HUT ke-42 Yayasan Pendidikan Ngurah Rai, Gus Adhi Berikan Beasiswa Penuh dan Asuransi Gratis Demi Masa Depan Siswa Gemilang

Foto: Ketua Yayasan Pendidikan Ngurah Rai Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) atau yang akrab disapa Gus Adhi dalam sambutannya saat acara puncak HUT ke-42 Yayasan Pendidikan Ngurah Rai yang digelar di halaman Sekolah Ngurah Rai Kerobokan, Badung, Senin malam (29/6/2021).

Baliberkarya.com-Badung. Yayasan Pendidikan Ngurah Rai kini memasuki usia ke-42 tahun dalam mencerdaskan generasi bangsa. Yayasan Pendidikan Ngurah Rai kini dibawah komando Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) mengusung spirit transformasi untuk menghadirkan pendidikan berkualitas den mencetak SDM unggul serta berdaya saing. 

Mengusung tagline “Ngurah Rai Reborn: Kami Hadir untuk Kualitas” unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Ngurah Rai yakni SD Ngurah Rai Kerobokan, SMP Ngurah Rai Kerobokan dan SMK Ngurah Rai Kerobokan tampil dengan wajah baru, gedung sekolah yang nyaman dan modern serta keren dilengkapi fasilitas berkelas didukung dengan SDM tenaga pengajar/guru yang berkualitas dan profesional.

“Kami berkomitmen penuh mewujudkan siswa siswi SMP, SMA, SMK Ngurah Rai meraih masa depan yang gemilang,” ucap Ketua Yayasan Pendidikan Ngurah Rai, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) dalam sambutannya saat acara puncak HUT ke-42 Yayasan Pendidikan Ngurah Rai yang digelar di halaman Sekolah Ngurah Rai Kerobokan, Badung, Senin malam (29/6/2021).

Puncak peringatan HUT ke-42 Yayasan Pendidikan Ngurah Rai ini juga dirangkai dengan puncak peringatan HUT ke-61 SOKSI (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) yang merupakan salah satu ormas pendiri Partai Golkar dimana Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) yang akrab disapa Gus Adhi juga merupakan Ketua Harian Depinas SOKSI dan Ketua Depidar SOKSI Bali. Mengawali puncak acara HUT ini pada pagi harinya dilaksanakan upacara melaspas bangunan gedung dan mecaru di areal Sekolah Ngurah Rai ini. 

“Tahun ajaran baru ini, kami telah melaspas gedung baru dan melakukan pecaruan sesuai hakikat Tri Hita Karana dengan harapan dapat terwujud suasana belajar yang nyaman dan diberikan jalan terang. Kami membangun masa depan anak bangsa lewat pendidikan berkualitas di Sekolah Ngurah Rai,” terang Gus Adhi.

Yayasan Pendidikan Ngurah Rai Kerobokan awalnya didirikan oleh ayahanda Gus Adhi yakni I Gusti Ketut Adhiputra (almarhum) bersama rekan-rekannya dan telah memiliki izin operasional sejak 1979. Dalam upayanya mendirikan pendidikan formal tingkat SMA, Adhiputra pun membujuk sang istri tercinta, Ida Ayu Mahendri agar bersedia merelakan areal tanah yang semula merupakan unit bisnis keluarga yaitu kandang ayam untuk menjadi kawasan sekolah. 

Sebagai catatan sejarah, Adhiputra pernah pula mendedikasikan diri sebagai guru dengan mengajar aljabar di SMP Budi Utama tersebut. Akhirnya pada tahun 1979 sebagai inisiator Yayasan Pendidikan Ngurah Rai Kerobokan, Adhiputra bersama rekan–rekan lainnya berhasil mendirikan SMA Ngurah Rai dengan menempatkan Kepala Desa Kerobokan (Anak Agung Ngurah Putera) sebagai Ketua Yayasan dan Adhiputra sebagai Sekretaris Yayasan Pendidikan Ngurah Rai Kerobokan. 

Nama I Gusti Ngurah Rai diambil dari salah satu pahlawan Bali yang telah berjasa dan mempunyai andil besar atas keberanian melawan penjajah dalam menghantarkan kemerdekanan Republik Indonesia. Dalam perjalanan mengelola Yayasan Pendidikan Ngurah Rai ini, Adhiputra lebih meningkatkan pengabdian dalam membangun dunia pendidikan bersamaan dengan amanah jabatan sebagai Ketua LKMD Desa Kerobokan dan juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Badung, maka pada tahun 1980 didirikan pula SMP Ngurah Rai Kerobokan.

Selama ini, Yayasan Pendidikan Ngurah Rai Kerobokan telah mampu dan berhasil mencetak generasi pembangunan bangsa di semua tingkatan dengan banyaknya alumni berhasil, banyak diantara lulusan telah menjadi pengusaha sukses, kepala lingkungan, ada pula yang menjadi kepala desa atau lurah, camat bahkan wakil rakyat di DPRD Kabupaten/Kota, dan DPRD Provinsi Bali bahkan di DPR-RI yang sekaligus sebagai anggota MPR-RI.

Namun dalam perkembangan di masa terakhir ini dimana fenomena banyaknya sekolah swasta terpinggirkan sebagai dampak masifnya penetapan sekolah-sekolah negeri (gratis) di berbagai wilayah hingga kebijakan memaksakan diri dalam menampung siswa pada kapasitas standar maksimum, termasuk diantaranya masih ada sekolah yang mempergunakan bilik belajar untuk sekolah dasar, dikarenakan belum adanya lahan sekolah yang representatif.

Dalam konteks tersebut, sekolah-sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Pendidkan Ngurah Rai termasuk salah satu yang terkena imbasnya. Hal ini dibuktikan dengan semakin merosotnya jumlah siswa di setiap tahun penerimaan dalam beberapa tahun belakangan ini. 

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, dalam mengantisipasi kemunduran serius atas peran Yayasan Pendidikan Ngurah Rai dalam dunia pendidikan, pada usia ke-42 tahun dan berdasarkan hasil keputusan rapat pendiri Yayasan Pendidikan Ngurah Rai pada tanggal 4 agustus 2020 telah mempercayakan pada Gus Adhi yang merupakan putra tertua dari I Gusti Ketut Adhiputra untuk melanjutkan perjuangan Yayasan Pendidikan Ngurah Rai sebagai Ketua Yayasan. Di masa kepemimpinan Gus Adhi inilah nama “Ngurah Rai Reborn” yang dipilih sebagai semboyan baru sebagai langkah progresif pengabdian yayasan ngurah rai di dunia pendidikan kontemporer. 

“Yayasan Pendidikan Ngurah Rai terlahir kembali untuk menjawab tantangan zaman dalam merespon dinamika perkembangan dan perubahan lingkungan strategis yang sangat masif untuk terus aktif mengisi pembangunan di era revolusi 5.0,” kata Gus Adhi yang juga Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali ini.

Kini, Yayasan Pendidikan Ngurah Rai tampil di era modernitas dengan menyediakan fasilitas belajar dan interaksi insan akademis menyesuaikan kondisi sulit pandemi Covid-19 saat ini. Beberapa perubahan diantaranya merubah setting ruang kelas dengan jumlah maksimal rombel 30 (tiga puluh) orang siswa per kelas dengan sistem duduk satu bangku satu siswa.

“Sekolah Ngurah Rai telah hadirkan ruang kelas maksimal 30 siswa tiap rombel dan satu bangku satu siswa melihat kondisi pandemi. Kami meniru hal yang baik yang telah dilakukan Sekolah Taruna dengan satu bangku satu siswa tiap kelas. Mudah-mudahan seluruh sekolah di Bali dan Nusantara melakukan hal yang sama,” ungkap Gus Adhi yang bertugas di Komisi II DPR RI.

Sekolah Ngurah Rai juga dilengkapi dengan adanya ruang perpustakaan modern yang nyaman dengan buku-buku yang cukup lengkap serta berbagai renovasi sebagai upaya pembaharuan lainnya. Semua Sekolah Ngurah Rai yang sebelumnya bernaung di bawah atap Yayasan Pendidikan Ngurah Rai telah bertransformasi dengan wujud baru yang lebih menarik serta sistem pengelolaan yang lebih akuntabel dan transparan serta melibatkan para pihak dalam pengembangannya, melalui manajemen baru Yayasan Adhyatma Maju Prakasa (yayasan AMP).

Harapan untuk mewujudkan generasi terdidik dan berdaya saing dapat segera direalisasikan melalui pendidikan bermutu dengan mengutamakan prinsip sekolah sehat dan riang gembira. Dengan demikian, Sekolah Ngurah Rai turut andil dalam mengakselerasi pencapaian salah satu tujuan nasional, sebagaimana amanah konstitusi alinea terakhir yaitu mencerdaskan bangsa. 

Sebagaimana cita-cita luhur I Gusti Ketut Adhiputra yang mempercayai bahwa pendidikan dan peningkatan kualitas SDM adalah jalan pintas menuju kemajuan peradaban dan modernitas sebagaimana impian bersama, maka Ngurah Rai Reborn hadir untuk kualitas.

Gus Adhi menegaskan bahwa sekolah swasta mempunyai peran penting dalam ikut membangun pendidikan dan mencerdaskan anak bangsa. Kehadiran sekolah swasta mitra kerja pemerintah. Sekolah swasta adalah cikal bakal pendidikan sebelum adanya sekolah negeri. 

“Pendidikan merupakan wadah yang kita harus bangun dan Sekolah Ngurah Rai agar dimiliki bersama. Jadi penting agar sekolah swasta ini tetap hidup dan sekolah negeri harus mengacu pada aturan, rombel kelas tidak boleh lebih dari 32 orang,” pesan politisi Golkar asal Kerobokan, Badung ini.

Nah, sebagai bentuk berkomitmen serius dan sungguh-sungguh membangun kualitas SDM Bali melalui sektor pendidikan, Yayasan Pendidikan Ngurah Rai selain menggratiskan uang gedung bagi siswa SMP, SMA, dan SMK untuk tahun ajaran baru ini, juga memberikan program beasiswa bagi puluhan siswa SMK Ngurah Rai di bidang perhotelan, tata boga, dan siswa di bidang pertanian. Yayasan Pendidikan Ngurah Rai akan memberikan beasiswa kepada masing-masing 20 orang siswa kuota untuk tahun 2021 ini. 

"Dengan rincian, 20 orang siswa dibidang perhotelan dan 20 siswa orang dibidang Tata Boga sehingga totalnya 40 orang dibidang pariwisata selama 1 tahun," jelas Gus Adhi.

Sedangkan untuk siswa SMK Ngurah Rai di bidang pertanian diberikan beasiswa penuh selama tiga tahun atau sekolah gratis sampai tamat bagi siswa SMK Pertanian Ngurah Rai.

"Saya akan memberikan 20 orang beasiswa sampai tamat bagi siswa SMK Pertanian untuk membangun SDM pertanian kita menjadi petani dan pengusaha pertanian yang unggul,” ungkap Gus Adhi yang dikenal dengan spirit perjuangan “Amanah, Merakyat, Peduli” (AMP) dan “Kita Tidak Sedarah Tapi Kita Searah.”

Tidak cukup sampai disana, Yayasan Pendidikan Ngurah Rai juga memberikan asuransi gratis kepada seluruh siswanya baik di SMP, SMA dan SMK selama lima tahun. Asuransi ini tentu sangat berguna membantu siswa dan orang tua siswa jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Asuransi ini mencakup, pertama, santuan duka sebesar Rp 25 juta. Kedua, penggatian biaya harian rawat inap Rp 200 ribu per hari atau Rp 24 juta per tahun. Ketiga, penggantian biaya ICU sebesar Rp 300 ribu per hari atau Rp 36 juta per tahun. Serta ada penggantian biaya bedah sebesar Rp 2 juta.

Sementara itu puncak HUT ke-42 Yayasan Pendidikan Ngurah Rai yang juga dirangkai dengan puncak peringatan HUT ke-61 SOKSI ini juga diisi dengan penyerahan berbagai hadiah lomba kepada pemenang lomba yang diselenggerakan sebelumnya oleh Yayasan Pendidikan Ngurah Rai bekerjasama dengan SOKSI Z.

Dalam kesempatan ini Gus Adhi selaku Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali juga menyerahkan secara simbolis bantuan aspirasi total Rp 23 miliar lebih kepada kelompok masyarakat dan kelompok tani dari berbagai daerah di Bali.(BB).


TAGS :

Komentar