Dugaan Air Sudah Masuk Mesin KMP Yunicee dari Ketapang, Polair Polda Bali Periksa Awak Kapal dan Penumpang

Ket poto : Dir Polairud Polda Bali Kombes Pol Toni Ariadi, S.I.K didampingi Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Adi Wibawa, S.I.K dan Kepala Kantor Basarnas Bali Gede Darmada. Pos SAR Terpadu Pelabuhan GilimanukKapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa SIK

Baliberkarya.com - Jembrana. Pasca tenggelamnya KMP Yunicee, untuk memperbaharui data korban yang sebelumnya terjadi perbedaan data antara Pos SAR Terpadu di Pelabuhan Gilimanuk dengan data yang dari Pos di Pelabuhan Ketapang. Dir Polairud Polda Bali melaksanakan jumpa pers bertempat di Posko SAR Gabungan Penyelamatan dan Evakuasi Pelabuhan Gilimanuk, Kamis malam (1/7/2021).

Dalam kegiatan tersebut, Dir Polairud Polda Bali Kombes Pol Toni Ariadi, S.I.K didampingi Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Adi Wibawa, S.I.K dan Kepala Kantor Basarnas Bali Gede Darmada. Pos SAR Terpadu Pelabuhan Gilimanuk yang menjadi Pos Induk. Sehingga Rabu sore hingga petang dilakukan sinkronisasi data melibatkan instansi terkait.

Dalam keterangan persnya, Direktur Polair Polda Bali, Kombes Pol. Toni Ariadi pukul 20.00 Wita memastikan data penumpang KMP Yunicee, dan juga memastikan data penumpang KMP Yunicee melebihi manifest maupun data yang beredar selama ini.

“Kita olah dan padukan data dari data yang meninggal, dari laporan orang hilang DVI Dokes Polda Bali, korban yang dibantu KMP Samudra Utama dan KMP SMSC Swakarya dan  tagboat. Dipastikan yang onboard di kapal 76 orang. Terdiri dari 41 penumpang 16 kru list, 12 non manifet dari ASDP dan 5 penumpang non manifest, ada 36 korban selamat di Ketapang," terangnya.

Toni melanjutkan, kapal SMS Swakarya menyelamatkan 23 orang, Samudra Utama 17 dan 1 togboat, totalnya 41. Tapi tercatat 36. Ternyata sebanyak 5 kru kapal yang tidak mau melapor ke Posko

"Sedangkan dari 13 ABK, yang selamat sebanyak 13 orang, 3 orang dalam pencarian merupakan petugas kantin. Data keselurahnya sebanyak 51 korban selamat, 18 dalam pencarian dan 7 meninggal dunia. Korban selamat dari manivest penumpang 24, dari kru list 13, non manivest ASDP 9 dan 5 penumpang non manivest, nama-namanya semuanya ada,” ujarnya.

Sementara, lanjut Toni, untuk 18 orang masih dalam pencarian, yang terdiri dari 12 orang dalam manifest, 3 orwng dsri kru list dan 1 orang merupakan office boy non manifest, sedangkan 2 balita juga non manifest yang merupakan anak dari bapak Gatot yang terdaftar di manitest, masih dalam pencarian.

"Dari 7 korban meninggal, 5 orang dalam manifest, dan 2 orang non manifest ASDP. pencarian korban yang belum ditemukan dan juga titik posisi bangkai kapal, Korpolairud Baharkam Mabes Polri menggunakan alat sonar 3D, helicopter dan ROV," jelasnya.

Terkait video amatir yang beredar di media sosial, Toni menjelaskan, sudah memeriksa sejumlah awak kapal dan penumpang yang selamat. "Dalam video yang beredar, memperlihatkan adanya air di deck dan kamar mesin saat mulai pelayaran dari Ketapang, kami sudah memeriksa 12 orang saksi. Nanti kita gelar untuk menentukan apakah ini bisa dinaikan ke penyidikan apakah ada lalainnya,” ucapnya. 

Lebih jelasnya Toni mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemutakhiran data. Sampai saat ini sebanyak 18 orang dsri masyarakat sudah melapor ke posko kehilangan anggota keluarganya. "Kemungkinan juga ada yang masih akan melapor kehilangan, ita akan croschek. Nanti kita akan update lagi,” jelasnya. (BB)


TAGS :

Komentar