Bangkitkan Pariwisata, Bali Cycling Marathon 2021 Terapkan Standar Prokes Jadi Percontohan Event "Sport Tourism"

Kadis Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa (dua dari kanan), Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin (kiri), dan Ketua ASITA Bali Komang Takuaki Banuarta (Baju biru dua dari kiri).

Baliberkarya.com-Denpasar. Pasca Pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk juga di Pulau Bali mengakibatkan sektor pariwisata yang menjadi andalan dan tumpuan masyarakat Bali praktis mengalami "mati suri". Untuk membangkitkan sektor pariwisata Bali yang bergantung pada wisatawan mancanegara juga diharapkan mampu memaksimalkan potensi wisatawan domestik melalui berbagai atraksi wisata lokal dengan tetap memperhatikan standar prosedur protokol kesehatan (prokes).

Salah satu upaya itu dengan menggelar Bali Cycling Marathon (BCM) 2021 yang menerapkan prokes ketat sehingga merupakan kegiatan yang atraktif bagi wisatawan yang mendapat dukungan penuh Dinas Pariwisata Bali maupun Satgas Covid-19. Ajang Bali Cycling Marathon (BCM) 2021 yang mewajibkan setiap peserta tes swab antigen ini kini menjadi salah satu percontohan kegiatan "sport tourism" yang digelar dimasa pandemi.

Seperti diketahui, pasca adanya pengumuman Covid-19 di berbagai negara termasuk di Indonesia sehingga ditetapkan menjadi pandemi oleh World Health Organization (WHO) sehingga muncul tatanan era baru yang merubah pola kehidupan baru bermasyarakat ditengah pandemi yang menghantui dunia.

Ketua Bali Cycling Marathon (BCM) 2021 Komang Takuaki Banuartha menyatakan Bali Cycling Marathon 2021 ini terimspirasi dari kesuksesan Bali Cycling Marathon pada tahun 2020 namun Bali Cycling Marathon 2021 dikemas lebih tertata dan lebih banyak series. 

"Nanti banyak Series yang di adakan yaitu BCM 2021 Journey Series, BCM 2021 Virtual Edition dan Main Event Bali Cycling Marathon 2021," kata Komang Takuaki Banuartha dalam press conference BMC 2021 dan dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa dan Sekretaris Satgas Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin yang digelar di Sector Bar & Restaurant, Sanur, Selasa 6 April 2021.

Komang Takuaki Banuartha menegaskan kegiatan sport tourim ini merupakan salah satu upaya untuk memaksimalkan Pariwisata Bali melalui kegiatan yang atraktif bagi wisatawan, tetapi dengan tetap mengutamakan unsur kesehatan. BCM 2021 hadir dengan konsep yang tetap memanfaatkan wisata budaya Bali dalam kemasan konsep Leisure Sport dan ingin membawa peserta berkeliling menikmati Pulau Bali keseluruhan.

"BCM 2021 telah resmi disupport oleh Kemenparekraf serta Kemenpora sebagai salah satu event yang akan dijadikan percontohan event-event serupa di masa pandemi di Indonesia," tegas pria yang akrab disapa Komang Banu tersebut.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) ASITA Bali periode 2020-2025 ini melanjutkan event berseri ini mengambil jarak tempuh marathon minimal 84 km dan setiap seri hanya diikuti oleh 50 peserta sesuai standar yang ditetapkan Satgas Covid-19. Komang Banu menjelaskan kegiatan akan dirangkai dengan Nusa Penida-All Bike Series pada 10 April 2021. Bali Selatan-Sepeda Lipat (Seli) Bike Series, 1 Mei 2021. Bali Barat 1 Fixed Gear Bike Series, 5 Juni 2021. Bali Timur-Road Bike Series, 3 Juli 2021 dan, Bali Tengah- Mountain Bike Series, 31 Juli 2021.

Panitia juga membuka event virtual dalam acara ini yakni, BCM 2021 Virtual Edition dimana 1.000 pesepeda ditargetkan mengikuti ajang kali ini. Dalam acara virtual, bersepeda dapat dilakukan dimana saja sesuai daerah asal peserta dengan waktu 23 hari. 

Total jarak tempuh minimal 42,2 KM dan maksimal 1.000 KM. Pencatat waktunya direkam secara digital melalui aplikasi yang terhubung otomatis dengan akun panitia. Kegiatan berlangsung tepat di hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2021 hingga 9 September 2021 yang bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional.

"Peserta bisa menggunakan berbagai jenis sepeda, terbuka untuk umum, perorangan maupun komunitas. Minimal umur peserta 17 tahun. Semua peserta virtual dapat medali yang akan dikirim. Yang bisa mencapai 1000 KM akan diundang ke Bali untuk acara nih event," terang Komang Banu.

BCM 2021 sendiri nantinya akan melibatkan atlet sepeda serta selebriti untuk ikut berolahraga sekaligus berwisata sehingga bersama-sama membangkitkan pariwisata olahraga di Bali khususnya pariwisata olahraga bersepeda. Sebagai bagian dari upaya melestarikan lingkungan, BCM 2021 juga menyediakan water station di beberapa lokasi di Bali dan Nusa Penida agar masyarakat bisa mengisi ulang botol minum mereka sehingga mengurangi pemakaian botol plastik.

Ajang BCM 2021 di sambut baik Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa yang menilai acara ini sejalan dengan apa yang menjadi bidang tugasnya. Pihaknya akan merangkul para pemangku kepentingan demi menggerakkan ekonomi bali walaupun tidak seratus persen.

"Saya menyambut baik diselenggarakan nya Bali Cycling Marathon 2021. Melalui kesempatan ini, kami dari jajaran Dinas Pariwisata akan selalu merangkul pemangku kepentingan untuk bisa berkolaborasi menggerakkan ekonomi bali walaupun tidak seratus persen," ungkapnya.

Sekretaris Satgas Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin juga memuji pelaksanaan BMC 2021 yang dalam pelaksanaan menjungjung tinggi prinsip protokol kesehatan dengan membatasi jumlah peserta. Yang lebih membanggakan, lanjut Rentin, dimana panitia menerapkan tes swab antigen bagi seluruh peserta BMC 2021.

"Saya salut Bali Cycling Marathon yang taat akan protokol kesehatan dan yang lebih membanggakan dalam pelaksanaannya setiap peserta diharuskan swab antigen," pungkasnya.(BB).


TAGS :

Komentar