Dinas P3AP2KB Gandeng WHDI Sosialisasikan Pendidikan Bagi Calon Pengantin

Baliberkarya

Baliberkarya.com Jembrana - Pendidikan bagi calon pengantin sangat sangat penting sebelum masuk kejenjang berkeluarga. Untuk itu Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Denpasar menggandeng Wanita Hindu Dharma Indonesia, (WHDI) Denpasar melaksanakan sosialisasi pendidikan bagi calon pengantin. Sosialisasi yang diikuti 20 pasang calon pengantin dari empat kecamatan di hadiri Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara.

Dalam kesempatan tersebut Ny. Antari Jaya Negara ditemui Rabu, (16/6) di Denpasar menyampaikan pendidikan bagi calon pengantin sangat penting. Hal ini untuk agar para calon pengantin benar-benar mempersiapkan diris secara mental. Mengingat mereka merupakan cikal bakal terwujudnya keluarga sejahtera tentunya akan berimbas pada kehidupan sosialnya.

Lebih lanjut Antari Jaya Negara menambahkan di tengah situasi covid-19 tentunya sangat berbeda disaat situasi tidak covid-19. Ini juga harus menjadi perhatian para calon pengantin untuk mencegah penyebaran covid-19. “Kami harapkan para calon pengantin benar-benar memperhatikan situasi saat ini. Untuk itu dalam pelaksanaan upacara tentunya harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Antari Jaya Negara.

Disamping itu pemahaman tentang kesehatan reproduksi oleh calon pengantin juga sangat penting. Hal ini mencegah terjadinya kematian angka kelahiran, ibu dan anak. Termasuk juga mencegah terjadinya stunting. Perencanaan keluarga sehat dan sejahtera menjadi perhatian serius bagi para calon pengantin bagimana mempersiapkan hal tersebut.  Ini dapat dilakukan mulai dari perencanaan kehamilan termasuk juga menjaga jarak kehamilan karena menentukan kualitas anak. “Untuk itu pendidikan pra nikah terutama kesehatan reproduksi sangat penting,” jelas Ny. Antari Jaya Negara.

Kepala Dinas P3AP2KB I Gusti Agung Sri Wetrawati menyampaikan sosialisasi ini bertujuan memberikan informasi dan edukasi tentang kesehatan reproduksi kepada calon pengantin. Ini diperlukan untuk memastikan setiap calon pengantin mempunyai pengetahuan yang cukup dalam merencanakan kehamilan dan mempersiapkan keluarga yang sehat. “Kami harapkan semua calon pengantin memahami dengan benar untuk mewujudkan keluarga sejahtera,” ujarnya. (BB)


TAGS :

Komentar