Demokrat Mau "Dikudeta", Mudarta: Demokrat Bali Tetap Setia AHY dan SBY, Siap Melawan Gerakan Inkonstitusional

Foto: Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali Made Mudarta.

Baliberkarya.com-Denpasar. Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Senin (1/2/2021) menyampaikan hal mencengangkan publik yang menyangkut masalah Partai Demokrat yang hendak "dikudeta" yang dilakukan sejumlah oknum partai berlambang mercy dan diduga  melibatkan lingkaran istana.

Terkait hal penting yang disampaikan Putra pertama Presiden RI ke-6 tersebut, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali Made Mudarta menegaskan pihaknya bersama seluruh jajaran kader Demokrat di Bali tetap setia kepada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meski ada upaya pihak tertentu untuk melakukan "kudeta" terhadap kepemimpinan AHY yang konstitusional.

Untuk membuktikan kesetiaannya, Mudarta menegaskan Demokrat Bali siap "Perang Puputan" melawan upaya kudeta dan upaya merongrong marwah partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

"Pokoknya Demokrat Bali siap Puputan bersama AHY dan SBY menjaga marwah Partai Demokrat," ucap Mudarta saat ditemui di Denpasar, Selasa (2/2/2021).

Tak hanya itu, Politisi Demokrat asal Jembrana ini menegaskan Demokrat Bali bersama 9 DPC se-Bali melakukan konsolidasi internal dan sudah mengirim pesan biru, surat kesetiaan kepada AHY dan SBY.

"Demokrat Bali kompak, solid, konsisten kawal kepemimpinan AHY sesuai hasil Kongres. Demokrat Bali akan melawan pihak manapun yang ingin ganggu marwah, kehormatan dan ketenangan Partai Demokrat," tegas Mudarta.

Bahkan, selaku Ketua DPD Demokrat Bali, Mudarta mengakui telah mengirimkan surat kesetiaan dan kebulatan tekad kepada Ketua Umum Demokrat AHY tertanggal 29 Januari 2021. Dalam surat itu, ada tiga poin yang disampaikan.

Pertama, DPD Demokrat Bali setia dan tunduk patuh kepada Partai Demokrat dan Kepemimpinan Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua MTP (Majelis Tinggi Partai) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sesuai hasil Kongres V Partai Demokrat tanggal 15 Maret 2020, yang dilakukan secara demokratis, dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM melalui SK No. M.HH-09.AH.11.01 tanggal 18 Mei 2020 tentang Pengesahan Perubahan AD/ART Partai Demokrat dan M.HH-15.AH.11.01 tanggal 27 Juli 2020 tentang Pengesahan Perubahan Susunan Kepengurusan DPP Partai Demokrat Masa Bakti 2020-2025.

Kedua, Demokrat Bali bertekad untuk melawan seluruh upaya penghianatan dan makar, serta gerakan inkonstitusional lainnya yang bertentangan dengan AD/ART dan kode etik Partai Demokrat.

Ketiga, Demokrat Bali bertekad untuk bersatu dan solid dibawah kepemimpinan Ketum AHY guna membangun kebesaran Partai Demokrat untuk memperjuangkan harapan rakyat dan memenangkan Pemilu mendatang.

Sebelumnya, pernyataan cukup mengejutkan publik disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) usai menggelar commanders call atau rapat pimpinan khusus bersama para pimpinan DPD dan DPC partai secara virtual, Senin (1/2/2021)

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan adanya gerakan upaya merebut paksa Partai Demokrat melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Mirisnya, gerakan untuk mengambil partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga Presiden ke-enam RI ini disebut-sebut sudah mendapatkan dukungan dari sejumlah menteri dan pejabat penting di pemerintahan Presiden Jokowi.

"Sesuai rilis Ketua Umum Demokrat AHY, ada upaya kudeta, upaya Kongres Luar Biasa terhadap kepemimpinan AHY. Kami terus komunikasi intensif dengan Ketua DPD Partai Demokrat se-Indonesia, juga dengan Ketua DPC Demokrat di Bali," jelas Mudarta.(BB).


TAGS :

Komentar