Peluang Emas! Ciptakan Para Pengusaha, SMK Ngurah Rai Berikan Beasiswa Bagi Puluhan Siswa Bidang Pariwisata dan Pertanian

Baliberkarya.com-Kerobokan. Kesempatan dan peluang emas bagi masyarakat memiliki putra dan putri yang hendak memasuki Sekolah Menengah Kujuruan (SMK) di Bali. Pasalnya, Anggota DPR RI Dapil Bali Anak Agung Bagus Mahendra Putra (Amatra) melalui Yayasan Pendidikan Ngurah Rai selain menggratiskan uang gedung bagi siswa SMP, SMA, dan SMK juga memberikan program beasiswa bagi puluhan siswa SMK dibidang perhotelan, tata boga, dan siswa dibidang pertanian.

Berita gembira ini disampaikan Ketua Yayasan Pendidikan Ngurah Rai, Anak Agung Bagus Mahendra Putra (Amatra) atau yang akrab disapa Gus Adhi saat menggelar Bakti Sosial Donor Darah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Yayasan Pendidikan Ngurah Rai ke-42 dan SOKSI ke-61 di Sekolah Yayasan Pendidikan Ngurah Rai di Kerobokan, Badung, Sabtu (26/6/2021).

Menurut Anggota DPR RI Fraksi Golkar ini, Yayasan Pendidikan Ngurah Rai melaksanakan berbagai program itu sebagai bentuk untuk mengapresiasi kekayaan alam yang harus diisi dan berdayakan secara penuh dan sungguh-sungguh yakni pertama dibidang Pariwisata. Dibidang pariwisata ini Yayasan Ngurah Rai akan menciptakan pengusaha-pengusaha pariwisata yang unggul. 

"Kita tidak hanya mendidik siswa sebagai karyawan pariwisata, tapi bagaimana kita melahirkan siswa-siswa yang mempunyai jiwa pengusaha dibidang pariwisata itu sendiri," kata Gus Adhi yang dikenal Amanah, Merakyat, Peduli (AMP).

Terkait beasiswa, Gus Adhi yang juga Ketua Depidar SOKSI Bali ini menjelaskan Yayasan Pendidikan Ngurah Rai akan memberikan beasiswa kepada masing-masing 20 orang siswa kuota untuk tahun 2021 ini. 

"Dengan rincian, 20 orang siswa dibidang perhotelan dan 20 siswa orang dibidang Tata Boga sehingga totalnya 40 orang dibidang pariwisata selama 1 tahun," jelas Ketua Hubwil VI Fraksi Partai Golkar DPR RI ini.

Lebih lanjut Tokoh Kerobokan ini menerangkan bahwa selaim dibidang pariwisata yakni yang kedua adalah sebagai wujud baktinya kepada ibu pertiwi yaitu SMK dibidang pertanian juga diberikan beasiswa yang waktunya lebih lama. Dibidang pertanian Gus Adhi memberikan kuota 20 siswa orang yang akan diberikan beasiswa secara penuh 3 tahun.

"Saya akan memberikan 20 orang beasiswa sampai tamat bagi siswa SMK Pertanian. Untuk pariwisata kita berikan beasiswa selama 1 tahun untuk masing-masing jurusan di perhotelan dan tata boga," terang Ketua Harian DEPINAS SOKSI ini.

Bagi Gus Adhi, hal ini penting dihadirkan sehingga pertanian ini betul-betul mempunyai sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dan kehadirannya selama ini dibidang pertanian dimana pihaknha sudah memberikan bibit, alat-alat pertanian, edukasi pertanian sehingga tidak lengkap rasanya kalau tidak menyiapkan sumber daya manusia dibidang pertanian. 

"Nah oleh sebab itu, saya mengajak marilah masyarakat, adik-adik saya mulai cintai pertanian dan kami akan memberikan pendidikan plus di SMK Ngurah Rai jurusan pertanian," tuturnya.

Semua itu, lanjut Gus Adhi lantaran ia berusaha apalagi telah mempunyai petani-petani atau lahan-lahan binaan dimasing-masing diseluruh kabupaten/kota yang ada di Bali. Harapanya akan melakukan kerja sama dengan universitas-universitas negeri dan swasta serta akan membuat demplot pertanian dan mudah-mudahan minimal 1 kluster 1 hektar.

"Kita akan membuat itu minimal dimasin-masing kabupaten/kota. Iya mudah-mudahan kita bisa membuat dan melahirkan suatu produk unggulan dimasing-masing kabupaten/kota di Bali," sebutnya.

Menurut Gus Adhi, hal ini penting sekali diwujudkan, contohnya di Jembrana bagaimana pihaknya bisa melahirkan pengusaha-pengusaha pertanian dibidang kakao dan di Tabanan bagaimana pihaknya bisa melahirkan pertanian dibidang kopi dan sebagainya.

"Inilah yang harus kita lahirkan secara sungguh-sungguh mengurus pertanian ini, apalagi dimasa pandemi Covid-19 ini kita sudah melihat bukti nyata bahwa hanya sektor pertanianlah yang bisa masih bertahan dan hidup. Ini akan bisa mengawal pertanian Bali kedepan," ujarnya.

Jika itu terwujud, Gus Adhi optmis pertanian tidak lagi identik dengan kemiskinan, tapi bagaimana ia bisa melahirkan pertanian ini benar-benar bisa menjadi petani yang sukses. Bisa menjadi manusia yang unggul dan menjadi pengusaha yang sukses dimasa depan. 

Terkait Balai Latihan Kerja atau BLK, Gus Adhi memaparkan bagaimana hal ini terintergratade teori yang akan diberikan tidak hanya sekedar teori dan tidak hanya berbasikan hanya sekedar teori, tapi suksesnya teori itu ada implementasi dilapangan. 

"Nah inilah harapan kami kedepannya. Inilah yang akan kita lahirkan dan kita harus mempunyai parameter yang jelas. Siswa ini tidak hanya praktik, tapi dia harus mampu menghasilkan atau membranding dirinya bahwa sudah mengasilkan sesuatu dibidang pertanian. Ini yang terpenting yang harus dilaksanakan," tegas Anggota Komisi II DPR RI yang sebelumnya menjabat di Komisi IV DPR RI ini.

Seperti diketahui, Yayasan Pendidikan Ngurah Rai yang telah memiliki izin operasional sejak 1979 dan memulai kiprahnya dalam dunia pendidikan melalui penguatan siswa SMP dan SMA. Sejak 2021, Yayasan Pendidikan Ngurah Rai ikut mendukung pemerintah dalam mempersiapkan tenaga terampil siap pakai dengan membuka pendidikan vokasi, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).(BB).


TAGS :

Komentar