100 Tahun Soeharto, Amatra Rindu Indonesia Kembali Jadi "Macan Asia" Berkepribadian dan Berdaulat Disegala Bidang

Foto: Presiden ke-2 RI (Alm) HM. Soeharto

Baliberkarya.com-Denpasar. Presiden ke-2 Republik Indonesia (alm) HM. Soeharto hari Rabu 8 Juni 2021 tepat 100 tahun hari kelahirannya. Almarhum HM. Soeharto yang lahir pada 8 Juni 1921 di Kemusuk, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) semasa hidupnya dikenal sebagai "Bapak Pembangunan" yang telah banyak menyisakan kenangan manis di ingatan masyarakat Indonesia. 

Presiden ke-2 (Alm) HM. Soeharto mulai memimpin tahun 1967 hingga 1998 yang menggantikan Presiden Soekarno. Di dunia internasional, sosok (Alm) HM. Soeharto memiliki sebutan yang cukup populer yakni “The Smiling General” yang berarti "Sang Jenderal yang Tersenyum" dalam keadaan dan situasi apapun selalu menunjukkan raut muka yang selalu tersenyum.

Terkait 100 Tahun Soeharto, Ketua Harian DEPINAS SOKSI Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) menilai (alm) HM. Soeharto adalah sosok yang sangat berjasa bagi Bangsa Indonesia. Menurutnya, selama menjadi Presiden Republik Indonesia, Soeharto mampu membawa arah kebijakan positif bagi Nusantara. 

Kepemimpinan (Alm) HM. Soeharto, sambung Amatra sapaan singkat Anak Agung Adhi Mahendra Putra, selama 32 tahun telah berhasil menghantarkan pembangunan Nasional pada pertahanan Negara dibidang ekonomi, keamanan nasional dan ketahanan Pangan dengan capaian maksimal pada swasembada pangan. 

"Terbukti selama 32 tahun memimpin Indonesia, beliau (Alm. HM. Soeharto) mampu menghantarkan keberhasilan untuk pembangunan nasional," kata Politisi Golkar yang akrab disapa Gus Adhi, Rabu (8/6/2021). 

Almarhum HM. Soeharto, lanjut Anggota DPR RI Dapil Bali itu, adalah figur bersahaja namun memiliki tangan dingin mewujudkan kedaulatan Negara di berbagai bidang. 

Foto: Anggota DPR RI Dapil Bali Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) atau disapa Gus Adhi.

"Beliau (Alm. HM. Soeharto) berhasil mewujudkan pertahanan negara di bidang ekonomi, keamanan nasional dan ketahanan pangan dengan capaian maksimal pada swasembada pangan," ungkap Gus Adhi yang juga Ketua DEPIDAR XXI SOKSI Bali.

Capaian (Alm) HM. Soeharto, kata Politisi asal Kerobokan Badung ini harus menjadi teladan kita bersama, dan sebagai pedoman pimpinan negara untuk membawa Indonesia sebagai negara yang berkepribadian dan berdaulat di segala bidang. 

Gus Adhi dengan slogannya "Tak Sedarah Tapi Searah" ini menegaskan almarhum HM. Soeharto tak hanya cakap urusan domestik namun juga memiliki nama masyhur sebagai pimpinan negara yang piawai membangun komunikasi politik internasional. Dan tidak kalah penting juga kepiawaian (Alm) HM. Soeharto dalam komunikasi politik Internasional sehingga sampai pada julukan "Macan Asia" untuk Indonesia. 

"Hal itu terbukti dengan predikat Indonesia sebagai 'Macan Asia'. Semoga ke depan terlahir kembali sosok Soeharto-Soeharto yang lain dalam menghantarkan Bangsa Indonesia menjadi Bangsa yang maju dan sejahtera," tegas tokoh Bali dengan slogan Amanah Merakyat Peduli (AMP) ini. 

Dalam kesuksesan dijaman kepemimpinan (Alm) HM. Soeharto tersebut, Gus Adhi berpandangan bahwa Negara sudah sewajarnya memberikan gelar tertinggi kepada sosok (Alm) HM. Soeharto dan patut menjadikannya sebagai Palawan Nasional.

"Jika melihat berbagai capaian manis yang ditorehkan Bapak (Alm) HM. Soeharto maka sudah sepatutnya beliau mendapatkan predikat sebagai Pahlawan Nasional," harap Gus Adhi mengakhiri.(BB).


TAGS :

Komentar