Bamsoet Puji Nilai Pluralisme di Jembrana Yang Terjalin Dengan Baik

Ket Poto, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet berkunjung ke Kabupaten Jembrana dan mensosialisasikan empat pilar RI di Jembrana, bertempat di kediaman pribadi Bupati Jembrana I Nengah Tamba di Banjar Peh Desa Kaliakah Kecamatan Negara. Minggu (16/05).

Baliberkarya.com Jembrana - Hal tersebut disampaikan olehnya pada saat mensosialisasikan empat pilar RI di Jembrana, bertempat di kediaman pribadi Bupati Jembrana I Nengah Tamba di Banjar Peh Desa Kaliakah Kecamatan Negara. Minggu (16/05).

Dihadiri oleh seluruh Forkopimda Kabupaten Jembrana Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet dihadapan forum kepala desa,  majelis desa adat, tokoh masyarakat lintas agama, serta komunitas otomotif yang hadir, menekankan penguatan nilai nilai pada Dasar Negara Pancasila. 

Ia memuji nilai nilai pluralisme di Jembrana yang terjalin dengan baik. Masyarakat Jembrana yang disebutnya heterogen selama ini menjunjung tinggi perbedaan dengan tiap agama bisa hidup berdampingan. "Hal ini harus dipertahankan. Kita tidak ingin pertikaian antar umat beragama terjadi. Harus dihindari karena dampaknya luar bisa," sebut Bamsoet.

Nilai-nilai itu juga, lanjutnya, adalah warisan l luhur pendiri bangsa. Bagaimana Indonesia dengan 17 ribu lebih pulau tersebar senusantara bisa hidup rukun dan damai

"Tugas kita menjaga warisan itu. Jangan terpancing provokasi asing merusak kehidupan beragama. Karena salah satu mendorong pertikaian agama adalah perasaan keadilan masyarakat. Kesenjangan ekonomi yang tidak merata," terangnya.

Selain itu, Bamsoet juga mengingatkan peserta yang hadir untuk mewaspadai bahaya radikalisme. Ancaman radikalisme sebutnya, masih sangat nyata di Indonesia, bahkan belakangan ini potensinya meningkat.

"Kita prihatin karena radikalisme belakangan ini meningkat. Banyak yang sudah terpapar baik itu guru agama hingga kampus kampus. bahlan pelakunya tidak hanya didominasi kaum laki, tapi kini mulai menyentuh anak dan perempuan. Karena itu kita jangan lengah dan mau terprovokasi," sebut Bamsoet.

Sebagai langkah pencegahan, Ia sudah mengusulkan pendidikan pancasila dihadirkan kembali dilingkungan disekolah bahkan regulasinya sudah digodok di parlemen. Ditengah situasi pandemi yang masih berlangsung, Bamsoet juga mengingatkan warga jangan berkecil hati. 

Bamsoet juga Jembrana yang bertahan pertumbuhan PAD sekitar 3 persen. Jumlah itu disebutnya sudah luar biasa mengingat di berbagai daerah ada yang sampai minus. Ini menandakan Jembrana memiliki ketahanan PAD yang kuat ditunjang sektor pertanian dan kelautan. Pembayaran PBB juga masih tinggi menandakan kesadaran warga jembrana membayar pajak masih cukup tinggi.

"Saya meyakini Jembrana adalah daerah masa depan tujuan wisata. kedepan pertanian juga akan menjadi salah satu pilihan yang menjanjikan.  Kita harus optimis menyikapi pandemi ini. Tetap  siapkan  segala halnya apabila pasca covid nanti bali ramai lagi (ledakan wisata). Karena bali saat ini masih menjadi pilihan wisata dunia," tandasnya .

Sementara Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengucapkan terimakasih atas kedatangan Bambang Sosesatyo ke Jembrana. Terlebih dalam nuansa hari raya, sekaligus memomen untuk silaturahmi dan bermaaf- maafan. 

Dipaparkan Tamba, Jembrana ini memiliki potensi besar tapi masih  perlu terobosan dan dukungan pusat untuk mengeksekusi. Khususnya disektor pertanian. Bupati Tamba mencontohkan produksi gabah Jembrana yang cukup tinggi, namun harga beras di masyarakat masih cukup tinggi. Keuntungan itu belum sepenuhnya dinikmati petani sehingga perlu terobosan dan kebijakan.

Contoh lainnya adalah Kakao Jembrana  yang kualitasnya sudah diakui dunia.
Saat ini kata Tamba hasil kakao Jembrana sebanyak  3000 ton. Sedangkan kakao yang sudah fermetasi  hanya mampu kisaran 300 ton. 

"Kelemahan ada dimesin fermentasi. Jumlahnya masih kurang. Sehinga perlu menjadi atensi semua pihak. Dan dengan kehadiran bapak Bamsoet kami mohon dukungan dari pusat," pungkas Bupati Tamba. (BB)


TAGS :

Komentar