Sowan ke Bupati, Bawaslu Provinsi Usul Hibah Lahan Perkantoran

Foto: Humas Jembrana

Baliberkarya, Jembrana - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Propinsi Bali sowan ke Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Selasa (20/4). Kehadiran 2 orang anggota Bawaslu Propinsi Bali, I Ketut Rudita dan Ketut Sunadra saat diterima di ruang VIP Pemkab Jembrana didampingi oleh ketua Bawaslu Kabupaten Jembrana I Made Pande Muliawan.

Dihadapan Bupati I Nengah Tamba dan Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna dan Sekda I Nengah Ledang rombongan Bawaslu Propinsi Bali dan kabupaten, selain memberikan support dan ucapan selamat atas telah dilantiknya I Nengah Tamba dan I Gede Ngurah Patriana Krisna  sebagai Bupati dan wakil Bupati Jembrana. 

Selain itu, Bawaslu juga menyampaikan terhadap realisasi penggunaan anggaran selama Pilkada, termasuk  pihak Bawaslu juga mengusulkan kepada pihak pemerintah kabupaten Jembrana untuk memberikan bantuan hibah untuk lokasi pembangunan gedung perkantoran.

“Saat ini kami sangat berterima kasih kepada pak Bupati, Wakil Bupati dan pak Sekda. kehadiran kami dapat diterima dengan baik. Ini trio yang sangat menentukan dalam proses pembangunan Jembrana kedepan. Oleh karena itu, kami sebagi lembaga Bawaslu dan pemerintah daerah ingin sinergitas seperti ini terus dibangun dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berdemokrasi,” kata anggota Bawaslu Propinsi Bali I Ketut Rudita.

Sebagai sebuah lembaga permanen, Rudita juga mengusulkan agar dapat diberikan hibah berupa lokasi untuk pembangunan gedung kantor Bawaslu. Pasalnya, saat ini lokasi kantor dan sarana dan prasarana yang ada, dinilai kurang representatif.

”Apa yang telah diberikan oleh pemerintah Kabupaten Jembrana saat ini (kantor) tentu kami ucapkan terima kasih. Namun, karena ini (Bawaslu) merupakan sebuah lembaga yang permanen tentu kami harapkan pak bupati bisa memberikan hibah untuk lokasi perkantoran yang lebih representatif,” harapnya.

Terkait dengan realisasi terhadap penggunaan anggaran selama pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Jembrana, ketua Bawaslu Kabupaten Jembrana, I Made Pande Muliawan mengaku jika anggaran Pilkada Jembrana sangat minimalis. 

“Meski demikian, dalam realisasinya kita maksimalkan  efisiensi tanpa mengurangi dari substansinya,” terangnya.

Efisiensi, kata Muliawan, dalam implementasi di lapangan sosialisasi dilakukan dengan berbasis non anggaran. Sedangkan dana hibah yang diterima Bawaslu tentu sangat minimalis jika dibandingkan dengan seluruh kabupaten di Indonesia yakni sebesar Rp4,5 milyar. 

"Dengan inovasi-inovasi selama pelaksanaan Pilkada itu kita mampu sisihkan sebesar Rp760 juta. Dengan pola seperti ini tentunya kedepan pelaksanaan Pilkada jembrana bisa dijadikan sebagai role model,” tegasnya.

Sementara Bupati I Nengah Tamba, mengaku apresiasi terhadap kinerja Bawaslu sehingga pelaksanaan Pilkada dapat berjalan sesuai mekanisme yang ada.

”Tentu kami sangat apresiasi kepada pihak Bawaslu atas berlangsungnya Pilkada. Namun, sebagai ajang demokrasi tentu ada hal-hal kecil terjadi dan itu sudah biasa terjadi. Meski demikian, sejak awal kehadiran kami adalah untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Terkait usulan hibah untuk lokasi pembangunan gedung perkantoran, Bupati asal Desa Kaliakah itu  pada prinsipnya  menyetujui. Ia  sepakat agar Bawaslu Kabupaten Jembrana bisa memiliki gedung yang lebih representatif. 

"Kami persilahkan pihak Bawaslu jajaki lebih awal, melakukan survey terhadap lokasi yang dianggap lebih baik. Selanjutnya mari kita bersama-sama diskusikan kembali,” pungkasnya. (Jun/ BB)


TAGS :

Komentar