Edukasi Gemar Makan Ikan, Gus Adhi Bagikan 700 Paket Ikan Segar Gratis di Jembrana

Baliberkarya.com-Jembrana. Untuk menyehatkan masyarakat ditengah pandemi Covid-19 dan menanggulangi stunting serta gizi buruk, Anggota Komisi II DPR RI Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) kembali menyerahkan 700 paket ikan segar kepada masyarakat dengan berkeliling di sejumlah banjar di Kabupaten Jembrana, Jumat (4/6/2021) dari pagi hari hingga sore hari.

Pembagian paket ikan secara gratis dari Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali yang akrab disapa Gus Adhi ini merupakan bagian dari progam Safari Gemarikan (Gerakan Masyarakat Makan Ikan) "Ayo Makan Ikan: Makan Ikan Sehat, Kuat, Cerdas" dengan mengkampanyekan "Perangi Stunting dan Gizi Buruk" yang digelar bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Dalam Safari Gemarikan ini total 700 paket ikan dibagikan di Kabupaten Jembrana. Diantaranya di Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan (100 paket). Banjar Yehbuah Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo (150 paket), kemudian di Kecamatan Jembrana (50 paket). 

Selanjutnya di Desa Batu Agung  Kecamatan Jembrana (100 paket). Desa Baluk Kecamatan Negara (150 paket). Desa Tuwed, Kecamatan Melaya (100 paket). Desa Manis Tutu, Kecamatan Melaya (50 paket).

Satu paket ikan segar yang dibagikan cuma-cuma ini masing-masing berisi empat jenis ikan (ikan kembung, stik tuna, mahi-mahi filet dan filet ikan dasar) dengan ukuran masing-masing 500 gram sehingga totalnya 2 kilogram per paket ikan.

Gus Adhi mengajak dan mengkampanyekan kesadaran makan ikan dari usia dini. Selain membagikan ikan segar kepada warga, Gus Adhi yang punya moto perjuangan AMP (Amanah, Merakyat, Peduli) ini juga memberikan edukasi kepada warga betapa pentingnya makan ikan dan segudang manfaat makan ikan bagi kesehatan dan masa depan anak bangsa.

"Dalam Safari Gemar Makan Ikan, kami hadir bukan hanya membagikan ikan tapi tapi juga mengkampanyekan sembilan dampak positif rajin makan ikan bagi kesehatan," terang Gus Adhi. 

Menurut Gus Adhi, sembilan manfaat makan ikan bagi kesehatan seperti mencegah resiko penyakit jantung, stroke, dan darah tinggi, serta mencegah rematik dan meningkatkan imunitas tubuh. Rajin makan ikan juga bisa mencegah pikun dan penuaan dini, mengurangi resiko asma. 

Selain itu, ikan merupakan sumber omega 3 untuk kesehatan mata, sumber protein dan kalsium untuk pertumbuhan anak, mengurangi resiko bayi lahir prematur. Gemar mengkonsumsi ikan juga dapat mengurangi resiko depresi, hingga mengatur kadar gula darah pada penderita diabetes.

"Ini sangat penting karena menyangkut masa depan kita, anak-anak kita agar terhindar dari stunting dan gizi buruk. Mari kita wujudkan generasi yang sehat dan cerdas," ajak Gus Aghi yang juga Ketua Depidar SOKSI (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) Provinsi Bali ini.

Anggota DPR RI dua periode ini mengungkapkan masyarakat Bali masih kurang kesadarannya makan ikan. Sebab faktanya konsumsi ikan masih rendah kisaran 31,77 kilogram per kapita per tahun, masih jauh di bawah rata-rata nasional yang di angka 54,49 kilogram per kapita.

Bagi Gus Adhi hal ini tentu akan berdampak pada kecerdasan anak-anak yang jadi masa depan kita. Persoalan stunting pun masih jadi permasalahan yang harus diatasi dengan mengajak anak makan ikan sejak dini.

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

"Stunting musuh kita bersama. Untuk mencegah stunting dan meningkatkan kecerdasan anak-anak kita minimal anak konsumsi ikan dua kali seminggu," kata Gus Adhi yang juga Ketua Harian Depinas SOKSI (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) yang merupakan organisasi yang terlahir dari tuntutan zaman yang terdiri dari insan dan manusia Karya yang mandiri untuk percepatan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, Safari Gemar Makan Ikan dengan pembagian berbagai jenis ikan bergizi tinggi ini bertujuan meningkatkan konsumsi ikan untuk mendukung penurunan stunting dan gizi buruk. 

"Kita harus bersama perangi stunting dengan kampanyekan gemar makan ikan sejak dini. Kita edukasi agar ibu hamil dan menyusui gemar makan ikan lalu mengajak anak-anaknya juga makan ikan," ungkap Gus Adhi.

Kegiatan ini juga mempromosikan produk perikanan sebagai makanan kaya gizi dan protein serta menyerap produksi ikan dan produk olahannya sekaligus menyalurkan pada masyarakat untuk menjamin pemenuhan gizi dan kesehatan.

Politisi Golkar asal Kerobokan, Badung ini mengajak semua pihak ikut mendukung dan mengkampanyekan gemar makan ikan karena sangat baik untuk kesehatan, kecerdasan anak-anak generasi penerus bangsa.

"Kita akan jadi masa lalu, tapi kita punya masa depan yakni anak-anak kita. Mari kita siapkan masa depan kita generasi muda dengan mengedukasi mereka gemar makan ikan. Generasi muda kuat cerdas dengan makan ikan," tegas Gus Adhi.

Salah satu jenis ikan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi anak-anak hingga orang dewasa adalah ikan kembung karena kandungan gizi seperti omega 3-nya sangat tinggi bahkan lebih tinggi dari ikan salmon. 

Harga ikan kembung jauh lebih murah dibandingkan ikan salmon. Harga ikan kembung per kilogram hanya di kisaran Rp 35 ribu per kilogram, sementara harga ikan salmon jauh lebih mahal yakni di kisaran Rp 160 ribu per kilogram. Apalagi di era Covid-19 saat ini makan ikan penting untuk meningkatkan imunitas tubuh.

"Hasil penelitian KKP, ikan kembung punya kadar gizi lebih tinggi dari salmon, apalagi lebih murah dan pastinya hasil laut Indonesia. Jadi ikan kembung ini jadi pilihan yang tepat untuk dikonsumsi minimal seminggu dua kali Jadi ayo makan ikan! Ayo lawan Covid-19," pungkas Gus Adhi yang sebelumnya Anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, lingkungan hidup, kehutanan dan kelautan ini.(BB).


TAGS :

Komentar