Dari Maribaya "Panglima Hukum" Togar Situmorang Meramal Kemenangan Belanda

Baliberkarya.com-Bandung. Maribaya Natural Hot Spring Resort, Lembang, dalam balutan kaus berlambang Federasi Sepak bola Belanda, Togar Situmorang mengaku sudah tidak sabar menanti kabar lolosnya Belanda dari penyisihan Grup C Piala Eropa 2020. 

Tak terbersit keraguan sedikit pun, De Oranje pastilah bakal melewati hadangan Austria, yang akan dihadapinya Kamis (17/6/2021) malam mulai pukul 20.00 waktu Amsterdam, atau pukul 02.00 Jumat (18/6) dinihari WIB. 

"Belanda kembali akan memukul Austria, Johan Cruijff Arena akan pecah," kata pengacara kondang yang digelari "Panglima Hukum" itu. 

Togar Situmorang, SH, MH, MAP, C.Med, CLA tak peduli jika pernyataannya dinilai  bombastis. Ia meyakini, tim binaan Frank De Boer masih lebih kuat dari Austria. Apalagi De Oranje untuk kedua kalinya tampil di depan pendukungnya sendiri. 

"Jadi, tak mungkinlah Belanda akan kalah. Berapa skor kemenangannya, bagi aku tak penting. Harapannya tentu bisa mencetak sebanyak mungkin gol ke gawang lawan," kata suami dari Ellen Mulyawati itu. 

Sehari-hari tinggal di Denpasar, Bali, Togar Situmorang sejak Kamis siang berada di Lembang, Jabar, untuk menyelesaikan urusan kliennya. Di Maribaya ini pula ia akan mencoba menyaksikan duel tim idolanya dengan Austria dinihari nanti. 

Foto: Togar Situmorang, SH, MH, MAP, C.Med, CLA.

Ah, yakin bisa nonton? Papah dari Axl Mattew Situmorang,  Alexander Situmorang, SH, dan Shinta Adellia ini tergelak. 

"Pasti aku coba. Pertandingan pertama, saat menang 3-2 dari Ukraina, memang aku lepas. Yang kedua ini tak kalah serunya, meski Belanda unggul dalam beberapa pertemuannya dengan Austria," jawabannya yang sudah menyerupai komentator handal. 

"Iya, sekarang aku sering diselorohi teman-teman pengacara. Lho, Panglima Hukum kok bicara sepak bola? Aku bilang, pengacara tak tabu juga bicara sepak bola. Bahkan Alexander Ceferin, Presiden UEFA itu, juga seorang pengacara," ujar Togar Situmorang yang juga dikenal sebagai pengacara hukum bisnis dan legal corporate itu. 

"Aku tak tahu siapa saja di antara teman-teman pengacara yang menyukai sepak bola. Kalau sekadar suka, mungkin banyak. Tetapi, taruhan? Nah, aku nggak tahu itu," seru kakek dari Emmery dan Marria Situmorang itu. 

Belanda sebelumnya mengalahkan Ukraina 3-2, sementara Austria menang 3-1 atas tim debutan Makedonia Utara. Keberhasilan kedua tim mendulang tiga poin diyakini akan membuat laga berjalan dengan tensi tinggi. Siapa pun yang memenangkan pertandingan ini, dipastikan menjejak ke babak 16 besar.   

"Belanda, yes! Belanda juga pasti akan jadi juara grup, mengingat lawan terakhirnya adalah tim terlemah yakni Makedonia Utara," tegas pengacara selebritas ini mencoba meyakinkan.

 

Belanda, papar Togar Situmorang, bagaimanapun sudah dikenal sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola dunia. Belanda pada eranya dikenal sebagai juara dunia tanpa mahkota terutama pada Piala Dunia 1974 dan 1978. Karena secara dua kali berturut-turut hanya mampu finis sebagai runner-up. 

Prestasi terbaik yang diukir Belanda adalah menjuarai Piala Eropa tahun 1988 di Jerman. Kemudian di level Piala Dunia, Timnas Belanda sudah tiga kali berstatus runner up termasuk di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. 

Menurut pandangan Togar Situmorang, sejak bergulirnya kejuaraan Piala Eropa tahun 1960 yang pada saat itu Uni Soviet meraih gelar pertama di Prancis, tentu untuk di Piala Eropa sekarang ini sangat berbeda. Saat ini tim-tim yang kuat hanya Perancis, Jerman, Spanyol dan Italia. 

"Tetapi patut kita ingat, pada Piala Eropa 1988 yang digelar di Jerman, sebuah tim dengan gaya total football mampu menjuarai turnamen yang digelar 4 tahunsekali itu, yakni Belanda," sebut Togar Situmorang menegaskan. 

"Pelatih Frank de Boer sangat bersinar di Belanda saat ini. Belanda akan mengejutkan tim sekelas Jerman, Spanyol dan lainnya," urai pengacara ternama ini seraya memekikkan Nederland keert terug naar totaalvoetbal. Holland Hop!.(BB).


TAGS :

Komentar