Bamsoet Tinjau Lahan Sirkuit F1 dan Cek Wisata Karangsewu Gilimanuk

Ket Poto Ketua MPR RI Bambang Soesatyo didampingi oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat mengunjungi wi\\Wisata Karangsewu Gilimanuk

Baliberkarya.com Jembrana - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, yang kerap dipanggil Bamsoet setelah meninjau langsung lahan lokasi akan dibangunnya Sircuit Formula 1 di Persil Kecamatan Melaya didampingi oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba SH.

Dalam kunjungan tersebut Bansoet mengungkapkan, setelah dibangunnya Sirkuit Motor GP di Mandalika di Lombok Tengah NTB, kini saatnya Bali mempunyai juga Sirkuit Formula 1 yang akan dibangun di Kabupaten Jembrana.

"Nantinya tergantung dari persetujuan Gubernur Bali yang nantinya menerima masukan dari tokoh adat yang ada, begitu oke tim pudat akan masuk dan mulai membangun sirkuit tersebut," ujanya Bamsoet 

"Kita memilih Jembrana, dikarenakan Kabupaten Jembrana ekonominya rendah dibandingkan Kabupaten lainnya di Bali, sebelum dibangunnya sirkuit nantinya ada jalan tol yang akan dibangun juga ini memudahkan lintasan orang masuk ke Bali, nanti juga Kabupaten Jembrana juga sebagai kawasan industri yang sedang dirancang," jelas Bamsoet.

Terkait areal kawasan TNBB, lanjut Bamsoet, termasuk obyek wisata Karangsewu yang ada di Kelurahan Gilimanuk sudah dikontrak investor. Namun hingga kini lahan itu belum dimanfaatkan. "Saya lihat potensi pariwisata di Jembrana khusunya di Taman Nasional Bali Barat yang lebih dikenal dengan nama Karangsewu ini," ujarnya.

Ia melanjutkan, memang selama ini banyak tanah negara yang disewa atau dikontrak pihak swasta di areal TNBB ini. Namun banyak juga lahan yang sudah dikontrak sejak lama hingga kini masih dibiarkan atau belum dibangun terlalu lama. 

"Kita himbau kepada pihak swasta agar mendayagunakan apa yang sudah disewanya dari negara dengan sewa kalau memang tidak sanggup agar dikembalikan ke negara suoaya bisa diaerahkan ke pihak swasta yang ingin membangun kawasan ini sehingga ada peningkatan ekonomi di Bali barat ini," ucapnya.

Lebih jelasnya ia mengatakan, lahan ini liasnya 30 hektar dengan 5 hektar ruang publik, pemerintah sudah memberikan lahan yang selama ini tidur untuk didayagunakan atau dibangung. Kalau dibiarkan sama saja bohong

"Saya prediksi Pariwisata Bali akan kembali meledak setelah pandemi Covid-19 ini. Dikarenakan Bali masih menjadi piliham utama kunjungan wisata, hal tersebut hasil dari survei dunia," terangnya,

Wisatawan international, imbuh Bamsoet, dan Warga Indonesia sudah jenuh tinggal dirumah pasca pandemi ini, nanti Bali siap-siap berbenah jangan putus asa dikarenakan ledakan kunjungan akan terjadi setelah pasca Covid-19 ini," tutup Bamseot.


TAGS :

Komentar