Sempat Melambung, Kini Harga Anjlok karena Pandemi Covid 19

Ket poto : Kebun vanili yang ditanam secara moderen dengan memanfaatkan pekarangan.

Baliberkarya.com-Jembrana. Tanaman vanili di Jembrana sempat menjadi primadona lantaran harganya yang sangat tinggi. Warga ramai-ramai menanam vanili dengan cara moderen dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang kosong.

Sayangnya, disaat warga ramai-ramai menanam vanili dengan cara moderen dengan biaya yang lumayan banyak, saat ini harganya justru anjlok. Saat ini harga vanili basah berkisar Rp 100 ribu perkilo. Sementara setahun sebelumnya harga vanili basah menembus Rp 450 ribu per kilonya.

Anjloknya harga vanili saat ini menurut sejumlah petani lantaran pandemi covid 19 yang masih melanda negeri ini, termasuk di Jembrana. Bukan saja harga vanili yang anjlok, namun juga harga komoditi pertanian yang lainnya anjlok.

"Tapi, saya yakin selepas covid 19 harga vanili kembali naik. Sehingga vanili bisa menjadi komoditi unggulan di Jembrana mengingat banyak warga yang menanam vanili secara moderen," terang Dewa Gde Dharmika Wibawa, petani vanili asal Desa Yehembang, Mendoyo, Kamis (21/1/2021).

Dia mengaku tertarik menanam vanili secara moderen dengan memanfaatkan pekarangan rumah, disamping harganya yang bagus juga tanaman vanili bisa difungsikan sebagai tanaman hias menambah indah pekarangan jika ditanam secara moderent.

Karena itu, meskipun saat pandemi covid 19 ini harga vanili anjlok namun pihaknya tetap merawat tanaman vanilinya karena yakin harganya akan kembali naik. Juga jika tumbuh subur dan hijau kelihatannya indah dan rapi.(BB)

 


 


TAGS :

Komentar