Moeldoko ke Bali, Demokrat Bali Doakan Diberi Wahyu Banting Jabatan Ketum Palsu KLB ilegal Seperti Dulu Banting Jam Palsu Richard Mille 

Baliberkarya.com-Denpasar. Kepala Staf Presiden (KSP) Moedoko, Kamis (18/3/2021) hadir ke Bali dalam rangka menghadiri agenda Rapat Koordinasi tentang Reformasi Agraria. Kedatangan Moeldoko di Bali tentu saja mengundang perhatian kader dan pengurus Demokrat Bali.

Maklum, Moeldoko juga berstatus Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB (Kongres Luar Biasa) di Medan, Sumatera Utara yang dianggap KLB ilegal dan abal-abal. Kader dan pengurus Demokrat di Bali pun menyebut Moeldoko memegang jabatan palsu sebagai Ketua Umum Demokrat palsu hasil KLB ilegal dan abal-abal pada 5 Maret 2021.

Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali Made Mudarta berharap kehadiran Moeldoko di Bali yang dikenal sebagai pulau penuh “taksu” agar beliau dapat vibrasi dan pencerahan dari alam Bali untuk “kembali ke jalan yang benar.”

Mudarta juga berharap Moeldoko tercerahkan untuk membanting jabatan sebagai Ketua Umum Demokrat palsu hasil KLB illegal dan abal-abal sebagaimana beliau membanting jam tangan Palsu merk Richard Mille seri RM 011 Felippe Massa bulan April 2014 silam. Sehingga kembali fokus menjalankan tugas negara dengan jabatan asli sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) membantu pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Pak Moeldoko ke Bali, kami ucapkan selamat datang di Bali, pulau yang dikenal dunia sebagai pulau surga, pulau dewata, pulau penuh ketenangan dan kedamaian. Banyak orang dapat inspirasi kebenaran dari Bali. Kalau orang Bali mengenal filosofi Satyam Evam Jayate yang bermakna kebenaran pasti menang,” kata Mudarta kepada awak media Kamis (18/3/2021).

“Mudah-mudahan dalam momentum Pak Moeldoko ke Bali, beliau mendapatkan inspirasi tentang kebenaran  itu sehingga beliau kembali memikirkan dan melepas jabatan palsu yang beliau emban (Ketua Umum Demokrat palsu) dari KLB ilegal. Jabatan beliau yang asli kan KSP. Alam Bali, alam inspirasi, alamnya para dewa yang memihak kebenaran. Saya yakin beliau akan menjalankan kebenaran itu,” imbuh politisi Demokrat asal "Gumi Mekepung" ini.

Demokrat Bali menilai jabatan asli yang diemban Moeldoko sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) yang merupakan jabatan setingkat menteri merupakan jabatan yang strategis. Jabatan asli ini harus dijalankan Moeldoko secara profesional dan sungguh-sungguh untuk membantu Presiden Jokowi dalam melaksanakan program-program prioritas nasional di masa pandemi Covid-19.

“Sampai hari ini Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19, perekonomian turun. Tentu kita berharap beliau fokus membantu Presiden. Karenanya jabatan palsu yang beliau terima dari penyelenggara KLB ilegal melanggar hukum agar dilepas,” tegas Mudarta.

Terkait banyaknya masyarakat yang meminta Moeldoko mundur dari jabatan KSP, Mudarta mengaku punya pandangan berbeda. Baginya, bapak Moeldoko justru harus fokus sebagai KSP membantu Presiden Jokowi agar masyarakat Indonesia terbebas dari pandemi Covid-19.

“Saat ini banyak netizen yang meminta agar Pak Moeldoko meletakkan jabatan KSP, kami justru minta agar Pak Moeldoko membanting jabatan ketum palsu produk KLB ilegal di Sibolangit, Medan 5 Maret 2021," tegas Mudarta kembali.

"Kami berharap beliau fokus bantu Presiden dan Wakil Presiden menuntaskan melaksanakan pengendalian program-program prioritas nasional, terkhusus penanangan pandemi Covid-19 serta ekonomi indonesia yang nyungsep cukup dalam,” harap Mudarta mengakhiri.(BB).


TAGS :

Komentar