Survei IPO dan VRC, Elektabilitas AHY "Melesat" Jadi Terpopuler Maju Pilpres 2024

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Wakil Sekjen Partai Demokrat Putu Supadma Rudana (PSR).

Baliberkarya.com-Jakarta. Ditengah rencana gagalnya "kudeta" terhadap Partai Demokrat yang melesat menjadi partai tiga besar setelah PDIP dan Golkar, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kini elektabilitas menjadi yang terpopuler untuk maju dalam Pemilu 2024.

Berdasarkan rilis Indonesia Political Opinion (IPO) hasil survei tokoh publik yang memiliki elektabilitas untuk maju Pemilu 2024 dalam kategori tokoh publik baru Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masih menjadi yang terpopuler. Survei IPO ini dilakukan dengan purposive sampling sebanyak 1.600 orang dari 27 provinsi dengan margin of error 4,5.

Selain AHY, hasil survei IPO juga menyebut mantan wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mendapatkan 88,1 persen, sementara AHY dengan indeks persepsi 84,6 persen, disusul Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dengan indeks persepsi 47,3 persen. 

"Pada 2024 ada dominan persepsi publik bahwa tokoh baru harus muncul agar permasalahan saat ini tersolusikan," tutur Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah di D'Consulate, Menteng, Jakarta Pusat.

Selain AHY dan Sandiaga paling populer, mereka tetap rawan tersalip dari tokoh-tokoh kepala daerah yang juga dinilai berpotensi sebagai kepala daerah. Sejumlah tokoh kepala daerah dengan popularitas tertinggi berturut-turut, yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, dan Khofifah Indar Parawangsa. 

Anies yang merupakan gubernur DKI meraih popularitas tertinggi dengan angka popularitas 92,4 dan elektabilitas tertinggi dengan angka 17,6. Sementara itu, popularitas Ganjar Pranowo sebesar 74,5 persen dengan elektabilitas 6,9 persen, popularitas Ridwan Kamil sebesar 67,1 persen dengan elektabilitas 6,7 persen, dan Khofifah Parawansa sebesar 57,5 persen dengan elektabilitas 5,4 persen.

"Untuk kepala daerah memang masih terlalu dini untuk mendiskusikan, tapi paling tidak embrio kepopularitasan ini bisa kita lihat. Mereka harus menjaga kinerja agar popularitas bisa dikonversi kan jadi elektabilitas," jelas Dedi. 

Sementara itu, tokoh lama yang masih memiliki elektabilitas tinggi adalah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan indeks persepsi 92,6 persen. Disusul Menko Polhukam Mahfud MD 55 persen, dan politikus PKS Hidayat Nur Wahid dengan indeks popularitas 51,7 persen.

Dedi menyebut sosok Prabowo masih memiliki elektabilitas tinggi lantaran kontestasi Pemilu 2019. Di samping itu, Prabowo juga masih duduk di kursi eksekutif, sebagai menteri pertahanan. 

"Tapi peningkatan popularitas dan suara Prabowo tidak akan tinggi. Semeningkat apapun peningkatan suara Prabowo, akan tetap lebih tinggi kompetitornya," ungkap Dedi.

Selain survei IPO, berdasarkan hasil survei Voxpopuli Research Center (VRC) sosok Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengalami kenaikan signifikan terkait Pemilihan Presiden 2024. Elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus mengalami kenaikan, dari 15,6 persen pada Juni 2020 menjadi 17,6 persen pada Oktober 2020, dan kini naik lagi menjadi 18,5 persen.

Direktur Eksekutif Voxpopuli Research Center Dika Moehamad mengatakan, meskipun tidak lagi urutan pertama, tapi Ganjar tetap membayangi Prabowo dengan selisih tipis 0,4 persen. Elektabilitas menteri pertahanan Prabowo Subianto semula turun dari 18,6 persen pada Juni 2020, meningkat menjadi 17,1 persen pada Oktober 2020, kini naik menjadi 18,9 persen. 

Posisi AHY pun berhasil menggeser mantan walikota Surabaya Tri Rismaharini yang kini menjabat Menteri Sosial. Elektabilitas Risma relatif stabil, hanya naik sedikit dari 3,8 persen (Oktober 2020) menjadi 4,1 persen. Setelah sebelumnya elektabilitas AHY bergerak di angka 3,0 persen (Juni 2020) dan 2,1 persen (Oktober 2020), elektabilitas AHY melejit menjadi 4,3 persen.

“Elektabilitas Ganjar dan AHY mengalami kenaikan di tengah stagnan dan menurunnya tokoh-tokoh lain, dengan urutan pertama kembali diduduki Prabowo,” kata Dika dalam siaran persnya di Jakarta.

AHY menjadi ancaman tersendiri bagi para tokoh-tokoh yang akan manggung pada pilpres 2024. Kenaikan elektabilitasnya sangat signifikan meskipun masih dipapan tengah.

“Di antara tokoh-tokoh tersebut, hanya AHY yang elektabilitasnya naik signifikan, meskipun masih di posisi papan tengah,” tutur Dika. 

Sementara, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengalami penurunan. Elektabilitas Kang Emil turun sedikit dari 13,2 persen menjadi 12,8 persen, sedangkan Khofifah dari 5,6 persen menjadi 5,4 persen.

Sementara elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang kini menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif masih terus merosot.

Elektabilitas Anies anjlok dari 9,4 persen tersisa hanya 7,7 persen, sedangkan Sandi dari 8,5 persen menjadi 6,5 persen.

“Masuknya Sandi ke dalam kabinet tidak serta-merta bisa mendongkrak elektabilitas,” kata Dika.

Tokoh-tokoh lainnya adalah Plt ketua umum Partai Solidaritas Indonesia Giring Ganesha (2,3 persen-2,4 persen), Menteri BUMN Erick Thohir (2,0 persen-2,1 persen), ketua DPR Puan Maharani (1,7 persen-1,4 persen), dan Menko Polhukam Mahfud MD (1,2 persen-1,0 persen). Nama-nama lainnya masih di bawah 1 persen, sisanya tidak tahu/tidak jawab (12,1 persen). 

Survei Voxpopuli Research Center dilakukan pada 26-31 Desember 2020 melalui sambungan telepon kepada 1.200 responden di seluruh Indonesia yang dipilih secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error survei sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.(BB).


TAGS :

Komentar