah pakai sepatu putih, sepatu hitam silahkan, yang penting bersih. 

"Sekarang kwalitas yang kita utamakan, bukan uniform kita utamakan, biarkan masyarakat yang memilih bahan, jangan diatur, saya tau dari dulu di Jembrana. Penyalurnya hanya itu-itu saja, jadi kelihatannya sudah diatur (monopoli), kalau ada penyalur lain silahkan beli disitu," terangnya

Lebih lanjut Bupati Tamba mengatakan, pihaknya mempersilahkan kepada sekolah swasta untuk mengikuti programnya. "Dalam suasana covid ini silahkan ikuti program kami, untuk membantu masyarakat agar anak-anaknya bisa sekolah,  dan membantu meringankan para orang tua murid," tutupnya. (BB)


TAGS :

Komentar