Lestarikan Peninggalan Leluhur, PDI-P Gelar Lomba Mixologi Arak Bali Sebagai Bentuk Keberpihakan Bagi Petani Arak

Baliberkarya.com-Denpasar. Untuk meriahkan HUT PDI Perjuangan ke- 48, DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Provinsi Bali menggelar berbagai lomba mulai dari Lomba Cocktail Berbahan Dasar Arak Bali, Lomba Barista Kopi Bali, Lomba Cerdas Cermat Susastra Bali, Lomba Desain Kreatif Motif Endek Bali, Lomba Desain Kreasi Busana Adat Pakem Bali, dan Lomba Website Aksara Bali, serta Bakti Sosial Bantuan kepada Siswa Yatim Piatu yang berprestasi. 

Sejumlah lomba yang melibatkan pelajar dan kaum muda lainnya ini sebagai tanggung jawab seluruh simpatisan, anggota, dan kader partai dalam mengimplementasikan peraturan gubernur (Pergub) Bali No. 79 tahun 2018 terkait penggunaan busana adat Bali sesuai etika dan estetika budaya Bali dan karakter bangsa.

Kordinator Lomba Mixologi Arak Bali, DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, I Made Ramia Adnyana, S.E., M.M., CHA., mengatakan arak tradisional merupakaan peninggalan leluhur yang harus tetap dilestarikan. Ramia Adnyana berharap melalui kegiatan ini diharapkan mampu memberi manfaat untuk petani arak tradisional, serta masyarakat di Bali pada umumnya.

"Kegiatan ini juga untuk memotivasi petani dalam meningkatkan produksi arak," kata Ramia Adnyana dalam acara jumpa pers di Kantor DPD PDI Perjuangan Propinsi Bali, Renon, Denpasar, Senin siang (03/05/2021).

Ramia Adnyana yang juga General Manager (GM) Hotel Sovereign Bali ini mengaku kebutuhan minuman beralkohol untuk industri pariwisata tahun 2019 hampir mencapai 12 juta liter. Tingginya permintaan minuman beralkohol adalah potensi usaha yang sangat luar biasa untuk para petani arak.

Ramia Adnyana yang juga Wakil Ketua Bidang Pariwisata DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini mengungkapkan Kabupaten Karangasem, khususnya Desa Merita di kenal sebagai tempat penghasil arak terbaik di Bali. Arak yang telah di kenal oleh masyarakat khususnya masyarakat Bali memiliki banyak manfaat yaitu di gunakan sebagai sarana upacara, sebagai sarana pengobatan tradisional, sebagai jamuan dan sebagai bahan penelitian.

Lomba Mixologi Arak Bali, lanjut Ramia Adnyana, sebagai Implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan atau distilasi Khas Bali. Lomba Arak Bali dilaksanakan bekerjasama dengan Indonesia Food & Beverage Executive (IFBEC), dan Indonesia Bartender Association (IBA) dengan tujuan untuk menggaungkan produk Arak Bali ke pasar Internasional terutama target pasar pariwisata agar arak Bali mendunia.

"Lomba ini dilaksanakan sebagai bentuk keberpihakan terhadap petani lokal Bali terutama petani Arak Bali sesuai arahan Gubernur Bali," jelas Ramia Adnyana.

Ia mengakui dalam Final lomba Mixologi produk yang digunakan adalah Arak Bali yang legal dan telah memiliki BPOM dan merupakan produk Bali asli.

Final Lomba Mixologi Arak Bali ini dipersiapkan secara maksimal dengan melibatkan seluruh Komite IFBEC dan ABI serta pengrajin arak agar kedua lomba ini memberi manfaat yang maksimal terhadap peserta lomba dan masyarakat umum terutama Petani Arak Bali.

"Lomba Mixologi Arak Bali telah sukses dilaksanakan mulai 03 April 2021 secara serentak di 9 Kabupaten/Kota se-Bali. Tiga besar pemenang lomba masing-masing kabupaten mengikuti final lomba ini," pungkasnya.(BB).


TAGS :

Komentar