Maju Terus Pantang Mundur! Amatra Tanpa Pamrih Banyak Berkarya Geber Delapan Aksi "Gerakan SOKSI Membangun"

Foto: Ketua Depidar SOKSI Provinsi Bali Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) yang akrab disapa Gus Adhi.

Baliberkarya.com-Badung. Selama ini kiprah Ormas SOKSI (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) Bali dibawah komando Ketua Depidar SOKSI Provinsi Bali Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) tak kenal lelah menunjukkan karya nyata dan inovasi di tengah situasi pandemi Covid-19. 

Bahkan lewat "Gerakan SOKSI Membangun" berbagai program pemberdayaan masyarakat diluncurkan menguatkan DNA dan identitas SOKSI dengan prinsip "Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe" atau tanpa pamrih banyak berkarya.

Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) yang juga Ketua Harian Depinas SOKSI ini sebelumnya telah menggeber delapan aksi "Gerakan SOKSI Membangun" sebagai bentuk inovasi dan karya nyata SOKSI Bali, apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

“Gerakan SOKSI Membangun atau GSM ini  adalah inovasi dan karya nyata SOKSI untuk selalu hadir di tengah-tengah penderitaan rakyat,” kata Amatra yang didamping pengurus Baladhika Karya Provinsi Bali dalam rangka memperingati HUT ke-61 Ormas SOKSI (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) pada Kamis 20 Mei 2021 yang bertepatan dengan 113 tahun Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).

Delapan aksi "Gerakan SOKSI Membangun" yang digulirkan Amatra ini meliputi berbagai aspek atau bidang kehidupan. Pertama di aspek kesehatan, diluncurkan program asuransi SOKSI melalui program KTA (Kartu Tanda Anggota) SOKSI Berasuransi untuk lima kelompok yakni bagi pengurus dan kader SOKSI Bali, simpatisan SOKSI, SOKSI Z (tunas muda SOKSI yang beranggotakan generasi Z mulai dari dari siswa kelas 1 SMA/SMK sederajat hingga mahasiswa perguruan tinggi semester 3) serta petani binaan SOKSI.

Program Gerakan SOKSI Membangun yang kedua menyentuh aspek ekonomi dimana salah satu karya nyata yang sudah dilakukan dengan melepas ekspor perdana buah manggis ke Tiongkok sebanyak 2 ton pada Sabtu (30/1/2021). Buah manggis yang diekspor hasil panen dari bantuan bibit manggis yang diberikan SOKSI lima tahun lalu kepada petani binaan SOKSI.

Ketiga, program Gerakan SOKSI Membangun di sektor pelestarian lingkungan seperti mewujudkan pertanian yang selaras dengan alam. Amatra bersama SOKSI Bali pun terus membantu para petani subak melakukan rekayasa ekologi untuk membasmi hama tikus dengan melepas burung hantu.

Keempat, Gerakan SOKSI Membangun juga menguatkan nilai-nilai kebangsaan melalui sosialisasi Empat Pilar yakni NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika untuk meningkatkan wawasan kebangsaan masyarakat khususnya generasi muda penerus bangsa.

Kelima, Amatra menyiapkan regenerasi kepengurusan SOKSI melalui pembentukan dan deklarasi SOKSI Z (tunas muda SOKSI yang beranggotakan generasi Z mulai dari dari siswa kelas 1 SMA/SMK sederajat hingga mahasiswa perguruan tinggi semester 3). Hebatnya, anggota SOKSI Z ini juga langsung dibekali proteksi asuransi SOKSI selain mereka diberikan berbagai program pembentukan karakter dan pemberdayaan hingga diajak melakukan pengabdian di tengah-tengah masyarakat.

Keenam, pada aspek sosial, SOKSI Bali bersama SOKSI Kabupaten/Kota se-Bali gencar menyerahkan bantuan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai bantuan. Diantaranya, bantuan 20.000 bibit unggul, bantuan dua unit perahu SOKSI kepada dua kelompok nelayan budidaya rumput laut di Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung. Kemudian penyerahan bantuan lima unit motor roda tiga serta bantuan  Rp 250 juta berupa bantuan ekonomi produktif kepada lima kelompok penyangga hutan.

Ketujuh, Gerakan SOKSI Membangun juga fokus membangun sektor pertanian khususnya juga menggelorakan pertanian organik. Amatra bersama SOKSI menyerahkan bantuan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) bagi sejumlah kelompok tani (Poktan). Kedelapan, Gerakan SOKSI Membangun juga menyentuh peningkatan kualitas SDM khususnya pula SDM pertanian.

Upaya ini dilakukan salah satunya dengan mendorong terbentuknya bengkel alsintan (alat mesin pertanian). Para kelompok tani yang mendapatkan bantuan alsintan diedukasi dan dilatih agar mampu mendirikan bengkel alsintan sebagai salah satu bentuk unit bisnis dari UPJA  (Usaha Pelayanan Jasa Alsintan) untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

"Dengan adanya bengkel alsintan diharapkan dapat menarik minat anak-anak muda untuk ikut mengambil peranan di bidang pertanian, khususnya pengelolaan jasa alsintan," tegas Amatra yang kini menjabat sebagai Anggota Komisi II DPR RI dengan lingkup tugas di bidang dalam negeri, sekretariat negara, dan pemilu ini.(BB).


TAGS :

Komentar